Perang berlanjut. Semakin lama, pasukan Elementer semakin habis. Mereka hampir putus asa, bagaimana cara untuk membunuh klan Tenebrae.
"Hana! Apakah Lina masih ditempat yang sama?" Tanya Arha.
"Iya! Dia tak mau berperang, kita hampir kalah, namun memintanya melakukan Black Hole adalah ide yang sangat buruk, karena itu sangat berbahaya dan Lina juga belum bisa mengendalikan hisapan lubang hitam itu." Jelas Hana.
"Aku harus menyusulnya."
Arha berlari mencari satu- satunya pohon besar yang ada di tepi medan perang.
"Itu Lina!" Ucap Arha menemukan Lina, yang sedang tidak menggunakan Invisibilia Transparant nya.
"Oh Tidak!" Arha berteriak ketika melihat ada orang di belakang Lina, yang siap untuk memenggal kepala Lina. Parahnya lagi, Lina melepas tutup wajahnya.
Arha menghentikan waktu dengan tepukkan tangannya. Untungnya, pedang itu masih terhenti di udara.
Arha berlari menuju Lina, menyentuhnya, supaya waktu Lina tak ikut terhenti.
"Arha! Apa yang kau lakukan?" Tanya Lina, yang terkejut melihat waktu yang terhenti.
"Kau gila?! Kenapa kau malah duduk disini!? Dan tanpa penutup wajah? Lihat pria di belakangmu! Dia hampir memenggalmu, Lina! Kau tak memikirkan kami yang berjuang untuk alam semesta? Ha?!" Marah Arha kepada Lina.
"Aku tahu Arha! Tapi kekuatanku sangat berbahaya jika digunakan!"
"SEMUA VIRTUS ELECTAM SEPERTI ITU LINA! Taukah kau kami semua hampir mati? Baju perang kami bahkan tak putih lagi. Tapi kau duduk manis disini, melihat kami disiksa. Kau egois! Apakah kau bangga kekuatanmu adalah yang paling berbahaya di antara kami?"
"Tidak, bukan begitu. Aku hanya tak suka jika seperti ini caranya. Aku tahu, jumlah kita tak sampai 500 Elementer. Namun, jika Nyonya Veronica masih hidup, kita masih ada harapan untuk menang Arha. Aku akan ikut berperang." Ucap Lina mengambil keputusan.
Arha tersenyum puas mendengar hal ini.
"Maaf, aku telah egois."
"Jangan dipikirkan. Oh iya, orang ini, mau kau atau aku yang bunuh?" Tanya Arha.
"Kita berdua. Kau belum pernah mencoba Virtus Electam mu kepada seseorang, bukan? Ayo kita lakukan bersama."
Arha dan Lina mundur beberapa langkah, Arha sudah siap dengan Omnia Moderatoris nya.
Arha menepukkan tangan. Arha dan Lina melihat, pedang itu hanya membelah angin.
"Ba...bagaimana bisa?" Ucapnya tergagap.
"Aakkhh!! Akkhh! Jan.. jantunghku.. aakhh!!" Ucap pria itu kesakitan, ketika jantungnya di kendalikan untuk berhenti berdetak oleh Arha.
"Sebelum kau mati, apakah ada kata- kata terakhir?" Tanya Arha.
"Kk..kkau.. pppem..bunuh..darrah..dinnggi..nh!" Ucap pria tersebut.
"Siapa namamu, orang bodoh?" Tanya Lina.
"Un..ttuk apa?" Tanya Tenebrae.
"Kau tak mau menjawabnya?" Tanya Arha. Arha menambah siksaan untuk pria tersebut, dengan memaksa paru- parunya untuk berhenti bekerja.
"AAKKHH!! Ah..!" Pria itu akhirnya tewas, ketika Arha baru saja ingin menambah siksaannya.
Lina merentangkan tangannya, berkonsentrasi dengan pria tua itu. Dan pria itu menjadi debu, karena Black Hole.
KAMU SEDANG MEMBACA
Academiae Elementer
FantasyKisah seorang 4 elementer cantik yang memiliki kekuatan khusus untuk melindungi dirinya sendiri dan para elementer lainnya. Kisah cinta mereka berempat dan petualangan mereka
