13

433 47 1
                                        

Setiap hari aku bertanya dengan pertanyaan yang sama, belum selesaikah takdir menguji keyakinan ku atas semua ke tidak benaran yang kau lakukan? Apa waktunya aku mempercayai semua fakta yang ada? Kau selalu bilang hati memang terkadang salah menilai, tapi kontak batin yang kita punya akan selalu benar. Dulu aku percaya jika kau yang mengatakannya, dan sekarang aku tetap percaya meski bukan kau yang mengatakannya. Sampai kapan takdir memberiku jawaban, bahkan mungkin takdir memang tidak membenarkan sisa keyakinan yang ku berikan pada mu.

Bagaimana hidup mu sekarang? Apakah lebih baik dari ku? Apa benar kau tak memiliki wajah yang sama dengan ku lagi? Jika ya, aku akan mentertawakan mu dan menyayangkan kau telah membuang wajah yang bisa menguntungkan mu dalam segala hal.

Dalam keyakinan yang masih sama, aku menunggu mu. Dengan sisa kebenaran, aku masih mempercayai mu. Di bawah langit dan hari yang sama, aku masih bersembunyi dibalik kenangan yang kau tinggalkan. Pulang lah, meski tak memungkinkan mu untuk pulang, aku tetap menunggu mu apa pun yang terjadi. Yakin kan aku lagi kau masih sama seperti sosok kakak yang ku kenal dulu.

*****

Author POV

"Kenapa Izuka menjadi tersangka?" tanya Shin polos

"Sudah berapa lama kau di kepolisian, itu saja tidak tau" bentak Kizzy kesal. "Saat membunuh Akira, mereka sempat berkelahi dan Izuka terkena luka tusukan"

"Bagaimana hasil penyelidikan kalian?" giliran Ara membuka suara

"Mereka tidak pernah melihat wajahnya, dia selalu menggunakan topeng" Naoki menghela nafas, mengusap kasar wajahnya. "Aku benar-benar frustasi, permainan mereka benar-benar bersih"

"Rasanya ingin berhenti, sudah 5 tahun kita melakukan hal yang sama terus menerus, yang kita temukan hanya bukti dasar dan pimpinan sampai sekarang belum mengeluarkan surat penangkapan dan penggeledahan pada kelompok Yamazaki dengan alasan itu sudah menjadi kebiasaan Yakuza melakukannya. Aku merasa jadi orang terbodoh menyelidiki kasus yang kita tau tidak akan selesai sampai kapan pun, kecuali kita mendapat kan bukti video bagaimana mereka melakukan pembunuhan. Hanya dengan kasus pembunuhan kita bisa mendapat surat penangkapan. Dan itu impossible" keluh Kizzy

"Kalian yakin dia tidak bekerja sama dengan Devian?" tanya Shin mengarah pada Haru

Kizzy melempar bantal pada Shin. "Berpikirlah yang logis, jika kami tidak yakin kami juga tidak akan mengajak nya bergabung. Kami sudah menyelidiki latar belakangnya"

"Lagi pula melalui Haru mungkin kita bisa mendapat petunjuk dan wajah mereka sama" lanjut Naoki

"Tapi dia sudah melakukan operasi plastik beberapa kali, kita tidak bisa fokus pada wajah Haru"

"Bagaimana keadaan Haru? Sudah 2 hari dia mengurung diri. Ku rasa Haru benar-benar tertekan"

"Ya, ku rasa juga begitu, berulang kali dia mendengar nama Devian dari mulut seorang pembunuh"

"Aku tidak sabar ingin menangkap Devian"

Hening.

"Seandainya bukan Devian pelakunya apa kalian akan tetap percaya bukti yang ada tanpa mencari bukti yang lain?" ketiganya serempak memandang Ara yang sedari tadi bungkam. "Seandainya aku membuat sebuah cerita. Ada seseorang yang sengaja menjebak Devian dengan menggunakan namanya, orang tersebut melakukan pembunuhan dan kejahatan lainnya dengan nama Devian, bahkan dia melakukannya dengan wajah yang dimiliki Devian agar semua kesalahan dan bukti ditujukan padanya. Semacam manipulasi dan orang-orang percaya bahwa Devian lah yang melakukannya, padahal orang lain"

Naoki menatap Ara curiga. "Apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan? Kau mengetahui sesuatu mengenai Devian?"

"Tidak. Aku hanya melogikakan keadaan. Lagi pula sampai detik ini saksi yang kita punya mengatakan kalau mereka tidak pernah melihat wajah Devian. Aku hanya mengandaikan sesuatu. Coba lah jangan terfokus dengan bukti yang ada. Kalian sudah lama di kepolisian, coba pikirkan kemungkinan yang lain"

Give Me One Last ShotCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang