Sick

7.7K 449 50
                                        

Hey heyyy ketemu lagiiiiii...

Apa ada yang rinduu sama cerita ini? Coba yang rinduuu serindu apa kalian sama ceritaaa ini? 😂😂 Semoga kalian ga lupa sama alur rava sama vivinya yaa😄😄

Dan satu lagi, aku mau bilang makasih ya buat kalian yang udah /masih/mau ngevoteee cerita ini bahkan komen juga. Dukungan kalian jadi motivasi buat akuu😄😄😄 thankyouu all, ich liebe dich😘

Dan satu lagi yang terakhir. Buat kalian yang mau sharing purpose atau mau nanya apapun kalian bisa lewat kontak yang ada di bio aku ya.
Kalau lewat branda atau inbox aku ga bisa bales😧 maaf banget bukan sombong atau apapun itu beneran deh gada niatan buat ga bales chat kalian. Mendingan lewat akun sosmed pribadi aku aja ya. Cek bio okeeyy👌

Maaf ya kalau ceritanya gini-gini terus. Tapi semua aku lakuin buat ceritanya semakin kalian sukaiin lagi😄😄
Yawdah langsung aja yaaa.......

Budayakan vote terlebih dahulu😄😄
Cek BDP juga yaa👉 Deril
dan vivi menunggu di cerita sampingg hehe😄😄

Cekidottt





















































15 menit kemudian....

Rava mematikan motornya saat telah tiba di depan rumah kediaman vivi. Vivi yang masih tertidur di pundak rava sembari sedikit memeluk pinggang rava pun membuat rava sedikit sulit untuk menggerakkan tubuhnya.

" oh-udah nyampe ya" gumam vivi yang akhirnya terbangun dan segera melepaskan pelukkan tangannya dari pinggang rava.

" iyah" jawab rava dengan cepat.

Vivi mengucek-ngucek matanya. Ia segera melompat turun dari belakang rava.
" makasih ya rav, maaf aku tadi ngantuk banget"

Matanya yang merah membuat rava terus menatap gadis yang ada di hadapannya itu.
Vivi terlihat begitu kelelahan sekali, membuat rava terpaksa menyetandarkan motornya sejenak.

" lo sakit?" Tanya Rava dengan kerutan di dahinya.

" ah- engga. Cuma malem ga tidur aja, jadinya sekarang ngantuk " ucap Vivi mengucek-ngucek kedua matanya mengusir rasa ngantuknya.

Rava terdiam sejenak,tatapannya beralih menatap garasi rumah vivi, tak ada satu pun mobil keluar vivi yang terparkir di dalam sana.
" mampir dulu boleh kan?" Tanya Rava beralih menatap vivi.

Vivi yang masih terbilang lulungu pun terdiam sejenak.
" hah? Eh- boleh ko rav" ucap vivi dengan bingung.

Rava tersenyum simpul, ia segera turun dari motor kesayangannya itu.
" ayo" ucap Rava menarik tangan vivi untuk segera masuk kedalam rumah. Rava akan menemani vivi hari ini, ia sudah terlanjur izin tidak bisa mengikuti latihan basket hari ini.

Vivi yang masih di kuasai oleh rasa ngantuknya pun terlihat kebingungan, ia benar-benar shock mendengar rava yang tumben sekali ini mampir sejenak di rumahnya. Biasanya rava hanya mengantarkannya pulang saja.

" kamu mau minum apa rav?" Tanya Vivi saat mereka telah sampai di ruang tengah.

Rava menggeleng pelan, ia menepuk ruang kosong sisinya. Meminta vivi untuk duduk di sampingnya.

Vivi semakin bingung dengan sikap rava kali ini, apa rava baru saja tersihir dan menjadi mendadak berubah menjadi seperti ini?.
Dengan rasa ngantuknya vivi pun mulai berjalan mendekat dan duduk disamping rava.

PURPOSE (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang