Struggle

22.3K 706 46
                                        

Hayhayyyyy...
Ini cerita baru author yang kebetulan sedikit menyerempet dengan kisah nyata😂.
Semoga kalian suka yaa sama cerita baru author ini.
Semoga kalian suka sama cerita ini sama seperti kalian suka sama BDP😘😘😘

Tapi sebelumnya aku mau bilang makasih banget buat kalian yang masih mau baca cerita aku ini. Ya walaupun masih banyak kesalahan tapi aku bakal berusaha buat memperbaikinya ko😍😍😍

Semangat kalian tuh semangatnya authorr loh ya 😄😄😄
Yawdah deh langsung ajaa ya...
Cekidottttzzzz...
























06.50 wib.

Vivi baru saja turun dari angkutan umum tepat di depan sekolahnya itu, ia melangkah memasuki arena sekolah dengan semangat seperti biasanya. Ya, dia adalah Vivi Corinna Rineyka gadis periang dan kecantikannya yang sangat terkenal di SMA HARAPAN 1 jakarta pusat, saat ini ia masih menduduki kelas 3 SMA.

Tatapan vivi terhenti menatap sosok penyemangat setiap kali di sekolahnya itu. Dengan senyuman lebarnya gadis itu segera melangkah kan kakinya mendekat kearah gerombolan yang sedang bersantai di sisi lapangan sekolahnya.

" pagi Rava" sapa vivi pada sesosok pria yang hanya terdiam dan duduk tepat di bawah ring basket dengan kedua kaki yang ia tekuk.
Pria itu adalah Rava Tristianisdas.

Rava menoleh tanpa minat, pria itu menatap vivi dengan tatapan kedatarannya. Itu memang sudah biasa.

" tema pagi ini apa vi? Aelah jawab kali Rav ada yang nyapa tuh!" Tegur Tyo yang menyenggol lengan rava agar pria itu tak hanya terdiam seperti patung saja. Dia adalah Tyo Dinata, cowo terkocak dan terheboh di kelasnya sendiri. Eh jangan salah tyo cukup terkenal di penjuru sekolah ini ko.

Vivi tersenyum manis " cuma bawa bronies ko Yo, gpp ko gue udah kebal sama sikap dia" elak vivi menutupi kekecewaannya untuk kesekian kalinya karena ia belum mampu membuat Rava menyapa dirinya lebih dari sepatah kata pun.
" nih" vivi menyodorkan kotak makan berwarna pinknya itu kearah rava, senyumannya masih saja mengembang walaupun rava hanya meresponnya dengan tatapan tak suka terhadap vivi.

"Thanks vi" ucap Rizky yang menyambar kotak makan vivi dengan cepat karena rava hanya terdiam tanpa berniat untuk menerima kotak makan vivi setiap kalinya.

Vivi menghembuskan nafas kekecewaannya. Tapi ia terus mengembangkan senyumannya agar Rava tak melihat betapa kecewanya dirinya karena makanannya selalu saja di tolak oleh Rava.

" gue ke kelas ya. Rav? Jangan lupa di makan ya, gue buat nya susah tau semaleman" gurau vivi yang berharap agar rava sedikit memberinya senyuman geli untuknya. Tapi nihil, pria itu malah mengalihkan pandangannya menatap ke tiga sahabatnya yang kini tengah asik dengan kotak makan vivi dan menyerbu bronies yang vivi bawa.

"Tenang vi, nanti rava gua jejelin bronies lo biar dia rasain kalau bronies buatan lo itu emang juara banget dehh" ucap dimas dengan mulut yang telah di penuhi bronies bahkan di pipinya sudah di penuhi oleh sisa-sisa broniesnya.

Dengan senyuman yang sempat memudar pun seketika mengembang kembali. Ia terkekeh manis " abisin aja, tapi sisain buat rava ya gue tau di belum sarapan pastinya" ucap Vivi dengan terus menerus menatap rava yang kini tengah sibuk dengan ponselnya tanpa menggubriskan ucapan vivi sama sekali.
" gue kekelas ya" lanjut vivi yang sudah merasa putus harapan saat melihat tingkah rava semakin hari semakin membuatnya patah semangat.

Dengan berjalan pelan menjauhi sisi lapangan. Vivi pun berjalan menatap sepatu vans hitamnya dengan perasaan campur aduk.

Ini sudah 1 minggu ia menunjukkan sikapnya kepada Rava. Pria itu sangat tertutup sekali, bahkan pria itu berubah 180 drajat dari sifat aslinya. Dulu rava tak seperti ini, dulu rava terkenal akan kehebohannya, ketampanannya bahkan terkenal akan hubungannya bersama Aprillia Putri. Vivi sudah mengagumi Rava sejak masuk SMA dulu, vivi sering melihat rava yang terus saja bersama Aprillia setiap harinya. Ia tak tau jika mereka saat itu sudah mempunyai hubungan lebih dari kata temen. Hubungan mereka sangat terkenal di sekolahnya itu, rava cowo tipikal romantis itu mampu membuat semua kalangan wanita yang berada SMA Harapan 1 ingin sekali mendapati posisi aprillia saat itu. Terutama vivi. Hubungan aprilia dan rava yang sudah menginjak 3 tahun itu lenyap begitu saja.

PURPOSE (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang