LOU
Aku tersenyum. Kanker? Sekarang didalam tubuhku ini ada kanker?! Aku tidak tau bagaimana aku bisa mendapatkan penyakit seperti ini.Aku memang tidak tau jelas apakah atau bagaimana Leukemia itu bisa didapat. Tapi… Aku merasa sehat selama beberapa tahun ini.
Aku memang mengakui bahwa sudah sekitar 4-5 bulan ini tubuhku melemah dan aku sangat sering mimisan. Selain itu aku juga merasa lemas dan malas untuk melakukan berbagai hal. aku juga baru menyadari bahwa banyak bintik merah dan coklat yang ada ditubuhku. Namun aku tidak menyangka itu gejala awal dari penyakit ini.
Mungkin ini adalah karma. Karma atas meninggalnya mom dan Sam. Mungkin ini adalah balasan dari tuhan karena tuhan tidak senang denganku. Karena aku yang menyebabkan seperempat keluargaku meninggal. Ucapan Alex tidak salah. Dia benar. Jika aku menyebabkan suatu masalah, pasti aku juga yang akan menanggung akibatnya.
Akibat dari perbuatanku dulu adalah penyakit ini. Leukimia yang bersarang didalam tubuhku. Aku tau Leukimia adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Kesempatan hidup pasien penyakit leukemia memang sedikit. Mungkin hanya empat sampai lima persen kesempatan hidup bagi penderita leukimia. Dan aku bisa saja menjadi salah satu dari 96 persen tersebut atau empat persen. Aku tidak tau.
--------------
" Ingat apa yang sudah dokter katakan padamu, Lou? Jangan pola makan dan jangan terlalu lelah " kata Susan sambil memasukkan bajuku kedalam tas. Hari ini aku sudah boleh pulang setelah tiga hari yang lalu dokter mem-vonisku dengan penyakit yang mengerikan ini.
Aku mengangguk " Thanks Susan "
Susan tersenyum kemudian menyodorkan secarik kertas.
" Ini nomorku. Jika kau butuh sesuatu atau kau ingin mempunyai teman curhat, aku bisa " Aku melihat kertas itu sejenak kemudian mengambilnya.
" Sekali lagi terima kasih " aku memasukkan kertas itu kedalam saku celanaku.
" urwel " Susan kembali memasukkan bajuku yang tersisa kedalam tas "Kakakmu sebentar lagi akan datang. Jadi siap-siaplah "
Aku mengangguk. Walaupun sebenarnya aku masih tidak percaya kalau Alex akan menjemputku. Ya maksudku.. walaupun selama aku dirumah sakit, beberapa kali saat aku tertidur, Alex datang dengan sembunyi-sembunyi dan duduk disamping ranjangku. Entah apa yang ia lakukan setelah itu.
Sangat aneh. ini adalah kejadian yang tidak pernah kualami setelah Sam meninggal. Setelah itu tidak pernah ada yang memperhatikanku lagi. Ya walaupun menjemputku dari rumah sakit itu tidak termaksud dari bentuk perhatian. Namun selama ini Alex tidak menyukaiku. Tidak pernah. Dan mungkin itu yang membuatku merasa canggung.
" What happend? " tanya Susan tiba-tiba. Aku sedikit terkejut dan menoleh kearahnya.
" Nothing. Just... you know! Aku dan Alex tidak pernah akur. Ia membenciku " terangku "Dan mungkin aku sedikit kaget bahwa akhir-akhir ini dia sedikit berubah "
Susan tersenyum kemudian duduk disampingku.
" Tidak ada salahnya kan jika Alex ingin berubah? " tanyanya. Aku menggeleng.
" Mungkin ia sadar selama ini sudah salah karena tidak menganggapmu sebagai adik" Jelasnya sambil tersenyum padaku. Aku hanya diam dan tidak berkomentar apa-apa.
" Aku tau dibalik sikapnya yang saat ini masih tidak peduli terhadapmu, tersimpan sikap peduli dan sayang. Buktinya ketika pertama kali ia membawamu kesini, wajahnya sangat khawatir "
Aku hanya tertawa membayangkan wajah Alex saat itu. Tapi apa benar yang dikatakan oleh Susan barusan? Apa masih ada rasa sayang didalam hati Alex untukku? Selama ini dia tidak pernah peduli terhadapku. Dia membenciku. Dan apa karena aku sakit lalu dia berubah?
YOU ARE READING
Without Happy
Ficção AdolescenteSeseorang yang tidak pernah bahagia dan menjalani sisa hidupnya dengan seorang kakak yang sangat membencinya ditambah dengan penyakit yang secara perlahan menggerogoti tubuhnya.
