Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sore ini hujan
. H
ujan turun dengan deras nya, membuat Nathan yang tengah jalan sendirian di perjalanan menjadi merasa sendirian. Seperti suasana kali ini. Sepi. Hanya suara hentakkan kakinya dan suara jatuh nya air hujan. Nathan tidak suka hujan. Sebenernya ia tidak ingin menikmati ini semua. Namun, entah apa yang mendorong nya untuk mencoba menikmati dingin nya air hujan. Hingga ia berhenti di sebuah ayunan di Taman Sunday. Nathan duduk di salah satu ayunan disana, iya disana yang berwarna merah itu. Ia duduk dibawah deras nya hujan.
"Hahhh.." Nathan menghela nafas panjang, dan mengusap wajah nya yang basah kuyup. Tidak lama ada seseorang yang datang. Entah siapa dia. Gadis itu datang dengan suara hentakkan kaki yang keras karena mengenakan sepatu boots berwarna kuning yang sangat mencolok, mengenakan jas hujan berwarna bening hingga menampakan ia mengenakan kaos berwarna hitam dan celana pendek, wajah nya tidak terlalu jelas karena Nathan pun sedang diguyur air hujan yang membuat matanya terkadang perih karena air yang masuk.
Tapi, gadis itu manis. Ia melompat lompat riang diatas lubang air di sisi taman. Lalu sekarang, ia membuka tudung jas hujan nya, membiarkan rambut nya yang ikal berwarna coklat, basah karena air hujan. "Waaaahh, senangnyaaa" Gadis itu menoleh, dan melihat ke arah Nathan, oh tidak sepertinya ia melihat ke ayunan kosong disamping Nathan.
"Hemm kamu lihat apa? huh?" Gadis itu menghampiri Nathan sambil berlompat-lompat kecil membuat air becek terciprat ke arah wajah Nathan.
Nathan yang tadi menghadap k atas langsung menatap gadis itu walaupun ia tahu ia tak bisa melihat jelas gadis itu namun sepatu boot kuning yang dipakai gadis itu menarik perhatiannya.
"Kamu siapa?" Nathan mengerjap ngerjap matanya seakan akan deras air hujan ingin mengalahkannya.
Gadis itu menatap Nathan dan merogoh sesuatu dibalik Ransel berkulit itu, membuat Nathan ikut menoleh kearah Ransel sambil melindungi wajahnya dari air hujan.
"Aku Viola, Anak pindahan. Kamu mau berteman denganku?" Ujar gadis itu dengan senyuman tulus sambil memberikan payung warna warni kepada Nathan.
Seketika petir menyambar dengan keras, membuat gadis kecil itu tersontak kaget dan refleks langsung memeluk Nathan.
Natha berdecak, "Gitu aja takut." Ujarnya sambil mengusap kepala gadis itu. Mulai disore itu, keduanya tak menyadari kalau disaat nanti mereka akan bersama dan akan berpisah.
*
"Nathan! Cepatlah! Kamu sudah ribuan kali menonton itu. Apa kamu ga bosan?" Seorang pria berumur puluhan tahun itu menatap jengkel kearah Nathan yang tengah asik bersandar di sofa depan televisi.
"Spongebob asik tau." Sambil terbahak-bahak Nathan malah membuat Pria itu lebih kesal lagi. Bayangkan saja sejam lagi ia tahu Nathan akan ada wawancara di kantor barunya mengingat pria tengil itu setahun lamanya menganggur.