Team WHITE
Hestiagustini
"Kemiskinan di indonesia saat ini hamapir 13%..." Terdengar seorang guru sedang menjelaskan materi pelajaran. Semua siswa memperhatikan apa yang di jelaskan oleh sang guru tak terkecuali Islanda wanita berembut panjang dan hitam yang duduk di sudut ruangan.
"Ssst.. sst.. Land" seketika konsentrasi yang selama setengah jam ia jaga pun buyar. "Apaan sih dud" jawab island kesal pada Dudi pria yang berperawakan gemulai.
"Gue kemarin malam ketemu sama cogan."
"Hah beneran cogannya anak mana Dud" Islan mulai tertarik dengan topik yg di bahas Dudi "sialah lo"
"Ha"
"Dud dad dud aja lo manggil nama gue. Pnggil gue Selena udah berapa kali gue bilang jangan panggil nama itu lagi" Omel Dudi sambil menunjuk-nunjukan jarinya yang bercat pink.
"Sorry atuh teteh eneng lupa" jawab Islan sambil nyengir kuda. Tetapi hanya di balas Dudi dengan juluran lidah. Setelah itu ia langsung menghadap ke depan tanpa memperdulikan Islan yang terus memanggilnya.
"Sst.. Dud enggak seru amat sih lo ketemu cogan gak ngajak-ngajak" Islan mulai kesal dengan sikap Dudi yang hanya diam saja.
"DUDI.." kelas hening seketika tetapi tidak lama setelah itu "Bhakhahaha..." semua siswa yang ada dikelas itu tertawa.
"Islan kenapa kamu triak-triak kamu mau ganggu teman-teman kamu belajar"
"Enggak gitu buk.." belum selesai Islan menyelesaikan ucapannya sudah di potong dengan buk sisi "gak ada alasan. Sekarang kamu keluar dari kelas"
"Sialan"
"Kamu ngomong apa barusan." tanpa menjawab pertanyaan Islan langsung berlari meninggalkan kelas.
*****
"Ah sialan banget sih lo dud." Islan masih kesal dengan pristiwa di kelas tadi akibatnya ia diberikan tugas oleh buk sisi untuk mengerjakan soal sebenyak 50 di folio dan dikumpulkan besok sebelum jam 10.
"Santai dong beb itung-itung untuk melatih otak lo yg rada konset itu."
"Enak aja, otak lo tuh yang konselet. Kekantin yuk dud"
"Oke yuk capcus."
Islan dan Dudi pun langsung tancap kekantin. Sampai di kantin terihat Sani musuh bebuyut Islan "eh ada guguk di kantin" sani langsung melihat kearah Aura.
"Bilang orang aja bisanya tapi gak liat diri sediri" ujar Sani dengan nada menyindir.
"Dud lo ada kaca gak" tanya Islan "ada, nih" Dudi menyodorkan kacanya yang berwarna pink itu.
"Duh, masih cantik aja gue walau pun udah siang dan keringetan."
Sani langsung berdiri dan dan pergi dari kantin setelah mendengar perkataan Islan yang dengan pd nya bilang seperti itu. Hari ini ia sedang tidak berselera untuk mencari masalah dengan Islan maka dari itu Sani langsung pergi dari kantin.
"Kenapa dia tumben gak cari masalah, biasanya dia deluan yang mulai"
"Mana gue tau, udah ah rempong banget lo sama dia nanti dia cari masalah lo yang marah-marah" jawab Dudi sambil berjalan dengan lentik kearah penjual bakso.
"Eh tadi lo bilang ketemu sama cowok, kok lo gak ngajak gue sih"
"Gue cuma kebetulan kewarng trus gue ketemu sama cowok ganteng banget bok, masih muda lagi"
"Beneran bukan om-om yang kayak kemarin lagi."
"Beneran ini masih bujang gue rasa dia juga masi perjaka soalnya dari penampilannya aja ya alim kayak ustad."
KAMU SEDANG MEMBACA
Writer's Color 1 First Event
AléatoireKumpulan karya dari anak-anak Writer's Color 1 ● First event ● Genre Random √ COMPLETED
