LOU
Aku keluar dari kamar mandi setelah membasuh wajah. Kini aku dipindahkan dari kamar belakangku ke kamarku yang semula. Kamar ini tidak berubah. Perabotan dan semuanya masih terlihat sama. Mungkin kamar ini baru dibersihkan karena masih tercium wangi lily ketika aku memasukinya.
Tidak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu kamarku.
" Come in" teriakku. Seorang wanita cantik masuk kedalam kamarku dengan membawakan baki berisi makanan. Dia Anna, seseorang yang kini akan membantuku membereskan rumah dan lain-lainnya.
" Alex menyuruhku untuk mengantarkan makanan ini kekamarmu" Dia menaruh bakinya diatas meja "Kamu harus makan banyak agar cepat sembuh!"
Aku tersenyum "Thanks Anna. Tapi, aku bisa mengambilnya sendiri"
" No.. Just eat here okay" Anna tersenyum kemudian menutup pintu. Aku menghela nafas.
" Wait....."
Aku menoleh dan melihat Anna membuka pintu kembali.
"Ini obatmu. Alex bilang kau jangan sampai lupa meminumnya!" Anna menghampiriku dan menyerahkan 2 botol berisi kapsul-kapsul.
"Thanks!"
"Urwell, Lou. sorry for disturbing you"
Setelah Anna pergi, aku mengangkat botol itu kehadapanku. Kini masa depanku bergantung pada benda kecil ini. Satu hari saja aku telat meminum obat ini, nyawaku terancam.
"Okay guys. Now just you and me..." aku memutar mutar botol itu dan menggumam sendiri.
"Hidupku bergantung padamu. So please, don't leave me alone. Just stay here" aku tau aku gila karena mengatakan hal itu pada botol obatku sendiri. but.. yeah that's true.
"Kalau saja aku habis dan aku tidak meminum mu, dalam waktu sejam saja, aku tidak tau apa yang terjadi" Aku tersenyum
Jika obatku habis, im done.
clek...
Aku menoleh kebelakang karena mendengar suara pintu yang terbuka dan benar saja. kini aku melihat tubuh Alex berdiri dengan tegang diambang pintu. Dia melingkarkan tangannya didepan dada.
"Kalau kau tidak minum obat itu satu jam apa yang terjadi?!"
aku menunduk karena melihat tatapan sinisnya kemudian menggeleng.
"JUST ANSWER IT, LOU!"
" May...Maybe i will.......die" ucapku terbata-bata karena mendapat bentakan darinya.
"Good! Karena aku gak akan membiarkan hal itu terjadi!" Alex langsung pergi meninggalkanku yang masih melongo karena ucapannya barusan.
"Alex what do you mean?" teriakku tapi kurasa ia tidak mendengarnya.
i won't let you die
Alex tidak mau aku meninggal? Mungkin aku salah dengar.. seharusnya ia mengatakan 'i want let you die' bukan 'i won't let you die'. Mungkin aku benar-benar salah dengar. mungkin.
ALEX
Anna telah kembali setelah sebelumnya ia mengantarkan makanan untuk Lou.
"Apa dia sudah memakannya?"
"Not yet i think. Dia baru kembali dari kamar mandi ketika aku menaruh makanannya"
Aku mengangguk kemudian mempersilahkan Anna untuk kembali ke dapur. Yap. Kamar yang dulu ditempati Lou sekarang menjadi kamar Anna. Lou telah kembali ke kamarnya setelah kusuruh Anna untuk membereskannya dan memberikan pewangi ruangan.
YOU ARE READING
Without Happy
Teen FictionSeseorang yang tidak pernah bahagia dan menjalani sisa hidupnya dengan seorang kakak yang sangat membencinya ditambah dengan penyakit yang secara perlahan menggerogoti tubuhnya.
