2 bulan kemudian.....
"Hai Hyugo!" Sapa Arha, ketika mereka tengah makan di kantin.
Hening. Hyugo tak menjawab.
"Hei Hyugo! Kau kenapa? Wajahmu seperti orang yang kehilangan semangat hidupnya." Ucap Arha, Arha lalu datang dan duduk di samping Arha.
"Hyugo, kau kenapa? Kau punya masalah? Cerita saja padaku. Siapa tahu aku bisa membantumu." Ucap Arha yang masih berusaha membuat senyum diwajah Hyugo yang untuk pertama kalinya terlihat dingin.
"Bisakah kau tak menggangguku? Menyingkirlah! Aku sedang tak mau bicara pada siapapun!" Ucap Hyugo marah kepada Arha.
Arha pergi meninggalkan Hyugo, dan berpindah ke tempat Virtus Electam yang lain.
"Kalian lihat? Hyugo seperti marah padaku." Ucap Arha.
"Aku tak lihat. Sebaiknya aku cepat pergi, hari sudah siang, akan lebih baik jika aku pergi ke perpustakaan dan membaca buku." Ucap Lina dingin lalu berlari meninggalkan kantin dengan wajah yang tak kalah dingin.
"Aku lebih baik tidur siang, dari pada duduk dikantin ini lebih lama lagi." Lanjut Aulia lalu meninggalkan Hana dan Arha.
"Ada apa dengan orang- orang? Apa aku punya salah? Hana, coba jawab aku." Ucap Arha menuntut jawaban.
"Lebih baik kau pikirkan saja sendiri. Keterlaluan sekali!" Marah Hana lalu meninggalkan Arha yang masih duduk di kantin dengan makanan yang belum sama sekali disentuh. Arha pergi ke suatu tempat dimana tempat yang menjadi favoritnya, taman belakang akademi.
"Apa aku memiliki salah? Ignis jawab aku! Apa salahku Ignis?!"
Ignis tak menjawab. Walaupun memang Ignis tak bisa berkomunikasi dengan putrinya itu.
"Haaa... teman- temanku seperti meninggalkanku. Apa aku punya salah? Waktu itu memang aku pernah mengusili mereka. Tapi setelah itu kami tertawa bersama. Apa yang menjadi penyebab mereka marah?!" Teriak Arha frustasi. Untungnya di tempat itu sedang tak ada orang selain Arha. Semuanya sedang dikantin untuk makan siang, karena pelajaran baru selesai.
Arha memejamkan matanya, sampi tak terasa alam mimpi menghisap Arha. Dia tertidur dibawah pohon yang rindang dan sangat cocok untuk tidur di siang hari yang panas.
*******
"Hei bangun!" Ucap seseorang membangunkan Arha.
"Ah? Kimo? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Arha.
"Setiap sore aku pasti kesini untuk duduk dan bersantai." Jawab Kimo.
"Tapi aku tak pernah melihatmu?"
"Aku berada di samping pohon besar itu. Ketika aku melihat ada sepasang kaki, lalu aku memeriksanya, ternyata itu kau. Kau kenapa? Apa kau baik- baik saja?" Tanya Kimo.
"Iya, aku tak apa? Pukul berapa sekarang?"
"Terakhir aku lihat jam itu pukul 17.30 mungkin sekarang hampir pukul 06.00." Jawaban Kimo hampir membuat mata Arha keluar dari tempatnya.
"Astaga! Bagaimana mungkin aku tertidur selama lebih dari 6 jam?! Maaf Kimo, tapi aku harus pergi." Pamit Arha yang tak harus dijawab oleh Kimo.
*******
"Kau dari mana saja?! Ini sudah petang dan kau baru pulang?! Bagaimana jika aku sudah berangkat dan mengunci pintu? Kau tak akan bisa masuk kelas?!" Bentak Giselle.
Sebenarnya Arha bisa saja membuka pintu itu dengan hanya memutar pergelangan tangan. Tapi, Arha bukan orang seperti itu.
"Maaf, aku tertidur di taman." Hanya itu jawaban yang bisa di ucapkan Arha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Academiae Elementer
FantasiKisah seorang 4 elementer cantik yang memiliki kekuatan khusus untuk melindungi dirinya sendiri dan para elementer lainnya. Kisah cinta mereka berempat dan petualangan mereka
