21

1.2K 46 20
                                        

Author POV

Pihak kepolisian telah memberengus sindikat kejahatan. Beberapa orang kepercayaan Takuya yang sempat melarikan diri juga mulai berhasil ditangkap. Beberapa public figure yang terbukti punya hubungan dengan yakuza juga dikecam dan dipecat dari pekerjaannya. Berdasarkan hasil medis Takuya dinyatakan memiliki gangguan psikologis dan telah lama menyandang status Psycopat. Maka tidak heran dengan tingkat kejahatannya selama ini. Selain itu anggota Yamazaki juga mengaku bahwa motifnya selama ini hanya bagaimana caranya mendapat uang tanpa ada rasa kemanusiaan sama sekali.

Tuan Hiroto dan Devian telah mendapatkan kembali nama baik mereka. Tidak hanya itu, Devian kembali mendapatkan posisinya di kepolisian dan ikut mengusut kasus ini sampai tuntas bersama Naoki, Kizzy, dan Shin yang memiliki tanggung jawab penuh.

Kehilangan Zora dan Rie Memang masih meninggalkan bekas, namun itu tak membuat orang yang ditinggalkan terpuruk dan berlarut dalam kesedihan. Menerima kenyataan dengan kehilangan ayah dan kedua kakak ditangan orang yang sama memang begitu memilukan, tapi juga melegakan sebab disaat bersamaan sang pembunuh juga pergi untuk selamanya. Kini hanya perlu meraih kesembuhan yang ditawarkan waktu, melepaskan, dan memulihkan diri dari rasa kehilangan.

*****

Haru POV

Sebulan berlalu, fakta, kebenaran, dan keadilan berhasil terkuak dan terselesaikan. Bukan berarti hidup ku juga aman, kebebasan ku juga berakhir. Aku mulai disibukkan dengan urusan perusahaan, ayah sepenuhnya memberi tanggung jawab tersebut pada ku. Devian bahkan tak ingin sejengkal pun menyentuh urusan bisnis membuatku kelimpungan membereskan semua masalah akibat ku tinggalkan beberapa bulan belakangan ini tanpa memberi kabar. Bisa disebut ini adalah sebuah hukuman untuk ku.

Meskipun disibukkan dengan urusan perusahaan aku tetap menikmati hari-hari ku, bagaimana tidak, perusahaan kini sudah bekerja sama dengan perusahaan Rie yang kini ditangani oleh Ara, dengan kata lain aku akan sering bertemu dengannya. Gadis itu menggantikan posisi Rie dan berperan sebagai dirinya. Hanya di dunia bisnis panggilan Rie berlaku, selain itu ia tetap dipanggil Ara atau dikalangan yakuza dikenal dengan nama Auro. Memegang 3 nama sekaligus, cukup merepotkan. Atau mungkin dia punya nama lain lagi? Aku belum menanyakan siapa nama aslinya sebelum kecelakaan itu terjadi.

"Kau mau kemana?" aku sedang berdiskusi dengan gadis itu di perusahaannya.

"Kau tidak lihat jam? Kita bisa membahasnya lain waktu, ini sudah malam"

Aku terkekeh. "Ku kira kau ingin bermalam dengan ku kali ini"

Ara tak menggubris, berlalu meninggalkan ku. Aku menyusulnya. Sikap gadis itu masih sama datar, ketus, dan dingin. Tapi tak menyurutkan kebiasaan ku untuk menjahilinya.

"Ku antar pulang" tawar ku

"Aku bawa..." ucapannya berhenti saat pandangannya fokus pada satu arah, ban mobil. Ia bersedekap."Ini ulah mu?"

Aku memasang wajah polos. "Bukan aku yang membocorkan ban mu" ia menghela nafas. "Naiklah" suruh ku seraya memberikan helm. Ya, memang aku yang melakukannya dan aku juga sengaja tak membawa mobil.

Sambil memberengut kesal ia menerima dan duduk di belakang ku. Senyum ku kembali terukir, aku tak bisa menghitung berapa senyum yang telah ku pamerkan setiap bersamanya.

"Pegangan yang kuat" teriak ku agak keras. Ara memelukku erat.

Kau tau kenapa aku senang menggunakan motor saat bersamanya. Artinya aku bisa mendapatkan pelukan darinya, pelukan yang memberi kehangatan dan kenyamanan secara bersamaan. Aku tak mengetahui perasaan apa yang dirasakannya terhadap ku, yang aku tau dia tak butuh perlindungan dari seorang pria, namun sebaliknya aku akan mengajarkan bagaimana cara ku melindunginya.

Give Me One Last ShotCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang