4

8.3K 772 14
                                        

Arha berlari menuju kantin. Arha lupa ada janji dengan Lina, Aulia, dan Hana. Disana sudah terdapat ketiga temannya, yang duduk dengan wajah kesal.

"Maaf, aku terlambat, aku ketiduran tadi. Kamarku memiliki hawa panas yang sangat cocok denganku." Jelas Arha.

"Hey! Bagaimana bisa kau tertidur?" Tanya Hana.

"Aku terlalu asyik membaca buku, dan tak sengaja tertidur."

"Sudah! Sekarang Hana, pesan makanan sana!" Perintah Lina.

Lina memang yang tertua dari mereka bertiga, setelahnya Arha, Aulia, dan yang terakhir Hana.

"Aku?! Kenapa harus aku?" Tanya Hana.

"Lina, biar aku saja yang pesan makanan, hitung- hitung sebagai permintaan maaf." ucap Arha.

"Terimakasih Arha!" Ucap Hana sambil memeluk Arha dari samping. Hana senang karena bisa mendapat makanan hanya dengan duduk.

Arha berjalan mendatangi kerumunan yang mengantri di kantin asrama.

"Syukurlah, antriannya tak terlalu panjang." Gumam Arha.

Arha berdiri di antrian paling belakang, Arha tak merasakan kalau ada orang yang ikut mengantri di belakangnya.

Arha mundur selangkah karena orang didepannya juga mundur selangkah.

"Aw!! Shhh... Aw! Terima kasih telah menginjaknya nona!" Ucap Elementer di belakang Arha itu yang ternyata kakinya terinjak oleh sepatu Arha yang memiliki alas dari kayu, karena itu Elementer itu meringis.

"Ah! Maaf, aku tak sengaja! Aku terdorong ke belakang tadi, maaf?" Ucap Arha kepada seorang Elementer yang ternyata laki- laki. Oh! Ini pertama kalinya Arha bicara pada laki- laki selain ayahnya.

Arha, lakukan ini seperti teman perempuanmu yang lain! Batin Arha.

"Tak apa! Emm siapa namamu?"

"Aku Arha, Ignis"

"Kau pelajar baru, ya?" Tanya laki- laki yang Arha ketahui itu adalah seragam akademinya.

Arha melihat seragam di depannya. Seragam serba putih. Seragam dengan kemeja putih, jas khas Academiae Elementer, dengan simbol Aqua, dan dengan celana panjang berwarna putih. Arha dan junior yang lain belum di beri seragam oleh pihak akademi, jadi para junior masih memakai pakaian yang sekiranya formal.

"Iya" jawab Arha sambil maju selangkah karena antrian berkurang.

"Pantas, aku belum pernah melihatmu, dan kau belum menggunakan pakaian seragam"

"Siapa namamu?" Tanya Arha.

"Ah! Maaf aku lupa, aku Hyugo, Aqua" ucap laki- laki yang bernama Hyugo.

"Ah, pantas saja, kau memiliki aura yang positif" puji Arha.

"Benarkah? Aku juga baru melihat Ignis yang ramah sepertimu, biasanya Ignis walaupun salah tapi malah dia yang marah." Jawab Hyugo.

"Ehm... Hyugo, aku juga Ignis yang mudah marah loh.." jujur Arha yang sudah menyimpan rasa kesal.

Apa Ignis selalu dicap sebagai orang yang emosional di sini?

"Maaf. Hey! Giliranmu sudah tiba" ucap Hyugo menyadarkan Arha. Arha lalu memutar badannya.

"Nyonya, aku minta 4 porsi." Ucap Arha membuat Hyugo membelalakan matanya.

Cantik tapi porsi makannya 4 kali lipat dariku! Yang benar saja!

Arha berbalik dan mendapati Hyugo yang menatapnya seperti tak percaya Arha makan 4 porsi jatah makanan.

Academiae ElementerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang