Chapter 4: Sweet Effect

2.1K 244 18
                                        

Sunday, 2.00pm

"nyoung-ah, kau dimana?"

"...."

"bisa kau temani aku sekarang?"

"...."

"aku di X-café, dipertigaan jalan menuju sekolah."

"...."

"ok, aku tunggu. Cepat.."

Telepon ditutup sebelum bambam menyelesaikan kalimatnya. Ini sudah menjadi kebiasaan jinyoung, sedikit kesal memang, tapi mau bagaimana lagi, semua orang punya kebiasaan masing-masing kan? Bambam cukup memaklumi itu.

Bambam memesan sebuah cake coklat sedang dengan sedikit keju diatasnya, dan segelas Vanilla latte sebagai minumnya, menunggu kedatangan sahabatnya yang ia telpon 10 menit yang lalu.

"ya, kenapa ini tidak ada rasa manisnya? Latte ini juga seperti kurang gula"

"huuhh, tetap tidak ada rasa apa-apa" bambam menyerah setelah ia memaksakan diri untuk menghabiskan kue dihadapannya.

"yaaa, ada apa dengan lidahku.. kenapa ini tidak bisa merasakan apa-apa sekarang" rengek bambam pelan sambil mengacak rambutnya frustrasi.

Bukan apa-apa, setelah kejadian kemarin siang, bambam mendadak kehilangan indera perasa manisnya yang membuat ia kesal. Kesal karna ia tidak bisa merasakan apapun sekarang, lidahnya seperti menginginkan rasa manis yang 'lain' selain dari makanan dan minuman manis yang selama ini memuaskan lidahnya.

Mark, iya mark. Bambam terus menyalahkan orang itu, orang yang membuat bambam kehilangan dunia manisnya, orang yang mencuri first kiss nya, orang yang menghilangkan rasa dilidahnya. Siapa lagi yang pantas disalahkan selain mark?

"aaahhh, kenapa wajah anak sialan itu terus datang dikepalaku" bambam kembali merengek menghentak-hentakkan kakinya

"nyoung-ah, kau dimana? Kenapa lama sekali? Aku tidak tahan menahan ini sendirian" lanjutnya merengek, lagi.

Another side

Jinyoung tiba didepan café yang ditunjukkan bambam lalu memarkirkan motor sportnya disana. Tapi selangkah lagi ia meninggalkan parkiran, ia melihat seseorang yang tidak ia duga sebelumnya.

"Mark.." ucapnya pelan

"mau apa dia disini?" gumamnya lagi

Jinyoung memutuskan untuk melihat gerak-gerik mark terlebih dahulu, memastikan ia tidak tau kalau bambam juga disini. Dan sekarang terlihat mark sedang menelpon seseorang, yang tentu saja jinyoung tidak tau siapa itu.

'dia punya janji dengan seseorang' itu dugaan jinyoung sekarang.

"hei" jinyoung yang entah sejak kapan ada dibelakang mark, memberanikan diri menepuk pundaknya.

"ka.. kau?" ucap mark terkejut melihat orang yang ada dihadapannya sekarang

"sedang apa kau disini?" ucap jinyoung to the point

"bukannya aku yang harusnya menanyakan hal itu? ck, kau sama saja dengan temanmu yang suka menguntit itu"

"apa kau bilang? Wahh mark-ssi, kau berani sekali diluar sekolah. Dasar anak D" balas jinyoung

"tidak usah membawa-bawa kelas jinyoung-ssi, aku bahkan meragukan kejeniusan temanmu sekarang"

'tidak, jangan bilang bambam benar-benar mengakui kekalahannya didepan orang ini, tidak mungkin bambam menjatuhkan reputasinya, itu tidak mungkin' jinyoung sibuk dengan pikirannya sendiri

"tapi kau tidak usah khawatir jinyoung-ssi, aku tidak akan memberi tau siapapun kalau dia gagal memenuhi permintaanku..."

Jinyoung menatap mark serius menunggu kalimat yang akan mark keluarkan selanjutnya

Sweet // MarkbamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang