Rizal POV
Gua dan nicki menuju kerumahnya. setelah gua melihat dia bersama orang lain, dia lebih banyak diam. Dan gua pun bertanya - tanya. Dia lagi sama siapa dan mau ngapain coba tuh orang asing megang tangan nicki.
Mungkin nicki tau kalo gua lagi menunjukan rasa kecewa. Tapi, kalo nicki-nya begini, gua merasa bersalah juga, telah membuat nicki menjadi banyak pikiran dan menyalahkan dirinya sendiri.
"Waktu aku nyusul kamu. kamu lagi sama siapa" tanya gua setelah sudah sampai dirumah nicki.
"Tadi, kan aku ke supermarket. Terus aku gak bawa dompet, pada saat ingin pulang, aku dicegah dan belanjaanku semua dibayarin sama ka ryan. Nih, belanjaanku" nicki menunjukkan belanjaannya.
"Terus" gua ingin mendengarnya lebih detil lagi.
"Lalu, aku pulang, tapi aku malah ditahan dan ditawarin untuk pulang bareng dia, tapi aku tolak, karena menurutku jarak dari sini kerumah dekat. Nah, pas aku lewat di blok sebelah. Aku merasa ada yang merhatiin aku, lalu aku menoleh, dan mendapati ka ryan didepan rumah bu Nita. Dan ternyata dia itu anaknya bu Nita. Setelah berbincang sedikit, aku ditawarin mampir sama dia. Lalu aku menolaknya, karena aku telah membuatmu menunggu lama. Tapi dia malah nahan tanganku, pas kamu datang menghampiriku" jelas nicki panjang lebar.
"Tapi kamu gak mau niat selingkuhin aku kan" tanya gua.
"Ngapain selingkuh. Dapetin kamu aja butuh extra sabar. Masa giliran udah dapet hati kamu, malah aku dengan enaknya selingkuh, sih. Gak mungkin lah, hati aku kan udah kamu curi" jawab nicki malu, dan membuat gua gemas.
Lalu dengan cepat, gua tarik dagu nicki dan melumat bibirnya yang merah ranum. Nicki membalas lumatan bibir gua. Gua menggigit kecil bibir bawah nicki, dan nicki menghisap bibir atas gua. Tapi, semakin lama, ciuman kami semakin panas. Bahkan nicki mendesah kenikmatan. Sungguh, jika tidak diakhiri, iman gua akan runtuh.
Dengan cepat, nicki melepas ciuman kami, dan dia meraup oksigen sebanyak banyaknya karena kekurangan oksigen pada saat kami berciuman. Melihat ekpresi nicki, membuat gua gak tega melihatnya. Karena mukanya memerah kehabisan napas.
"Tumben, kamu gak nolak. Biasanya kan kamu, nolak kalo aku cium" gua goda dia, dan dia nge blush. Kawaii.
"Kamunya yang buat aku kaget, dan aku .... a- ak ..."
"Jangan ngelak nicki. Aku tau kamu mau, buktinya kamu malah membalas lumatanku, dan mendesah kenikmatan" ucap gua semakin gencar menggodanya.
"Tau ah, cepetan kamu keluar dari sini, kalo kamu masih ngomongin kejadian tadi" bentak nicki dan gua langsung bungkam.
"Ya ilah, gitu aja ngambek. Yaudah, aku pulang aja deh" jawab gua acuh, dan baru mau melangkah, tangan gua ditahan sama tangan mulusnya itu.
"Ih, kamu mah. Masa aku ditinggal beneran sih. Kamu jahat" *hiks*
Waduh, mata dia memerah. huwaa, jangan nangis dong.
"Aduh, nicki. Kamu kenapa sayang, koq kamu nangis. Oke, oke maapin aku, aku gak bakal gitu lagi" gua panik karena matanya semakin memerah.
Dan.
"Hahahahahah" nicki tertawa tebahak bahak.
Gua melihatnya malah mengernyitkan alis gua. Aneh.
"Kamu mah, gampang banget kalo aku bikin panik. Hahahaha" dia malah semakin senang.
Wah, gua gak bisa biarin. Masa gua dengan mudahnya kena tipuan dia sih. Gua harus bales.
"Kalo kamu mau bales. Silahkan keluar dari sini. Dan aku gak akan nahan kamu. So, gimana"
Wanjir, gua gak bisa bales. Yaudah, mau gak mau gua harus terima.

KAMU SEDANG MEMBACA
Modus(BxB)
FantasyPernah gak sih, ngerasain rasanya dimodusin. Pasti pernah donk, dan rasanya itu gak enak. Tapi ini beda, kalo ini cowok modusin cowok. Baru denger, kan ???? ..... Nicki Gabby Lautner Aku baru sadar bahwa aku hanyalah bahan permainan dia, bahan mod...