Vivi go to Singapore

9.3K 539 48
                                        

aku mau bilang makasih ya buat kalian yang udah /masih/mau ngevoteee cerita ini bahkan komen juga. Dukungan kalian jadi motivasi buat akuu😄😄😄 thankyouu all, ich liebe dich😘

Dan satu lagi yang terakhir. Buat kalian yang mau sharing purpose atau mau nanya apapun kalian bisa lewat kontak yang ada di bio aku ya.
Kalau lewat branda atau inbox aku ga bisa bales😧 maaf banget bukan sombong atau apapun itu beneran deh gada niatan buat ga bales chat kalian. Mendingan lewat akun sosmed pribadi aku aja ya. Cek bio okeeyy👌

Maaf ya kalau ceritanya gini-gini terus. Tapi semua aku lakuin buat ceritanya semakin kalian sukaiin lagi😄😄
Yawdah langsung aja yaaa.......

Budayakan vote terlebih dahulu😄😄
Cekidot...

Budayakan votee.
Biasakan koment.
1 vote dan comen kalian berharga banget bagi aku.

















































Percepat.
2 hari telah berlalu...

06.55 wib.

Sudah seperti biasa rava kembali menjemput vivi hari ini di kostannya.
Hubungan mereka masih berjalan dengan baik, begitu pun dengan pekerjaan vivi yang semakin hari semakin bersemangat untuk bekerja di caffe tersebut.

Hari ini, ialah hari dimana sekolah SMA Harapan 1 berulang tahun yang kesekian kalinya. dan kebetulan hari ini juga sekolah mereka mengadakan acara berbagai macam yang telah di siapkan oleh panitia osis. So? Kalau anak jaman sekarang sih free class gitu deh. Iya ga?.

" Rava aku ke kelas ya, mau ke riri sama alvaro" ucap Vivi saat telah meloncat turun dari belakang rava.

"Bareng aja, sekalian aku mau ke kantin dulu, anak anak nunggu di sana" ucap rava merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan.

" oh- yawdah kalau gitu. Ayo" ucap vivi tersenyum manis.
Rava mengangguk, setelah itu rava dan vivi pun segera melangkah meninggalkan area lapangan bersamaan.

Suasana sekolah sangat ramai sekali, semua tengah berkumpul di area lapangan untuk menyaksikan berbagai macam perlombaan dari berbagai kelas.

" nanti aku main jam 8nan bee, kamu harus liat ya" ucap rava mengacak poni vivi dengan gemas saat mereka telah tiba di ujung tangga dimana rava yang akan menuju kantin sedangkan vivi akan memasuki kelasnya. Rava juga mengatakan jadwal pertandingan basketnya nanti pukul 08.00 wib.

"Iyah siap bubbb, nanti aku nonton ko. Aku ke kelas ya daahhh" vivi melambaikan tangannya dan segera melangkah menaiki anak tangga untuk menuju kelasnya.

Suasana kelas masih sama dengan seperti biasanya. Apalagi kelas vivi, jangan di tanya deh gimana keadaan kelasnya sekarang. Bermacam-macam ragam ada di kelasnya, ada yang tengah tertidur, ada yang asik main gitar, ada yang asik pukul-pukul meja, ada yang asik ngegosip, ada yang asik ngupil dan masih banyak yang lainnya. Kelasnya itu memang kelas yang di juluki kelas paling males untuk berbaur bahkan untuk menonton hal semacem perlombaan-perlombaan atau yang lainnya.

" alllll!!" Teriak vivi yang melihat al tengah asik memainkan game di ponselnya.

" diem-diem! Gua kalah nih nantinya!" Omel alvaro yang masih fokus memainkan gadgetnya.

Vivi mengerucutkan bibirnya " riri mana si?" Tanya Vivi, celingukan mencari riri kesana kemari.

" di lapangan. Mau nonton futsal" ucap Alvaro masih fokus menatap layar ponselnya.

PURPOSE (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang