25 (Ending)

9.8K 132 4
                                    

Annisa POV

Akhirnyaaa setelah pernikahan itu kita semua sudah menjalani hidup kita masing-masing. Aku dengan kesibukan aku sebagai Ibu Rumah Tangga sekaligus dokter kandungan, dan Sofie dengan kehidupan barunya bersama Azzam yang memilih menetap di Bali. Semua ini pasti sudah Allah atur, di mulai dari pertemuan aku dengan Fahri di Cairo, Sofie dan Azzam itu bukan suatu kebetulan bukan?
Allah memang mempunyai rencana yang indah

"Assalamualikum"

"Waalaikum salam, ehh ada onty Sof? Tumben nih ke Jakarta" kataku setelah tau yang datang ke rumah adalah Sofie dan Azzam

"Iya dong, mau kasih hadiah sama my queen" kata Sofie sambil menggendong baby Ziya. Iya hari ini milad pertamanya baby Ziya, dan kita udah sepakat kalo kita ngadain syukuran kecil-kecilan buat ngerayain miladnya baby Ziya

Aku sama Fahri udah sepakat kalo kita gak mau di biasain untuk ngadain acara yang gak sesuai syariat. Banyak cara untuk menghargai bertambahnya umurkan? Dan ini cara kita untuk menghargai bertambahnya umur baby Ziya

"Ayo masuk onty uncle, Ziya lagi rewel nih.. biasa tambah umur tambah pinter" kataku sambil mengajak masuk Sofie dan Azzam

"Bi ada tamu jauh nih" aku memanggil Fahri

"Wihhh.. pak dokter jauh-jauh dari bali akhirnya dateng juga" kata Fahri setelah melihat siapa yang datang

"Oke oke, mumpung masih sepi karna acaranya juga belum mulai dan kita datengnya kepagian, gimana kalo sekarang kita tentuin siapa nama tetap si baby Ana" kata Sofie menengahi obrolan Azzam dan Fahri

"Aku tetep mau panggil baby Ziya" kataku

"Zahra dongg, biar sifatnya seperti Fatimah Az-Zahra RA" Fahri ngambil suara

"Terus aku apa?" Tanya Azzam bingung

"Udah kamu ikut aku aja Zam" ajak Fahri

"Jangan, kamu ikut aku aja" Sofie angkat suara

"Jadi yang bener yang mana nih? Ana, Ziya apa Zahra?" Tanya Fahri menengahi

Emang nama lengkapnya siapa si?" Tanya Azzam bingung

"Mediana Raziya Az-Zahra" kata ku sambil melihat baby Zee di ayunan

"Oke, kalo gitu aku mau panggil dia Diana" kata Azzam

"Bener itu An, Diana aja" kata Umi yang mendengar perdebatan kami

"tapi Annisa maunya panggil Ziya" kataku sambil keukeuh dengan nama yang dulu

"udah Diana aja, Abi setuju kok sama Umi" kata Abi sependapat

"Abi, gimana dong?" tanyaku minta dukungan Fahri

"Yaudah Diana aja, bagus" kata Fahri setuju

"kamu Sof?" tanyaku lagi

"Aku kan harus ikut suami, lagian nama Diana itu bagus kok An, nanti aku bisa panggilnya Dian" kata Sofie

"Hmm... Yaudah deh, aku ikut aja" kataku nyerah

Ini adalah kebahagiaan ku, walaupun tertunda tapi aku yakin Allah sudah merencanakan ini untukku. Aku bahagia, dan aku bersyukur untuk itu. Aku akan terus menjaga keluargaku, karna aku cinta dan aku menyayangi mereka.

Author POV

Akhirnya, inilah akhir dari perjuangan seorang wanita, memilih bertahan walaupun menyakitkan, memilih mengalah walaupun harus berkorban, seperti emas, semahal apapun berlian dan intan, emas adalah sebuah perhiasan yang banyak diminati walaupun emas sangat sederhana. Hidup harus rela berkorban bukan? ketika kita ingin bahagia, maka masa lalu harus jadi korban untuk masa depan. Dan masa ini akan jadi masa yang indah yang akan di kenang di masa yang akan datang

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Hay, Assalamualaikum... ^^

Akhirnya, dengan penuh perjuangan dan drama yang panjang, cerita ini terselesaikan.. Alhamdulillah, makasih untuk kalian yang udah support aku dari awal nulis cerita ini dan sampai detik ini..

Thx untuk kalian yang udah mau vote cerita aku dan ngasih waktu kalian untuk baca cerita aku

Thx untuk para readers yang gak sengaja ketemu dan gak sengaja mereka bilang cerita aku bagus, i'm so happy

Thx for your time, terimaaaaa kasihhhhh sekali untuk kalian yang bener2 ada buat aku, you are my encouragement to always make a new story...

Terima kasih sekali,, untuk kalian aku bangga sama kalian

see you on next project,,

Wassalamualaikum

Cinta Dua Hati [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang