Apa ada yang rinduu sama cerita ini? Coba yang rinduuu serindu apa kalian sama ceritaaa ini? 😂😂
Maaf ya aga lama kaaya gini, Biarin ya kita temu kangen aja disini. Udah lama ga post ni cerita. Semoga kalian ga lupa sama alur rava sama vivinya yaa😄😄
Dan satu lagi, aku mau bilang makasih ya buat kalian yang udah /masih/mau ngevoteee cerita ini bahkan komen juga. Dukungan kalian jadi motivasi buat akuu😄😄😄 thankyouu all, ich liebe dich😘
Dan satu lagi yang terakhir. Buat kalian yang mau sharing purpose atau mau nanya apapun kalian bisa lewat kontak yang ada di bio aku ya.
Kalau lewat branda atau inbox aku ga bisa bales😧 maaf banget bukan sombong atau apapun itu beneran deh gada niatan buat ga bales chat kalian. Mendingan lewat akun sosmed pribadi aku aja ya. Cek bio okeeyy👌
Maaf ya kalau ceritanya gini-gini terus. Tapi semua aku lakuin buat ceritanya semakin kalian sukaiin lagi😄😄
Yawdah langsung aja yaaa.......
Budayakan vote terlebih dahulu😄😄
Cekidot...
Keesokan harinya.
06.50 wib.
Vivi baru saja tiba di sekolahnya. Hari ini ia terlihat begitu semangat, karena hari ini ia libur dan bisa bebas dari pekerjaannya walaupun hanya sehari saja.
Dengan menggunakan seragam putih hitamnya vivi segera melangkah memasuki gerbang sekolah.
Area sekolah seperti biasa sudah di penuhi para siswa dan siswa dari berbagai kelas.
" alllll" teriak vivi menepuk pundak alvaro yang tengah berjalan di depannya.
Alvaro menoleh malas kearah vivi. Ia hanya menghembuskan nafas panjangnya dan segera melanjutkan kembali langkahnya.
Vivi mengerutkan keningnya tak mengerti dengan sikap alvaro pagi ini.
" ih so jual mahal deh, lo kenapa si? Enek liat muka gue?"tanya vivi mengejar alvaro dari belakang.
Alvaro tak menjawab, pria itu terus melanjutkan langkahnya.
" al, lo kenapa si? Ga biasanya lo kaya gini!" Vivi menarik seragam alvaro dengan kasar.
" elo yang kenapa!" Bentak alvaro. Membuat vivi terdiam, dan langsung menguci bibirnya cepat.
Alvaro menatap vivi tajam, setelah itu ia melanjutkan langkahnya dan meninggalkan vivi yang masih mematung memandangnya.
" ihh dasar kutu! Gue salah apa coba pagi-pagi udah di bentak kek gitu ishh!" Gerutu vivi yang menginjak-injak tanah dengan kesal.
" pms kali tuh anak!" Cibir vivi, melanjutkan langkahnya untuk segera memasuki kelas.
Tatapannya menatap kearah lapangan. Seperti biasa, rava tengah duduk bersama gerombolannya disana. Vivi tersenyum melihat rava yang tengah tertawa puas diujung sana. Terlihat sekali kedamaian rava hari ini, tak seperti biasanya yang hanya murung dan berdiam diri saja.
Tubuhnya seketika menegang saat matanya beradu pandang dengan mata rava. Tenyata rava tengah menatapnya dari sisi lapangan sana.
Vivi segera mengalihkan pandangannya, ia melanjutkan langkahnya untuk memasuki kelas, malu karena sudah kepergok lagi-lagi menatap rava seperti tadi.
Drrttt.... drrttt....
Ponsel vivi bergetar, ia segera merogoh ponselnya didalam saku seragamnya.
RavaCogan.
Dikira gue lo mau ngasih sarapan pagi lagi ke gue. Eh tau nya cuma mau natap gue aja ya? Btw, pipi lo kalau merah merona lucu juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
PURPOSE (Completed)
Romance"niat lo emang baik. Lebih dari kata baik. Tapi asal lo tau, sampe kapan pun lo berjuang demi gue, itu sama sekali gaakan ngerubah perasaan gue ke lo" -Rava Tristianidas. "kalau lo emang udah tau rasanya di kecewain, seharusnya lo lebih tahu caranya...
