"Lina! Kau tak harus berlatih pedang untuk perang. Kau kan seorang perempuan." Ucap Jeremy khawatir.
"Memangnya jika aku menjadi perempuan, kau akan tampan?"
"Aku rasa aku memang tampan?"
"Tidak! Kau tidak tampan, kau itu cantik." Ucap Lina jujur.
Jeremy adalah seorang laki- laki yang cantik. Dia tidak tampan, tapi wajahnya lucu. Bahkan tak jarang seorang laki- lakipun menaruh perhatian padanya. Reaksi Jeremy sama, dia mengatakan 'aku ini laki- laki!' Kepada setiap orang yang mengatakan kalau Jeremy itu 'cantik'.
"Aku ini laki- laki! Kenapa setiap orang selalu menganggapku cantik!" Ucap Jeremy frustasi.
"Karena mereka memang benar."
"Apakah kau berpendapat sama dengan mereka?"
"Tepat sekali!"
"Lina, setidaknya kau satu- satunya orang yang menganggapku tampan! Aku selalu memakai sesuatu yang terlihat kelaki- lakian. Tapi sepertinya itu tak berhasil."
Lina maju membungkukkan badannya di depan Jeremy yang sedang duduk. Refleks Jeremy memundurkan badannya dan membelalakkan matanya.
"K...kau sedang.. apa?"
Lina meneggakkan lagi badannya, dan tertawa.
"Hahaha. Kau khawatir aku akan menciummu? Aku tak berniat seperti itu, tenang saja. Aku tadi hanya mengamati wajahmu. Kau benar, kau tak cantik. Tapi kau tampan." Ucap Lina jujur.
Lina memutar badannya membelakangi Jeremy. Lina merutuki kesalahannya.
Kau terlalu jujur bodoh! Bagaimana jika dia menyadari kalau kau.. ah sudahlah! Lebih baik jujur daripada berbohong. Batin Lina.
"Lina! Em... kau yakin ingin berlatih pedang? Bagaimana jika kau terluka?"
"Maka kau yang harus mengobatiku." Ucap Lina.
"Kenapa harus aku?"
"Karena aku akan menguji, kau ini laki- laki, atau bukan." Candaan Lina membuat Jeremy marah.
"Eits... maaf, maafkan aku. Sudahlah! Aku tak mau kisah hidupku mati terbakar!"
"Kau kan bisa menghilang."
"Iya juga sih. Kenapa aku tak terfikir ya?"
"Karena kau bodoh." Ucap Jeremy yang disusul dengan tawanya sendiri.
"Oh.. jadi begitu, lihat saja! Aku akan berlatih pedang dengan tuan Leon hingga aku mati!"
Lina ingin pergi, namun pergelangan tangannya ditahan oleh Jeremy, lalu Lina jatuh kedalam pelukan Jeremy.
"Bolehkah aku minta sesuatu padamu?" Tanya Jeremy.
"A...apa?" Lina merasa gugup didalam pelukan Jeremy.
"Jangan mati."
"Aku tak tahu--"
"Kumohon. Ini permintaan pertamaku padamu. Hanya jangan tinggalkan aku. Jangan mati." Jeremy mengeratkan pelukannya.
Jeremy tak ingin kehilangan orang yang disayangnya. Cinta pertamanya.
"Aku.. tak akan terluka."
"Berjanjilah untuk tidak terluka, dan mati. Aku tak mau kehilanganmu."
Perlahan Lina membalas pelukan Jeremy.
"Aku janji padamu. Aku tak akan terluka dan mati. Asalkan kau juga janji, jangan pernah tinggalkan aku."
KAMU SEDANG MEMBACA
Academiae Elementer
FantasyKisah seorang 4 elementer cantik yang memiliki kekuatan khusus untuk melindungi dirinya sendiri dan para elementer lainnya. Kisah cinta mereka berempat dan petualangan mereka
