17

6.4K 154 4
                                    

Sofie POV

Jujur, untuk saat ini aku tidak tau harus berbuat apa, ini bukan aku, aku tidak mau seperti ini. Aku mencintai Fahri dan aku hanya ingin mendapatkannya, aku hanya ingin Fahri, dan tanpa Annisa. Tapi aku harus rela berbagi kepada istri pertama suamiku, Annisa beruntung sekali, jika aku menjadi dia, tanpa disuruh pun banyak orang yang menyukainya, banyak orang yang mencintainya dan menyayanginya. Dan aku? Aku hidup didalam sebuah penyakit yang aku juga tidak tau kapan aku akan terbebas dari penyakit ini. Tapi kenapa Fahri begitu jahat menganggap penyakitku hanya khayalanku saja, sungguh saat ini aku hanya ingin menangis melihat tanggapan Fahri terhadap penyakitku

"Adee..." Aku mendengar suara orang yang aku rindukan saat ini. Viola, ya Viola adalah kakakku, dia yang selama ini selalu ada di saat aku sangat terpuruk, walaupun kakakku sudah melarangku untuk tidak menyusul Fahri ke Indonesia dan menetap di Mesir, aku masih tetap keukeuh pergi meninggalkan kakakku sendirian

"Kakak.." Ujarku lirih, aku tidak bisa menahan air mataku ini, aku sangat butuh pelukkannya saat ini

"Apa kaka bilang, dia itu nggak cinta sama kamu Sofie, kenapa kamu memaksakan kehendak Tuhan?" Ujar Viola sambil merangkul tubuhku

"Aku cinta kak sama dia, aku sangat mencintainya" ujarku di sela tangisanku

"Apa ini yang namanya cinta? Hanya kamu yang merasakan sakitnya? Tetapi orang yang kamu cintai tidak? Fahri itu sudah mempunyai Annisa Sof, dia tidak menganggap kamu ada sekuat apapun kamu bertahan kamu akan terjatuh juga tanpa adanya sandaran" ujar Viola sambil terus menasihatiku

"Aku terima dia seperti ini, tapi yang aku tidak terima, kenapa dia beranggapan kalau penyakitku ini hanya khayalanku kak? Apakah aku sangat dia benci sampai semua yang keluar dari mulutku ini dianggap bohong sama dia?" Tanyaku yang hnya diberi pelukan erat oleh Viola

"Aku yang akan bicara dengan Fahri sof" aku mendengar suara orang yang selalu membuatku makan hati

"Tidak perlu, biarkan dia tau sendiri bahwa ada seseorang yang tulus mencintainya, setulus istri pertamanya" jawab Viola yang menggantikanku menjawab ucapan Annisa

"Aku tidak tau lagi harus berbuat apa agar mata Fahri terbuka untuk menerimamu seperti dia menerimaku Sof" ujar Annisa dengan wajah sedihnya

"Tidak akan bisa Annisa, Fahri tidak akan bisa menerimaku seperti dia menerima istri pertamanya, karna apa? Karna dia hanya mencintaimu, bukan aku, disini aku yang selalu salah dimata Fahri An, kamu yang selalu dia nomor satukan, disini aku yang harus belajar sepertimu, aku harus belajar seperti Annisa Syiva Alza Fatimah, disini aku yang harus menutup auratku, sangat tertutup sampai tidak ada celah sepertimu, dan kamu tau bagaimana sakitnya jika cintamu bertepuk sebelah tangan? Ya aku tau kamu tidak tau, karna kamu tau Annisa, FAHRI SANGAT MENCINTAI KAMU!! Dia sangat menjaga kamu!! kamu tau percakapan aku dengan dia di rumah sakit kemarin bagaimana? Aku ingin meminta Fahri meyelenggarakan resepsi pernikahan kami tapi apa pendapatnya, dia mengajukan saran yang mungkin dua dari tiga saran itu sangat tidak masuk akal, kamu tau apa yang diajukan Fahri dengaku? Dia menyuruh aku untuk menjagamu dan tidak mengancammu dengan penyakit khayalanku An, kamu tau betapa sakitnya hati aku karna Fahri menganggap penyakitku ini karna khayalanku? Sakit Annisa sakit. Sekarang aku minta kamu keluar dari sini, aku mohon Annisa keluar" ujarku sambil membukakan pintu untuk menyuruh Annisa keluar

🌵🌵🌵

Annisa POV

Aku baru tau sekarang, ternyata Sofie tidak sejahat yang aku pikirkan, dia tidak sekejam bayanganku. Aku yakin Sofie adalah wanita yang kuat sangat kuat, bahkan lebih kuat dari aku, Umi ataupun Bunda dia sangat bisa menahan semuanya sendirian, menyimpan semuanya sangat rapi sampai orang pun tidak mengetahui bahwa dia sakit

"Fahri.." Panggilku, entah setelah mendengar ucapan Sofie tadi aku jadi malas melihat Fahri

"Ya?" Tanya nya yang duduk disampingku

"Kamu bicara apa sama Sofie?" Tanyaku langsung, aku hanya ingin tau apakah benar Fahri berbicara seperti itu?

"Dia ngadu ke kamu? Benar dia itu tidak bisa di percaya An, dia bicara apa saja ke kamu?" Tanya Fahri, kenapa dia memutar fakta?

"Aku cuma tanya, kamu bicara apa sama Sofie?" Tanyaku lagi kenapa dia sekarang ini sering mengganti topik?

"Aku hanya berbicara sama dia, kalo jangan ganggu kamu dengan khayalannya, apa aku salah?" Tanya nya, memang tidak tapi entah kenapa aku nggak suka caranya

"Kamu harus minta maaf sama Sofie" kataku sambil memegang tangannya

"Untuk apa?" Tanya nya, aku hanya ingin Fahri menerima Sofie apa itu salah?

"Karna Sofie istri kamu, tanggung jawab kamu, makmum kedua kamu, bidadari surga kamu, teman di akhirat kamu, pendamping hidup kamu Fahri" jawabku, serak? Ini hanya efek batuk

"Kamu yang jadi bidadari surgaku, kamu makmumku, kamu pendampingku, kamu teman di akhiratku bukan dia An, hanya kamu, kamu" ujar Fahri dan memelukku, airmata? Sudah keluar sedari Fahri menjawab ucapanku

Sofie POV

Begitu menyakitkan bukan? Aku seperti duri dalam daging pernikahan mereka, Fahri hanya menganggap Annisa tidak denganku, aku harus apa? Aku harus bagaimana? Tuhan aku tidak sanggup melihatnya

Cinta Dua Hati [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang