11

3.3K 104 1
                                        

Halloo readers setia fahri-annisa. Maaf yaa aku gantungin cerita aku yang ini, karna kalian tau lahh aku masih pelajar yang numpuk banget sama tugas sekolah. Aku tuh jarang upload cerita ini karna aku nunggu vote dari kalian. Apasalahnya sih pencet yang gambarnya bintang di bawah itu? Harus aku ajarin. Maaf yaa buat readers aku cuma mau kalian hargain kerja keras aku yang udah puter otak buat bikin cerita ini. Yang jauh dari kata SEMPURNA jadiii buat kaliaann kalo mau di hargain hargain dulu orang lain

Okee happy readingg :D

*************************************

Annisa POV
Aku memutuskan untuk pergi meninggalkan Fahri dan kabur kerumah Abi.. Katakanlah aku egois, aku bukan istri yang selalu mendukung suami atau apapun itu, yang ingin aku lakukan hanyalah menceritakan semuanya dan aku butuh pundak untuk bersandar yaitu orang tuaku.

"Assalamualaikum.. Abi" jawab ku saat mengetuk pintu rumah Abi

"Waalaikumsalam, Annisa, kenapa kamu malam-malam kesini?" Tanya umi yang membukakan pintu. Aku hanya membalas perkataan umi dengan senyuman yang harus kubuat setulus mungkin sebelum umi tau alasan aku datang ke rumah umi malam-malam seperti ini.

"Annisa. Kenapa kamu kesini nak?" Tanya Abi

"Nisaa... Hmm.. Nisaa lagi mau main aja bii" jawabku dengan ragu

"Jangan bohong nak.. Abi tau kamu tidak ingin hanya sekedar main kesini" jawab Abi yang mengetahui kebohonganku. Ingin rasanya aku memeluk Umi dan Abi dan menceritakan semuanya yang aku alami, tapi aku harus diam dan tidak membuka aib keluargaku

"Bii Nisa cape, boleh nisa istirahat dulu sebentar di kamar, besok InsyaAllah Nisa akan ceritakan semuanya kepada Umi dan Abi" pintaku kepada Abi dan hanya di beri anggukan oleh Abi dan Umi

"Yasudah kamu pergi tidur sana. Abi tunggu setelah solat subuh besok" perintah Abi

"Iya bi" jawabku

Setelah salat subuh..

"Annisa coba jelaskan apa yang terjadi antara kamu dan Fahri?" Tanya Abi setelah aku melepas mukena yang aku pakai

"Abi, jangan langsung di tanya seperti itu Annisanya" jawab Umi yang membelaku

"Biar saja Umi, Nisa tau keputusan Nisa salah untuk pergi ke rumah Abi. Tapi Nisa butuh kalian untuk menenangkan Nisa dari Fahri dan wanita itu" jawab ku yang merasa hatiku sakit kalau aku menyebut nama wanita itu

"Wanita siapa Nisa?" Tanya Abi yang penasaran

"Wanita itu bernama Sofie bi..." Lalu aku menceritakan semua yang telah aku alami saat ini. Sampai aku melihat Umi yang menangis sambil memelukku

"Panggil Fahri kesini mi. Abi ingin bicara pada dia sekarang" Abi membuka suara setelah aku menceritakan semuanya. Dan yang membuta aku kaget saat Abi meminta Umi untuk memanggil Fahri

"Abi Nisa mohon, jangan panggil Fahri kesini bi. Nisa mohon" pintaku yang memohon pada Abi

"Tidak bisa Nisa. Yang harusnya menceritakan ini semua iru suamimu bukan kamu, yang seharusnya pergi itu bukan kamu nak. Tapi suamimu" jelas Abi yang langsung di beri anggukan setuju Umi

"Annisa pergi bukan untuk menghindar Abi.. Nisa pergi untuk menenangkan diri Nisa setelah pengakuan yang mereka berdua lakukan. Hati Nisa sakit bi setelah Nisa tau masalalu Fahri" ujarku yang kembali menangis

"Itu sudah menjadi kewajibanmu untuk menerima masalalu suamimu nak, kamu harus menerima kekurangan suamimu" ujar Abi

Tok..tok..tok..

"Maaf bu, di luar ada mas Fahri" ucap mba Inah setelah membukakan pintu untuk orang yang mengetuk pintu

"Fahri? Mau apa dia kesini?" Tanyaku dalam hati

"Dia kesini untuk menjemputmu Nisa.." Jawab Umi yang sepertinya tau apa yang aku ucapkan

"Pergi.. Temui suamimu. Bicarakan semuanya dengan baik-baik" ucap Umi

Setelah aku menuruti perkataan Umi aku pergi kekamar untuk memakai kerudung dan langsung menemui Fahri di ruang tamu

"Annisa..."

**************************************

Hayyy aku sampai sini dlu yaa updatenyaa imajinasinya cuma sampe sini

Stay terus sama cerita abalku yang absurd...

Cinta Dua Hati [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang