Fragile

8.3K 513 27
                                        

Hey heyyy ketemu lagiiiiii...

Apa ada yang rinduu sama cerita ini? Coba yang rinduuu serindu apa kalian sama ceritaaa ini? 😂😂 Semoga kalian ga lupa sama alur rava sama vivinya yaa😄😄

Dan satu lagi, aku mau bilang makasih ya buat kalian yang udah /masih/mau ngevoteee cerita ini bahkan komen juga. Dukungan kalian jadi motivasi buat akuu😄😄😄 thankyouu all, ich liebe dich😘

Dan satu lagi yang terakhir. Buat kalian yang mau sharing purpose atau mau nanya apapun kalian bisa lewat kontak yang ada di bio aku ya.
Kalau lewat branda atau inbox aku ga bisa bales😧 maaf banget bukan sombong atau apapun itu beneran deh gada niatan buat ga bales chat kalian. Mendingan lewat akun sosmed pribadi aku aja ya. Cek bio okeeyy👌

Maaf ya kalau ceritanya gini-gini terus. Tapi semua aku lakuin buat ceritanya semakin kalian sukaiin lagi😄😄
Yawdah langsung aja yaaa.......

Budayakan vote terlebih dahulu😄😄
Cek BDP juga yaa👉 Deril
dan vivi menunggu di cerita sampingg hehe😄😄

Cekidottt











































12.15 wib.

Bel pulang sekolah telah berbunyi 15 menit yang lalu. Vivi masih sibuk membersihkan kelasnya, hari ini ia kebagian jadwal piket.

Setelah membersihkan kelasnya,
Vivi pun mengemasi buku-bukunya kedalam tas abu-abu. Sedangkan alvaro dengan setia yang terus menunggu vivi di ambang pintu, membiarkan vivi menyelesaikan tugasnya.

Drrt.... drttt...

Dengan malas vivi merogoh ponselnya di dalam saku seragamnya. Mendudukan kembali bokongnya di bangku, seraya mengabaikan alvaro yang mendecih kesal karena vivi yang kembali duduk di bangkunya.

RavaCogan.

Udah selesai piketnya? Gue tunggu di halte. Kita pulang bareng.

Seulas senyuman manis dan bahagia mengembang di bibir tipisnya. Memeluk ponselnya dengan erat, menahan pekikan kebahagiaan yang sudah tak bisa ia tahan sebenarnya saat melihat isi pesan dari rava.

Apa rava memerhatikannya sehingga ia tau jika vivi hari ini jadwal piketnya?.

Udah ko, aku kesana sekarang.

Send.... send...
Dengan cepat vivi membalas pesan rava. Memasukkan ponselnya kedalam saku seragamnya, menarik tasnya dan berlari untuk segera bergegas menemui rava.

" al al, gue duluan yaa? Rava ngajak pulang barengg" pekik vivi menggenggam tangan alvaro dengan penuh kebahagiaan.

Alvaro terdiam, kerutan di dahinya memudar saat mendengar pernyataan dari vivi.
" eum, yawdah. Hati-hati papoy" ucapnya dengan senyuman manisnya dan mengacak-acak rambut vivi dengan gemas.

Vivi mengangguk, dengan cepat vivi berlari meninggalkan kelasnya dan menghampiri rava yang sudah menunggunya di depan halte sekolah.

Suasana sekolah sudah sangat sepi, hanya ada beberapa anggota eskul yang masih bergentayangan disekolah hanya untuk latihan.

Rava tengah duduk di halte dengan motor ninja merahnya yang terparkir disisi halte. Dengan balutan jaket biru dongker lunturnya.

" udah lama nunggu? Maaf ya, baru selesai" ucap Vivi duduk di samping rava sembari menyembunyikan senyuman bahagiannya yang tak bisa ia tahan lagi.

PURPOSE (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang