Beebub

8.7K 526 39
                                        


Apa ada yang rinduu sama cerita ini? Coba yang rinduuu serindu apa kalian sama ceritaaa ini? 😂😂
Maaf ya aga lama kaaya gini, Biarin ya kita temu kangen aja disini. Udah lama ga post ni cerita. Semoga kalian ga lupa sama alur rava sama vivinya yaa😄😄

Dan satu lagi, aku mau bilang makasih ya buat kalian yang udah /masih/mau ngevoteee cerita ini bahkan komen juga. Dukungan kalian jadi motivasi buat akuu😄😄😄 thankyouu all, ich liebe dich😘

Dan satu lagi yang terakhir. Buat kalian yang mau sharing purpose atau mau nanya apapun kalian bisa lewat kontak yang ada di bio aku ya.
Kalau lewat branda atau inbox aku ga bisa bales😧 maaf banget bukan sombong atau apapun itu beneran deh gada niatan buat ga bales chat kalian. Mendingan lewat akun sosmed pribadi aku aja ya. Cek bio okeeyy👌

Maaf ya kalau ceritanya gini-gini terus. Tapi semua aku lakuin buat ceritanya semakin kalian sukaiin lagi😄😄
Yawdah langsung aja yaaa.......

Budayakan vote terlebih dahulu😄😄
Cekidot...





















































22.00 wib.

Pelanggan hari cukup ramai di caffe tempat vivi bekerja. Vivi dan ranti sedikit keteteran untuk melayani para pelanggannya yang berkunjung di caffe tersebut.

Hari yang cukup melelahkan. Setelah membersihkan meja dan kursi vivi segera menuju loker untuk berganti pakaian. Tubuhnya yang lengket membuat vivi ingin segera pulang dan membersihkan tubuhnya itu.

" duluan ya vi" ucap ranti menepuk pundak vivi untuk berpamit pulang terlebih dahulu.

" hati-hati dijalannya ran" vivi melambaikan tangan nya dengan senyuman yang ia kembangkan.
Ranti hanya mengangguk dan langsung melangkah keluar dari loker meninggalkan vivi yang masih berganti pakaiannya.

beberapa menit kemudian, setelah vivi berganti pakaian ia pun segera mengambil tas ranselnya dan keluar dari loker dengan cepat.

" pulang vi?" Tanya pian saat vivi baru saja berjalan melewati minibar tempat pembuatan coffe.

Vivi membalikkan tubuhnya, menatap pian dan dave yang masih duduk manis di sana.
" iyah ka"

" ga mau ngopi bareng gitu?" Tanya Pian mengajak vivi untuk bersantai sebentar bersamanya dan juga dave.

Vivi tersenyum dan menggeleng pelan " ngga deh ka makasih, udah malem juga"

" eh-bentar. Lo sekolah di SMA Harapan 1?" Tanya pian mencoba mengulur-ngulur waktu agar vivi tidak segera pulang.

" iyah ka kenapa?" Tanya Vivi dengan kerutan di dahinya.

" gpp gue alumni di sana, tanya aja deh bu sussy pasti tau gua" ucap pian dengan terkekeh garing membuat suasana yang hening seketika pecah oleh tawa garingnya.

" gaada yang nanya lo alumni di sana ian!" Celetuk dave, seraya meneguk coffe buatannya.

" gua mah takut si vivi penasaran aja gua alumni mana gitu, ya ga vi?" Tanya Pian menggerak-gerakkan kedua alisnya keatas dan kebawah.

Vivi tersenyum kebingungan. Sebenarnya dave benar, tak ada yang menanyakan tentang pendidikan pian sama sekali. Tapi memang pian cowo yang terlalu terbuka alhasil ia bercerita sendiri tanpa ada yang minta untuk dia bercerita seperti tadi.

" lo pulang sendirian?" Tanya Dave mulai bertanya kepada vivi.

" ngga, kaya nya di jemput "

" dave mau nganterin padahal vi" celetuk pian sukses mendapat tinjuan pelan dari dave.
"Ah munafik lo dave. Lagian vivi masih sendiri kan?" Lanjut pian bertanya kepada vivi.

PURPOSE (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang