ALEX
Pembantu. mungkin itu ucapan yang tepat untuk Lou. Aku tidak pernah menganggapnya sebagai adikku walaupun Sam selalu memaksaku untuk mengakuinya. aku cukup sedikit bermanis manis dengan Lou ketika dia ada. namun, sudah 2 tahun Sam tidak pulang dan aku bisa melakukan apapun termaksud tidak berpura pura sayang kepada Lou.
Semua temanku akan tertawa terbahak bahak jika mengetahui bahwa Lou adalah adikku. penampilannya yang semrawut, pakaian yang lusuh bisa dibilang adik dari seorang Alex? di tempat kuliah, aku dikenal sebagai orang penting dan berkedudukan tinggi. dan aku juga dikenal oleh semua warga kuliahan. sudah sepantasnya jika aku malu mempunyai adik seperti Lou.
" Ohh... jadi ini kerjaan pembantumu saat kau pergi?! Duduk di sofamu, bermalas malasan? kau tau pantas memilihnya sebagai pembantumu! " jawab Henley. Lou langsung berdiri dan menunduk.
" Maaf semuanya, saya hanya lelah " kata Lou akhirnya.
' Akting yang bagus Lou' batinku. aku sedikit tersenyum senang karena Lou akhirnya sadar kalau ia harus berpura pura.
" Apa semua makanan sudah siap? lupakan tentang dia! NOW WE HAVE A PARTY " ucap Will yang kemudian melompat sambil menenteng sebotol minuman. dia pun mengambil satu cd dari laci dan memutarnya di radio. beberapa saat kemudian, musik kencang berdentang di ruang keluargaku.
" Saya permisi dulu " Lou akhirnya menyingkir dari kerumunan teman temanku dan langsung masuk ke dapur.
" bye bye haaa " ucap rei sambil melambaikan tangannya. kemudian kembali berjoget.
" Sebentar, aku harus menemuinya dulu. dan memberi tahunya agar ia tidak menduduki sofaku lagi " kataku yang langsung pergi menuju dapur. sampai didapur, aku menutup pintu dan melihat Lou sedang menuangkan minuman.
" Nice Lou... " aku bertepuk tangan sambil sedikit tersenyum. senyuman mengejek. lou yang sedang menuangkan minum terlihat sedikit kaget.
" teruslah berpura pura sampai teman temanku pergi. Dan selama teman temanku ada, aku harus berpura pura menjadi Nanny " perintahku padanya. Dia hanya menunduk dan menganggukkan kepalanya.
" Bagus. atau..... kau menjadi Nanny saja dirumah ini " ucapku " Jadi kau yang harus membersihkan rumah, mengelap semua perabotan, menyiapkan makanan dan semuanyaaa "
Lou sedikit mengangkat kepalanya hendak membantah namun, aku segera memelototkan mata kearahnya sehingga ia kembali terdiam dan tidak jadi membantah. beberapa saat kemudian dia mengangguk.
" Bagus sekali adikku! " ucapku dengan sedikit lembut. kemudian mengambil secangkir minuman di meja dan menghampiri pintu.
" Ohiyaa. jangan lupa bawa itu kedepan " aku menunjuk gelas gelas yang sudah terisi. dengan cepat ia mengangguk tanpa suara. dan aku langsung pergi ke ruang keluarga.
YOU ARE READING
Without Happy
Teen FictionSeseorang yang tidak pernah bahagia dan menjalani sisa hidupnya dengan seorang kakak yang sangat membencinya ditambah dengan penyakit yang secara perlahan menggerogoti tubuhnya.
