"Bagaimana bisa? Bagaimana bisa kami adalah Virtus Electam?" Tanya Arha.
"Kalian adalah putri dari Dewa dan Dewi. Kalian diciptakan untuk mengawasi dunia. Jadi kalian harus memiliki kekuatan berbahaya itu." Jelas Leon.
"Sudahlah Leon. Biarkan mereka istirahat. Pikiran mereka baru saja pulang dari perjalanan mengarungi dimensi bertemu dengan Dewa dan Dewi." Setelah ucapan Veronica itu, semua orang, kecuali Arha, Aulia, Lina, dan Hana keluar.
"Kalian harus jaga kesehatan kalian. Untuk pelajaran Tasoo nanti malam, aku akan berbicara kepadanya untuk mengizinkan kalian berempat." Ucap Veila.
"Terima kasih, Nyonya" ucap Lina.
"Sore ini adalah sore yang melelahkan. Kita bertemu Dewa dan Dewi yang ternyata adalah Ayah dan ibu kita?!" Ucap Hana.
"Arha! Jelaskan ini!" Ucap Lina yang untuk pertama kalinya terdengar tegas.
"Apa yang harus aku jelaskan? Kalian pasti sudah tau." Balas Arha.
Aulia dan Hana tengah bingung.
"Tidak, aku tak mengerti." Ucap Hana yang di angguki oleh Aulia.
"Nyonya Veronica dan Tuan Leon, siapa dia bagimu?" Tanya Lina seperti mengintrogasi.
"Orang tuaku." Jawab Arha dengan santai.
"Mengapa kau tak memberi tahu kami?" Tanya Aulia.
"Entah, ibuku melarangku." Ucap Arha dengan gaya yang seperti orang tak pernah punya beban.
Ketiga temannya menghembuskan nafas kasar.
"Maaf," Ucap Arha dengan menunduk.
"Arha, bukan salahmu, ibumu-- maksudku, Nyonya Veronica yang melarangmu bukan. Kami tak marah, kok. Iya kan, Lina?" Ucap Hana menenangkan.
Lina tersenyum.
"Iya. Itu juga bukan kesalahan siapapun."
Mereka berempat terus bicara sampai tak terasa malam sudah tiba.
"Hey! Kalian sudah tidur?" Tanya Aulia.
"Belum" ucap Lina, dan Arha bersamaan.
"Seharusnya, saat ini kita baru saja keluar dari kelas Tuan Tasoo bukan?" Ucap Aulia.
"Kau merindukannya?" Tanya Lina.
"Siapa merindukan siapa?" Tanya Aulia yang malah bukan menjawab pertanyaan Lina.
"Aulia, kau merindukan Tuan Tasoo?" Ucap Lina penuh penekanan.
"Sepertinya... Mungkin," balas Aulia yang membuat teman- temannya terbangun dari posisi tidurnya.
"Kau menyukai Tuan Tasoo?!" Tanya mereka bertiga.
"Aku? Ti... tidak tahu." Jawab Aulia bohong. Kalian tahu sendiri jawabannya.
"Ah kau sedang berbohong, kan?" Curiga Lina.
"Tidak!"
"Sudahlah, aku ingin tidur, kasur empuk ini sayang untuk dilewatkan" ucap Hana yang sedari tadi diam, mencoba untuk tidur.
"Mari kita begadang?" Ucap Arha.
"Aku mau." Jawab Lina.
"Baiklah, aku juga." Ucap Aulia.
"Hana?" Tanya Lina.
Tak ada jawaban, ketika Arha memeriksa Hana, benar saja. Anak itu tertidur seperti sangat lelah.
"Haish... anak ini cepat sekali tidurnya." Ujar Arha.
"Dia sudah nyenyak?" Tanya Aulia.
"Iya." Jawab Arha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Academiae Elementer
FantasiKisah seorang 4 elementer cantik yang memiliki kekuatan khusus untuk melindungi dirinya sendiri dan para elementer lainnya. Kisah cinta mereka berempat dan petualangan mereka
