Chapter 10

1K 29 0
                                        

Aku melambaikan tangan pada Sam yang berada didalam taksi. Hari ini ia akan kembali bekerja. Padahal dua hari lalu ia baru saja pulang dari pekerjaannya. 2 tahun. Aku takut ia akan pergi lebih lama dari 2 tahun dan tidak pulang kerumah. Entah kenapa sejak malam aku tidak mau ia pergi bekerja hari ini. beberapa kali aku mencoba membujuknya agar ia tidak bekerja. Namun, ia tetap pada pendiriannya. Aku juga tidak ingin memaksanya.

            Aku masuk kedalah rumah dan melihat Alex sedang makan di meja makan. Ya. Sekarang hanya tinggal aku berdua dirumah ini. dan aku kembali menjadi pembantu. Aku menunduk ketika melewati Alex agar terlihat lebih sopan.

“ Hei kamu... ” panggil Alex. Aku menoleh dan memastikan kalau aku yang ia panggil.

“ Bereskan semua perabotan rumah ” perintahnya “ Nanti malam semua temanku akan datang kesini dan mengadakan pesta ”

Aku mengangguk. Satu tambahan pekerjaan hari ini. setelah mengangguk aku pun segera beranjak pergi.

“ Siapa suruh kau pergi? ” ucapnya lagi. Aku menghentikan langkahku dan kembali menghadap kearah Alex.

“ Maaf ” kataku sambil menunduk “ Masih ada yang kau inginkan? ”

Alex terlihat berfikir.

“ Pesankan Katering untuk makanannya. Yang banyak! ” ucapnya tegas. Aku mengangguk.

“ Ada lagi? ”

Alex menggeleng cepat kemudian menyuapkan makanannya kedalam mulut. Aku mengangguk kemudian pergi menuju dapur.

----------------------------

            Aku melepas seprai yang menyelimuti bantal Sam. Seprai ini harus diganti dua kali sebulan. Dan walaupun Sam tidak ada dirumah, seprainya tetap harus diganti. Aroma Sam masih hinggap di seprai ini. kadang aku tersenyum membayangkan ia tidur. Kakakku yang satu ini memang tampan. Mau tidur ataupun tidak, pasti akan terlihat sama. Aku menarik bedcover dari atas ranjang dan menemukan secarik kertas disana. Kertas itu dilipat jadi dua sehingga tulisan yang ada tidak terlihat. Aku mengambil kertas itu dan membukanya. Tulisan tangan Sam. Awalnya, aku ingin menaruhnya karena lancang membuka buka barang Sam. Tapi setelah melihat ada namaku, aku memutuskan untuk membacanya.

            Lou

            Aku hanya ingin minta maaf karena tidak berhasil membuat Alex mengakuimu sebagai adik. Aku sudah berusaha memberitahunya, tapi ia orang yang keras kepala dan benar benar susah diatur. Tapi aku yakin, suatu hari nanti, ia PASTI akan mengakuimu sebagai adik. Percaya padaku, Lou. Dan maaf juga karena aku sudah menelantarkanmu selama 2 tahun dan membiarkan Alex menjadikanmu pembantu. Dan satu lagi. Maaf juga karena setelah ini, aku tidak bisa pulang kerumah dalam jangka waktu sangaaaaat.... lama. Aku tidak tau pasti kapan tepatnya aku bisa bertemu kamu lagi. Jadi... sampaikan salamku pada Alex dan dad jika beliau pulang nanti.

Sam Madison

Deg... apa maksud Sam didalam surat ini? minta maaf? Tidak pulang kerumah dalam jangka waktu panjang? Apa maksudnya?! Aku tidak mengerti. Atau jangan jangan.......

“ Tidak... Tidak mungkin... ” ucapku menggeleng gelengkan kepalanya.

            Dering telepon membuatku sedikit terlonjak kaget. Dengan sedikit berlari, aku menghampiri meja telepon dan mengangkatnya

“ Halo... ” seruku ketika aku mengangkat telepon “ Iya benar ini keluarga dari Sam Madison. Ada apa ya? ”

“ Kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahukan kepada anda bahwa kakak anda, Sam Madison mengalami kecelakaan mobil. Kakak anda juga mengalami pendarahan yang parah di bagian kepalanya. Dan saat ini kakak anda dalam keadaan kritis ”

Without HappyWhere stories live. Discover now