“Hey, kau haus tidak? Aku mau membeli minum, apa kau mau juga?” Selena bertanya kepada Demi yang sedang tampak serius membaca novel tebal di tangannya. Demi tidak menjawab pertanyaan Selena itu.
“Dem? Kau haus tidak?” tanyanya lagi.
“Hmm..” sahut Demi tanpa menoleh sedikitpun. Matanya masih terfokus pada tulisan-tulisan di novel itu.
“Baiklah. Aku tinggalkan kau di sini, ya? Aku tidak akan lama.” ujar Selena.
“Hmm..” sahut Demi lagi. Selena beranjak meninggalkan Demi di sebuah bangku panjang yang terletak di samping perpustakaan. Mereka memang baru saja keluar dari perpustakaan, untuk mencari buku pelajaran yang pada hari Senin nanti akan diujikan. Setelah menemukan bukunya, Demi mengajak Selena untuk duduk dulu di bangku itu karena Demi ingin menyelesaikan membaca novelnya yang sudah seminggu ini belum sampai tamat juga ia baca. Bukan cara membaca Demi yang lamban, tapi kegiatan perkuliahannya memang selalu menghalangi untuk membaca novel itu. Makanya ketika ada waktu luang seperti ini, Demi memanfaatkannya untuk melanjutkan membacanya.
Demi sangat gemar membaca novel. Jika sudah dalam keadaan membaca seperti ini, tak ada yang dapat menganggunya. Ia focus dalam cerita, bahkan mungkin sampai terbawa ke dalam ceritanya saking menghayati. Sekarang novel yang sedang dibacanya sudah hampir tamat. Adegan di dalamnya sedang memasuki peristiwa yang menyedihkan. Terlihat dari kedua bola mata coklat Demi yang sudah mulai berkaca-kaca. Demi terus membaca novel itu tanpa mempedulikan keadaan sekitar. Mungkin yang Demi rasakan saat ini adalah hanya ada dia dan buku novel itu. Air mata Demi mulai menetes karena kesedihan di dalam cerita sudah hampir pada klimaksnya. Kalimat demi kalimat ia baca dengan penuh penghayatan dan keseriusan. Sampai akhirnya ia sampai pada kalimat terakhir dalam cerita, yang membuatnya semakin menangis kejar.
Demi menutup novel itu dan memeluknya, menangis semakin tersedu. Ternyata novel itu berakhir dengan sad ending. Jadi, novel itu menceritakan tentang seorang gadis remaja yang selama hidupnya dipenuhi dengan kesedihan. Tapi ia tidak menjalani kehidupan pahitnya itu sendirian, ia mempunyai seorang sahabat yang selalu ada menemani dirinya. Sahabatnya adalah seorang lelaki seumur dengannya. Gadis ini menaruh hati pada sahabat dekatnya tersebut, tanpa ada seorang pun yang tahu. Hidup gadis itu semakin kelam ketika sahabatnya divonis mempunyai penyakit keras yang tidak dapat disembuhkan. Dan di akhir cerita, sahabatnya itu meninggal dunia. Dihari yang sama saat sepeninggal sahabatnya, gadis itu menemukan sebuah buku diary milik sahabatnya itu. Ia membacanya sampai habis dan dapat menyimpulkan bahwa ternyata sahabatnya itu juga mempunyai perasaan cinta terhadapnya. Sungguh kisah cinta yang tragis. Dua orang yang saling mencintai tapi tak dapat kesempatan untuk bersatu. Itulah akibatnya jika perasaan cinta yang tidak diungkapkan. Hanya tersisa penyesalan yang sebenarnya tidak berguna. Demi masih menangis sambil memeluk novel itu. Ia sangat mendalami ceritanya. Tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika hal itu terjadi pada dirinya. Jangan sampai terjadi.
“Demi? Hey, kau kenapa? Ada apa?” tiba-tiba Niall duduk di samping Demi dan merangkul tubuhnya. Niall tadi hanya lewat hendak kembali ke Asrama. Namun dirinya menangkap Demi yang sedang menangis tersedu. Ia pun tanpa ragu langsung menghampiri Demi.
Demi agak terkejut akan kehadiran Niall. Tapi rasa sedihnya belum hilang. Ia masih melanjutkan tangisannya tanpa menjawab pertanyaan dari Niall.
Niall merasa sangat khawatir dengan keadaan Demi ini. Ia bingung harus berbuat apa. “Sudah, tidak apa-apa jika kau ingin menangis. Aku ada di sini bersamamu.” ujar Niall membawa Demi jatuh ke dalam dekapannya. Demi masih menangis. Sebenarnya dia bingung kenapa Niall sampai sekhawatir itu. Padahal ia hanya menangis karena sebuah cerita, bukan masalah. Tapi Demi tidak menghindar dari dekapan Niall. Menangis dalam posisi ini memang sangat nyaman. Beruntung Demi mendapatkan sandaran untuk ia menumpahkan semua air matanya. Niall pun rela bajunya basah, asalkan itu bisa membuat Demi tenang.
YOU ARE READING
Unexpected (Completed)
FanfictionSekelompok gadis remaja "anti-popular" yang bersahabat, Autumn Styles, Demi Lovato, Miley Cyrus, Selena Gomez, Perrie Edwards, dan juga Eleanor Calder, harus terbiasa dengan keberadaan pria-pria popular di kampus mereka. Seperti julukannya yang anti...
