23

64.2K 1.8K 21
                                        

Megan POV

1 bulan kemudian

Sudah 1 bulan berlalu setelah aku bebas dari penjara dan aku masih belum dapat pekerjaan. Ini tidak semudah yang kufikirkan. Mereka selalu meminta surat pengalaman bekerja. Walaupun aku mampu tapi mereka meminta surat resminya. Sedangkan aku tidak bisa meminta ke CC Factory Sungguh merepotkan.

Aku membeli sebuah koran lokal dan aku melingkari beberapa pekerjaan yang berbeda. Dua diantaranya adalah menjadi pelayan di restoran lokal. Aku yakin aku akan mendapatkan panggilan kembali dari salah satu atau keduanya tetapi aku tidak yakin ingin bekerja di sana.

Sebenarnya Aku mau jika hanya itu semua yang tersedia sekalipun. Tapi dengan keadaanku sekarang aku harus mencari pekerjaan yang lain karena yang kubutuhkan tak hanya tips tapi pekerjaan tetap.

Setelah seharian mencari dengan hasil nihil. Aku mampir membeli capuccino dingin untuk membasahi tenggorokanku yang kering. Aku duduk di meja lurus didekat jendela supaya bisa menatap aktifitas diluar.

Seorang pria duduk disebelahku dengan membawa laptopnya dan berbicara dengan marah marah diponselnya.

"Haduh harus dimana aku mencari sekertarist lagi. Siapa yang tahan dengan boss yang galak seperti itu" dia memegangi kepalanya.

Aku mencium ada sebuah pekerjaan untukku.

"Permisi apa anda memerlukan seorang sekertarist?"

Dia melihatku dari atas dan bawah dan mematikan ponselnya. "Ya memang anda bersedia?"

"Saya bersedia"

"Tapi Boss saya sangat galak. Sudah tua juga. Tidak ada yang lebih dari 2 hari bekerja dengannya" jelasnya.

"Aku butuh pekerjaan untuk tetap hidup" jawabku singkat tapi bisa membuat dia mengerti

"Baiklah kalo kamu mau mencoba bawa CV mu besok kesini" dia menyerahkanku sebuah kartu nama.

"Apa ada persyaratan khusus? Seperti pengalaman bekerja?" Aku tak ingin nanti sampai sana harus kecewa jika tidak bisa menunjukkannya.

"Kamu bisa mengoprasionalkan komputer?" Tanyanya tegas

Aku mengganguk

"Internet?"

Aku mengangguk

"Ya sudah, kamu akan interview besuk. Percuma kalau punya pengalaman kerja banyak tapi tak bisa menghadapi orang tua itu"

"Terima kasih banyak" aku tersenyum gembira.

Dia segera pergi meninggalkanku di cafe itu. Aku tak peduli seberapa galak Bossku nanti yang pasti aku punya pekerjaaan.

Ponselku berbunyi dan aku melihat nama Brenda dilayarnya. Dia satu satunya yang tahu nomer ponselku yang baru.

"Ya Brenda"
"..."
"Maaf Brenda tapi besok pagi ada Interview"
"..."
"Baiklah aku mau kalau hanya 1 jam "
"..."
"Oke Bye"

Jam 11 malam Brenda sudah menjemputku. Brenda memintaku untuk bekerja menari di pesta orang kaya menggantikan temannya yang sedang sakit.

Dia sudah dikontrak membawa 10 orang karena dia sudah menerima uangnya jadi dengan terpaksa dia merengek kepadaku agar aku mau membantunya.

"Terima kasih Megan. Kamu penyelamatku. Aku akan membayarmu lebih nanti"

"Tapi aku tak ingin mereka tahu wajahku"

"Tenang saja cantik, ini" dia memberiku sebuah topeng yang hanya menutupi mataku.Sebenarnya aku enggan melakukannya ini semua karena balas jasa Brenda.

SeXy LiaRTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang