Annisa POV
"Tetap seperti ini ya sayang..."
Aku mendengar kata itu, kata yang selalu aku dengar dari Fahri, yang membuatku selalu tetap seperti diriku sendiri, tapi kata itu seakan tertuju kepada yang lain. Tidak tertuju kepadaku, aku muna, aku sakit, pertahanan yang aku buat runtuh, egoku menang, aku masih belum terima, semua ini terlalu cepat."An.." Panggil seseorang, Viola kaka Sofie, mau apa dia kesini?
"Yaa?" Jawab ku lalu segera menghapus air mataku
"Aku minta maaf, aku minta maaf untuk ke egoisan Sofie, kamu tau An? kebahagiaan Sofie ada pada Fahri, dia sangat mencintai Fahri. Aku tidak menyuruh mu untuk meminta cerai dengan Fahri, tapi tolong mengerti keadaan Sofie, aku minta tolong untuk membahagiakannya An, tolong bantu aku membuat senyum tulusnya kembali. Hanya kamu yang bisa melakukan semua itu, tolong bicara pada Fahri untuk memperlakukan Sofie seperti Fahri memperlakukan mu, dengan kelembutan, dengan kasih sayang, aku janji setelah semuanya kembali seperti dulu aku akan membawa Sofie pergi jauh dari kehidupan kalian" ujar Viola sambil menangis, aku ingin.. tetapi menyuruh Fahri memperlakukan Sofie sama seperti dia memperlakukan ku akan membuat aku cemburu, sakit hati. Tapi aku tidak boleh kalah dengan ego ku aku harus ikhlas
"InsyaAllah, aku nggak janji kak, aku akan berusaha tapi aku nggak bisa untuk menjanjikan ini" jawabku dengan serak, sampai kapan harus menahan air mata ini?
"Terimakasih, aku akan berusaha untuk membujuk Sofie pulang ke Mesir" katanya sambil memegang tanganku
"Tidak, Sofie sudah menjadi istri Fahri, tanggung jawabnya bukan di kakak, tapi di Fahri, dan yang berhak menentukan pergi atau tidak itu Fahri" jawabku tegas, mau bagaimana pun Sofie tetap tanggung jawab Fahri dan Fahri harus berlaku adil
"Yasudah, aku pergi dulu, terimakasih An, hatimu sangat lembut aku tau itu, aku sangat berterimakasih sudah berusaha berkorban demi adikku" ujar kak Viola dan berlalu pergi
Lembut?
Mungkin untuk banyak orang yang melihat diriku seperti itu, lembut, tapi hati ini? Aku sudah tidak tahu lagi sekarang berbentuk apa? Apa masih untuh atau hanya tinggal serpihan. Yang aku tau aku harus kuat dan harus bisa menjalani ini dengan ikhlas, aku harus ikhlas
🌵🌵🌵
Sofie POV
Sayang? Ada apa dengan Fahri? Kenapa dia? Kenapa dia pintar menerbangkanku, aku tidak tahu sampai kapan Fahri akan membuatku terbang, entah itu semakin tinggi atau semakin rendah, entah aku akan terjatuh dia atas awan atau diatas bumi, aku takut Fahri hanya membuatku melayang lalu menjatuhkanku dengan kenyataan, aku takut, sangat takut

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Dua Hati [REVISI]
Spiritual[WARNING!! SEBAGIAN CERITA DI PRIVATE FOLLOW ME IF YOU WANT TO SEE A FULL PART!!] Ketika cinta itu datang, aku bahagia namun kenapa harus ada cinta yang lain - Annisa Syifa A Berusaha untuk adil dan menyatukan mereka, tapi kenapa tidak bisa - Fahri...