Di tempat yang beda, di waktu yang sama, di perpustakaan, dua Elementer masih sibuk dengan kegiatannya, membaca.
"Arha, ini sudah malam, aku duluan ya." Pamit Aulia.
"Iya, kalau kau bertemu dengan Giselle, ucapkan aku tak pulang ke asrama, aku mau disini saja."
"Baiklah, jangan terlalu stress, ya. Nanti kau sakit, aku takut kau malah tak bisa perang."
"Tenang saja."
Aulia membuka pintu, dan melihat sesuatu yang aneh.
"Itukan Hana dan Frans! Mereka berpacaran? Wah, Hana merahasiakan ini dari kami. Awas saja kau! Besok aku akan mengintrogasi dirimu!" Sungut Aulia.
"Aulia!" Ucap seorang pria dengan suara yang khas.
"Tu... tuan?" Ucap Aulia gugup, ketika Tasoo yang menegurnya.
Aulia takut, ini sudah malam bukannya dia tidur di asrama malah berkeliaran.
"Mengapa kau tak hadir di kelasku?" Ucapan Tasoo menjadi hal yang dipikirkan oleh Aulia.
"Maaf tuan, bukannya kelas malam diliburkan karena akan berperang."
Tasoo lupa, alasannya untuk bertemu Aulia sudah musnah.
Kau bodoh Tasoo!! Batin Tasoo, Tasoo menunduk memejamkan matanya dan menggigit bibirnya. Betapa bodohnya Tasoo.
"Tuan, jika kau ingin bicara, bicaralah, aku ingin ke asrama karena ini sudah malam." Ucap Aulia dengan kesal.
"Kau ikut keruanganku sekarang!"
Mati kau Aulia! Rutuk Aulia dalam hati.
"Apa aku melakukan kesalahan tuan?" Tanya Aulia.
"Tidak, aku hanya sedikit kesal padamu."
"Maaf tuan."
"Tak ada gunanya kau minta maaf, hal itu sudah terjadi. Kau cukup berdoa saja kepada dewa. Supaya aku tak keterlaluan."
Alasan yang bagus Tasoo.. bangga Tasoo dalam hatinya
Aulia menelan ludahnya, dan terus berjalan di belakang Tasoo.
Apakah jika mengikat seorang guru dengan rantai akan dihukum? Guru ini sangat menyebalkan! Beruntung aku menyukainya! Eh? Aku ini berfikir apasih! Mana mungkin aku menyukai pria yang 5 tahun lebih tua dariku, kan? Aku tidak menyukai tuan Tasoo. Atau mungkin belum, ah masa bodo! Kepalaku sakit hanya memikirkan guru ini.
Oceh Aulia dalam Hatinya.
"Hei..."
Aulia tersadar dari lamunannya karena suara Tasoo.
"Kau melewatkan ruanganku Aulia."
Aulia tak sadar, dia berbalik dan menyusul Tasoo yang sudah masuk.
"Tutup pintunya dan kunci." Perintah Tasoo.
"A...aku?"
"Memangnya siapa lagi selain kau?"
Aulia menutup dan mengunci ruangannya. Oh tidak! Dia baru tersadar.
"Tuan, apa yang akan kau lakukan padaku? Tidak! Aku masih ingin memiliki masa depan!"
"Kau ini bicara apa? Kau pikir aku ingin memperkosamu? Kau gila?! Aku juga masih ingin punya masa depan bodoh!"
Aulia menghela nafas lega.
"Hehehe aku terlalu dramatis ya?"
"Kau tidak dramatis, tapi kau gila!"
"Hei! Jangan mentang- mentang kau guru kau bisa mengatakan aku gila tuan! Kau hanya 5 tahun lebih tua dariku! Kau pikir aku takut padamu? Iya! Tentu saja aku takut padamu! Tapi jangan kau anggap ketakutanku sebagai tanda aku menyerah, aku hanya tak suka kau mengatakan aku gila. Kalau aku gila, tak mungkin aku masuk di Academiae Elementer, tak mungkin aku Virtus Electam, dan tak mungkin aku berdiri di depanmu, sekarang!" Sahut Aulia dengan marah- marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Academiae Elementer
FantasiKisah seorang 4 elementer cantik yang memiliki kekuatan khusus untuk melindungi dirinya sendiri dan para elementer lainnya. Kisah cinta mereka berempat dan petualangan mereka
