(Selesai baca. Kalian diwajibkan baca ps. Author! Terimakasih!)
######
Kantin. Satu tempat yang menjadi favorit Hana, sekarang telah Frans ubah menjadi tempat yang menakjubkan, pita hijau dimana- mana, dan ada banyak makanan diatas meja yang dihias.
"Dalam rangka apa kau menghias ini semua, dan mengajakku?" Tanya Hana.
"Tidakkah sebaiknya kita duduk dulu?"
"Ah, tentu."
Hana memimpin jalan mereka menuju ke meja yang telah disiapkan oleh Frans.
"Kau tadi bertanya bukan? Hari ini adik perempuanku ulang tahun." Jelas Frans yang membuat Hana sangat bingung.
"Loh? Lalu hubungannya dengan aku apa?" Tanya Hana.
"Boleh aku jujur?"
"Kau ini bicara apa? Jika aku bertanya ya kau harus jawab itu dengan jujur Frans."
"Kau, mirip sekali dengan adik perempuanku, yang... sudah... meninggal." Ucap Frans penuh penyesalan.
"Oh, Frans maaf. Aku mengingatkanmu tentang adikmu ya? Maaf."
"Tidak Hana, bukan salahmu. Dewa telah menciptakanmu untuk mirip sekali dengan adikmu. Mungkin Dewa menginginkan aku untuk menjagamu di dunia ini. Dan itu.."
"Ada masalah?"
"Tidak, aku hanya.. itu yang membuatku... sayang padamu. Maksudku, seperti kakak yang menyayangi adiknya, aku menyayangimu Hana."
"Mungkin Dewa memang menginginkan itu. Aku tak keberatan jika kau mau jadi kakakku, kebetulan aku sangat menginginkan mempunyai kakak laki- laki."
Frans tersenyum pahit.
"Ingat ketika kau dan Virtus Electam lainnya mengarungi dimensi bertemu dengan Dewa dan Dewi?"
"Iya, aku dengar dari teman- teman bahwa kau berusaha menolong kami, bukan? Wah kau memang ketua kelas yang baik. Terimakasih banyak Frans. Tapi, maaf, karena kami kau harus dirawat di ruang perawatan selama beberapa hari."
"Kau hampir benar. Waktu itu posisimu di tengah- tengah mereka bukan? Aku berlari ke arahmu Hana, bukan kearah kalian. Dan, aku berusaha menyelamatkanmu, bukan mereka. Maaf jika aku egois, tapi, aku tidak mau kehilangan adikku untuk yang kedua kalinya."
Hana mencelos mendendar ucapan Frans. Makanan yang seharusnya masuk ke mulutnya pun diturunkan lagi.
"Frans?"
"Aku tahu Hana! Aku egois! Aku hanya berniat menolongmu waktu itu, tidak dengan yang lain. Aku terima aku terpental sejauh manapun. Asal kau selamat! Dan ketika mendengar kau selamat, aku senang. Tapi, aku tak senang mendengar kau adalah Virtus Electam. Di pikiranku hanya khawatir padamu. Aku takut kehilangan Sofy untuk yang kedua kalinya." Ucap Frans sambil memegang bahu Hana.
Hana berdiri dari duduknya dan berlutut di hadapan Frans yang juga sedang duduk.
"Aku tak menyalahkan kau egois, hanya kagum karena kau memiliki jiwa yang penuh kasih sayang. Aku sudah bilang tak keberatan bahwa kau menganggapku sebagai adikmu. Aku di besarkan di yayasan sosial. Aku, tak kenal satu pun siapa keluargaku disini, dan ketika aku memiliki keluarga, kenapa harus berbeda dimensi denganku? Aku senang kau beranggapan seperti itu. Aku senang, ternyata aku, ternyata aku sekarang memiliki keluarga. Yaitu kau."
Frans langsung berhambur ke pelukan Hana, memeluk tubuh mungil Hana dan menyandarkan kepalanya dibahu kecil Hana.
"Aku tak ingin kehilanganmu, untuk yang kedua kalinya." Ucap Frans yang menangis di bahu Hana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Academiae Elementer
FantasíaKisah seorang 4 elementer cantik yang memiliki kekuatan khusus untuk melindungi dirinya sendiri dan para elementer lainnya. Kisah cinta mereka berempat dan petualangan mereka
