I Hope a Sunset

108 15 9
                                        

Team ORANGE
Elsa1900
Owneva14

Semilir angin meniupkan rambut terurai yang hitam panjang tampak elegan. Awan mendung tak mengurangi senyum Aluna yang menawan. Ia membenarkan jaket agar hawa dingin tak menusuknya. Ia berjalan dengan santai menuju kelasnya melewati koridor sambil sesekali membalas sapaan temannya.


"Pagi Lun..." sapa cowok berkaca mata. Aluna tersenyum simpul sehingga memperlihatkan lesung pipinya. Aluna menuju tempat duduknya, melepas jaket kemudian membuka buku.

"Rajin bener sih Queen of The Year kita" celetuk Neta sahabatnya yang baru datang menepati bangku disamping Aluna

"Serah, btw ada hot news nih!" Aluna memutar bola matanya enggan.

"Lo ingat Azka?" Aluna menautkan alisnya. "Azka Pratama Alldric!" ucap Neta setengah teriak yang membuat seisi kelas menatapnya heran.

"Berisik lo!" celetuk salah satu nerd di kelasnya.

"Bodo. Lagian kalo baca buku di perpus sono sepi!" jawab Neta setengah keki.

"Kenapa si Azka?" tanya Aluna malas

"Lo tau setelah kepindahan dia setahun yang lalu cogan sekolah kita berkurang kan? Sekarang cogan kita bakal bertambah lagi"

"Gak usah berbelit deh"

"HE COME BACK LUN!" teriak Neta sambil melihat ke arah jendela yang membuat Aluna terpaku menatap arah yang sama.

Bel masuk belum berbunyi Aluna beranjak dari bangkunya. Neta menatap Aluna.

"Perpus" jawab Aluna sebal. Aluna berjalan melewati koridor sekolah.

Brukk!

Aluna mendongakan kepalanya ke atas.

"Hai, apa kabar Lun-em Queen of The Year mungkin?" ucap Azka dengan smirk smile nya.

"Bukan urusan lo" ucap Aluna sinis. Azka menghalangi langkah Aluna.

"Eh, kalau lo gak ada urusan sama gue mending lo minggir! Gue mau ke perpustakaan" Aluna hendak meninggalkan Azka dengan sigap Azka mencekal tangannya.

"Well, I come back Lun. It's show time!" ucap Azka tersenyum miring.

Kring...Kring

Jam pelajaran dimulai. Aluna kaget melihat Miss Winda wali kelasnya masuk bersama seorang cowok tinggi, berbadan tegap berjalan dengan tas ransel disebelah tangannya dengan cuek. Mata Aluna membulat tangannya mengepal kuat. Siapa lagi kalau bukan Azka.

Kring...Kring

Bel kemerdekaan berbunyi. Semua siswa berhamburan di koridor sekolah bergegas kembali ke rumah masing-masing. Aluna melangkah dengan gontai keluar kelas. Koridor sudah sepi, karena Aluna memang terlambat keluar kelas.

"Neta mana sih? Ke ruang guru doang lama?!" gerutunya. Aluna menelpon Neta.

"Net, lo dimana? Lama banget, lumutan gue! Buruan kesini, gue di koridor" omelnya.

Brukk!

Aluna memejamkan matanya. "Sial banget , udah hari ini kupret sialan ngacauin hari gue. Sekarang malah pake acara nabrak" gerutunya.

"Tapi, kenapa badan gue enggak sakit ya?" batinnya

"YA AMPUN... KALIAN NGAPAIN? JADI GINI YA KELAKUAN KALIAN DI BELAKANG, PURA-PURA MUSUHAN TAPI MESRA-MESRAAN!" teriak Neta mengagetkan Aluna yang langsung membuka kedua matanya menatap manik mata milik Azka. Aluna malu, ia berdiri memasang wajah galaknya.

Writer's Color 1 First EventCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang