7

604 56 1
                                        

Author POV

"Kau mengenal Miura Haru?"

"Kenapa?"

"Dia pengusaha muda dan sangat berpengaruh di dunia bisnis, tapi aneh nya belum pernah ada yang berhubungan langsung dengannya. Semua pebisnis hanya berhubungan dengan sekretaris yang sudah dipercayakan nya untuk mengelola perusahaan"

"Alasan nya?"

"Tidak penting alasan di baliknya, tapi ada informasi yang lebih menarik dari itu"

"Apa?"

"5 tahun yang lalu, dia salah satu anggota khusus yang bertugas menyelidiki kecelakaan yang menimpa mu dan Ny. Asami"

"Kau...yakin?"

"Ya, 90%. Aku sudah mengkonfirmasi kebenarannya. Tapi aneh nya, di tengah-tengah penyelidikan ia mengundurkan diri dan sekarang menjadi pengangguran. Kerjaannya hanya mengawasi kemajuan perusahaan dari jauh. Tak ada satu orang pun yang tau ia dimana saat ini. Semua orang yang bekerja di perusahaan bahkan orang-orang yang berhubungan bisnis dengan nya tak pernah mengetahui bagaimana rupa nya. Bahkan di database kepolisian semua data nya sudah di hapus"

"Kenapa mengundurkan diri?"

"Itu juga yang menjadi pertanyaan ku, tak ada yang tau alasan pastinya kecuali kau tanya kan langsung pada nya"

"Mengenai orang tua atau keluarga nya?"

"Tak ada informasi apa pun mengenai keluarga nya. Seolah-olah ia melenyap kan jati diri nya"

"Lalu Devian?"

"Kalau masalah itu untuk sementara belum ada kepastian yang jelas. Ngomong-ngomong kenapa kau meminta ku datang dan mencari tau tentang mereka?"

"Kau tau dimana Devian sekarang? Kau sudah mencari tau keberadaan paman ku?"

"Sudah dan kau terperangkap dalam permainannya"

"Sudah ku duga"

"Memang benar Devian yang merencanakan penculikan itu, tapi yang mereka temui bukan Devian yang asli melainkan orang suruhan nya yang selama ini berpura-pura mengaku sebagai diri nya"

"Jadi kau tidak bisa mencari tau keberadaan paman ku?".

"Maaf kan aku, ini sangat sulit. Tenang saja kemungkinan besar ia tidak akan dibunuh. Kau pasti tau motif nya dan bagaimana watak Devian"

"Hmmm..."

"Bersabar lah, sedikit lagi kita bisa bertemu dengan nya dan mengungkap kan kebenaran"

"Ku rasa akan sedikit sulit"

"Ya kau benar, aku tak punya ide"

"Bukan kah sudah cukup jika aku berhenti bersembunyi? Pria itu juga sudah tau kalau aku masih hidup"

"Tapi dia belum tau rupa mu yang sekarang"

"Devian itu sangat cerdas, aku ragu jika dia belum mengenali wajah ku"

"Ya aku juga sudah mempertimbangkan kemungkinan itu terjadi. Jangan gegabah, lawan kita cukup berat"
"Pulang lah, aku harus memastikan sesuatu"

"Kau..."

"Tenang saja, aku akan memberitahu mu nanti. Kali ini aku tidak akan gegabah"

"Baiklah. Kabari aku secepat nya. Aku pulang dulu"

"Hati-hati"

*****

Haru POV

Give Me One Last ShotCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang