===========OLIVIANO==========
"Vino! Mama kan udah sering bilang sama kamu. Jangan ikut-ikutan balapan motor lagi! Kamu tuh ngeyel banget yah kalau dibilangin. Masih untung kamu gak kenapa-napa..."
Omelan dari seorang wanita paruh baya itu sangat membuat seorang pria yang saat ini terbaring di atas kasur hanya bisa pasrah.
Terlebih, ditambah dengan keadaan badannya yang masih terasa sakit akibat jatuh dari motor yang berhasil membuat penderitaanya sangat begitu lengkap.
Malam itu, adalah malam tersial yang pernah ia alami. Jika bukan karena motor ninjanya yang mendadak terjatuh akibat keberadaan lubang yang tidak ia sadari. Mungkin saat itu juga Vino sudah menang dalam balapan motornya. Mengingat garis finish yang sudah terlihat jelas di depan mata.
Untung saja ia terjatuh tepat di atas permukaan rumput. Sehingga tidak ada luka serius yang harus dikhawatirkan. Hanya saja, badannya saat ini masih terasa sangat lemas dan pegal.
"Vino! dengerin Mama!" Omel Linda, Mamanya Vino. Suasana yang tadinya sepi kini menjadi menegang. Linda tidak dapat menahan amarahnya lagi. Emosinya sudah meluap dengan begitu mudah.
Mendapat omelan dari mamahnya memang sudah biasa bagi seorang Vino. Yang tidak biasa adalah mendapat teman yang menerima apa adanya.
Linda merasa ucapannya tidak didengarkan oleh anak semata wayangnya itu. Sedari tadi Vino hanya menatap langit-langit kamarnya dengan dihiasi lampu yang telah menyala karena keadaan cuaca hari ini sedang mendung.
"Vino!"
"Iya Mah. Vino denger." Balas Vino singkat tanpa mengalihkan pandangannya yang masih saja menatap langit-langit kamar.
Linda mengangguk pelan lantas berkata, "Kalau denger. Mama barusan ngomong apa?"
Dan lagi. Ini adalah pertanyaan paling sulit untuk dijawab bagi seorang Vino. Mendengarkan saja tidak, apalagi menjelaskan.
Vino memang orangnya sangat sulit diberi masukan. Bahkan sama orang tuanya sendiri.
Vino mendadak kelabakan. Entah apa yang tadi dibicarakan Mamanya. Vino benar-benar tidak dengar. "Anu-mah..."
Linda kini hanya bisa mengembuskan nafas menyikapi sikap Vino yang semakin hari semakin susah dinasihatin, "Udah Mama duga kalau kamu gak dengerin."
Vino mencoba untuk bangkit, melawan rasa sakit yang masih begitu terasa. Tanpa memperdulikan bahwa saat ini mamahnya sedang menatap Vino heran. Keadaannya kini memang sudah lebih membaik. Tentunya setelah terjatuh dari motor ninjanya itu.
"Kamu mau ngapain?" Tanya Linda kaget karena tindakan yang dilakukan anaknya yang kini sudah beranjak dari tempat tidurnya.
"Rokok Vino yang di sini mana? Diumpetin ya?" Tanya Vino yang saat ini sedang mencari-cari dimana keberadaan rokok yang biasanya ia letakan di atas meja belajarnya.
"Udah Mama kasih ke Pak Bejo. Lagian Papah kamu aja gak pernah ngerokok. Kamu nyontohin siapa sih? Mama udah capek bilangin kamu." Lagi-lagi Linda mengomel. Tubuh Vino mendadak semakin lemas ketika mamahnya mengatakan kalau rokok miliknya sudah diberikan oleh Pak Bejo, supir pribadi Mamanya. Sontak membuat Vino beralih mengampiri Mamanya.
"Mamaku yang paling cantik sedunia." Vino menatap wajah Linda lekat-lekat. Digenggamnya kedua tangan Linda.
Raut wajah Mamanya itu masih terlihat geram. Vino beralih menatap Linda seraya berkata, "Yang pertama, Vino itu bukan papah. Dan yang kedua, Vino itu bukan anak perempuan yang selalu aja dimanjain. Vino kan udah gede, masa udah gede makannya lolipop. Nanti mau ditaro mana muka Vino yang ganteng ini?"
