Pelajaran Tuan Tasoo sudah selesai. Arha memutuskan untuk mengambil buku coklat itu dan bertanya maksudnya kepada ayahnya.
Jika kalian berpikir kalau Arha bodoh karena tidak ke perpustakaan untuk mencari informasi itu? Salah. Buku itu seperti buku yang akan tertulis secara otomatis. Maksudnya, buku itu memang ada, tapi didalam buku itu hanya ada tulisan.
'Peristiwa ini akan datang'. Hanya kalimat itu yang ada didalam buku yang berhubungan dengan Prognosis Book milik ayah Arha. Herannya, mengapa harus buku yang berhubungan dengan buku ayah Arha yang bertuliskan seperti itu?
Sekarang, Arha sudah berada didepan ruangan ayahnya. Arha bingung, dia harus marah karena ayah dan ibunya karena tidak pernah mengajarinya tentang Elementer atau bertanya seperti detektif yang tengah menyiasati suatu masalah?
Persetan dengan itu semua, Arha tetap masuk ke ruangan ayahnya, tanpa mengetuk dahulu.
"Ayah?"
"Aku di dalam perpustakaan ruanganku, masuk saja!" Jawab ayah Arha.
Arha masuk kedalam ruang perpustakaan pribadi ayahnya. Kebetulan sekali, ibunya ada disana, mereka seperti mencari sesuatu.
Arha menyembunyikan buku itu di belakang tubuhnya. Takut buku ini yang dicari, dan malah Arha tidak jadi bertanya. Arha selalu merasa penasaran karena Arha memiliki firasat ini ada hubungannya dengan dirinya.
"Ayah, Ibu, kalian mencari sesuatu?" Tanya Arha.
"Iya, kami mencari sebuah buku ramalan ayahmu, entah dimana ayahmu meletakannya."
"Kami mencari buku yang judulnya 'Prognosis Book', buku ramalan itu sangat penting. Apakah kau melihat buku itu di gudang rumah kemarin, saat kau membersihkannya bersama ibumu?" Tanya Ayah Arha.
"Ayah, Ibu aku ingin bertanya."
"Tentang?" Tanya Ayah Arha.
"Tentang buku ini." Arha menunjukkan buku yang tengah dicari orang tuanya.
"Dimana kau menemukan buku itu, Arha?" Tanya Veronica.
"Di gudang, ayah, siapa mereka? Apakah mereka Virtus Electam?"
"Kalau iya, apa hubungannya denganmu sayang, ayo berikan buku itu." Jawab ayah Arha.
"Tidak ayah! Aku mengenal diriku sendiri, ayah lihat Ignis ini? Ini seperti, diriku. Walaupun Ignis itu hanya melihatkan bagian pipinya, tapi aku tak mungkin tak hafal bagian pipiku sendiri ayah! Ayo beri tahu aku! Kenapa kalian semua seperti ini? Kalian selalu mengajarkan hal- hal yang berhubungan dengan Bumi, mengapa aku tidak pernah diajari tentang duniaku sendiri!?" Ucap Arha dengan emosi, Arha takut kalau itu benar- benar dirinya. Virtus Electam benar- benar berbahaya.
"Arha, kami bukan bermaksud begitu. Kami memiliki alasan mengapa kami tak mau memberi tahumu. Ibu akan memberi tahu sesuatu. Dulu saat ibu hamil. Ibu mengumpulkan seluruh Elementer di dunia ini. Dan mengumumkan kalau jangan ada diantara kalian yang memberi tahu tentang sihir yang kita miliki kecuali Elementum. Kau mau tau mengapa?"
Arha mengangguk.
"Karena keberadaan Virtus Electam dalam bahaya."
"Maksud ibu?"
"Maksud ibumu, Tenebrae mencari 4 Virtus Electam untuk di cuci otaknya, lalu digunakan sebagai alat untuk menaklukan alam semesta ini." Jawab Leon.
"Apa?! Tapi siapa Tenebrae?"
"Tenebrae adalah musuh dari Elementer. Mereka juga sama seperti kita, mereka juga Elementer, tapi karena mereka berambisi untuk memiliki alam semesta maka itu disebut Tenebrae."
KAMU SEDANG MEMBACA
Academiae Elementer
FantasíaKisah seorang 4 elementer cantik yang memiliki kekuatan khusus untuk melindungi dirinya sendiri dan para elementer lainnya. Kisah cinta mereka berempat dan petualangan mereka