Linda hanya berdecak saja. Terlalu sia-sia berbicara dengan Vino yang sudah keras kepala itu. Berulang kali Linda berharap bahwa sikap Vino bisa berubah. Namun kenyataanya sangat sulit.
"Mama lebih seneng kamu jadi cowok nerd aja dibanding yang sekarang. Kenapa warasnya cuma di Sekolah aja sih? Coba berubah! Jadi orang waras itu jangan setengah-setengah!"
Vino mengernyit alisnya. Kaget dengan ucapan mamahnya barusan. memang selama ini Vino tidak waras ya? Ahh tega sekali.
"Emang gak jijik punya anak yang bergaya nerd? Vino aja sebenernya jijik dengan gaya kaya gitu. Jangankan dapet pacar, temen aja gak ada." Ucap Vino dengan santainya sebelum kembali berbaring dikasur.
"Seenggaknya dengerin ucapan Mama! Jangan ngelawan terus." Ucap Linda kesal sebelum keluar dari kamar Vino.
Vino hanya terdiam, seolah-olah ucapan itu tidak penting. Yang hanya sebatas mendengar, namun tidak di pikirkan lagi. Vino memang begitu sangat keras kepala. Dia hanya ingin melakukan apa yang dia inginkan. Bukan apa yang ia butuhkan. Sehingga tidak ada yang bisa menghentikan egonya.
Vino meraih ponselnya yang berada di bawah bantal. Berharap ada teman kelas yang sekedar ingin mengetahui keadaannya saat ini. Namun tepat seperti dugaannya. Sama sekali tidak ada notifikasi diponselnya.
Vino sama sekali tidak heran. Mengingat penampilannya ketika di Sekolah hanyalah seorang nerd. Yang selalu membuat orang-orang tidak akan ada yang mau menjadi temannya, bahkan sekedar mendekatinya.
Itu tidak masalah bagi Vino. Ini semua memang rencananya dari awal. Vino tidak ingin menjadi most wanted di Sekolah, seperti di Sekolah lamanya.
Sebelum pindah di Sekolah yang baru itu, Dia memiliki segalanya. Teman, bahkan para penggemar yang dengan mudahnya didapatkan hanya dengan mengedipkan sebelah mata.
Sampai pada akhirnya, waktu telah mengubahnya. Vino dikeluarkan dari Sekolah akibat kepergok sedang menghajar seseorang di belakang ruang perpustakaan bersama dengan teman-temannya.
Bukannya membela Vino. Namun teman-temannya malah menuduh bahwa Vino yang menyuruhnya. Vino sangat tidak terima atas tuduhan mereka. Ingin sekali rasanya Vino melenyapkan teman-teman yang sudah mengkhianatinya itu.
Namun semua akan terasa sia-sia. Sudah cukup Vino dikeluarkan dari Sekolah. Dia tidak ingin masa hidupnya berakhir dipenjara jika menuruti hawa nafsunya untuk melenyapkan mereka.
Semenjak saat itu, Vino tidak ingin memiliki teman yang sifatnya sama seperti di Sekolah lamanya. Dia merubah penampilan seratus delapan puluh derajat dari yang dulu. Tidak ada lagi most wanted, tidak ada lagi teman pengkhianat, dan tidak ada lagi teriakan dari para wanita yang selalu terdengar di telinga Vino.
Dia akan tetap berpenampilan seperti ini sampai waktu yang akan menghentikannya.
========
BERSAMBUNG .....
Thanks for reading
Pemeran Vino udah mulai muncul nih ☺
menurut kalian Olivia bakalan ngebongkar penyamaran vino gak yaa??? Hehehe #BikiinPenasaranAnakOrangAhh..
KAMU SEDANG MEMBACA
OLIVIANO
RomanceLeonard Alviano. Atau yang sering di panggil Vino adalah seorang murid baru yang berpenampilan sederhana. Hari-harinya tidak terlepas dari buku-buku tebal yang selalu ia bawa. Dia memiliki tatapan yang tajam dan memiliki sifat dingin yang membuat si...
