bagian 11: bodoh

20 5 6
                                        

Kalo kamu milih dia,
Aku bisa apa?
----------


Line

Radit: fia

Fia: apa?

Radit: ketemuan yuk

Fia: dimana?

Radit: novlen cafe

Fia: oke

'Hujan hujan gini ngajak ketemuan? Gak ngejemput? Tumben gak kayak biasanya' batin fia.

Biasanya kalo mau ketemuan, radit pasti akan menjemput fia. Dan jika di chat, pasti ada gombal gombal recehnya. Tapi sekarang beda. Dia membalas nya dengan singkat singkat.

Fia pun segera ke kamar mandi. Dan berganti baju.

"bi.. fia pergi sebentar" teriak fia. Ia pun memesan taksi online.
•••
Sudah 1jam 30 menit, fia menunggu. Namun tidak ada tanda tanda kedatangan radit. Ia juga sudah meng spam line radit. Namun dibaca pun tidak. Sekarang sudah jam 8. Cafe pun akan di tutup. Fia pun memutuskan untuk pulang.

"Sendirian aja neng?" Ucap laki laki.

"Mau apa lo?" Tanya fia.

"Wah judes judes gini. Jadi lebih menantang!" Kata laki laki sebelahnya.

Mereka pun mendekat

"Tolonggg!" Teriak fia. Namun jalan yang ia lewati sangat sepi.

"Shtt" ucap laki laki itu.

Ia pun merobek rok fia. Sekarang rok nya tinggal se paha.

"Tolonggg!!!" Teriak fia semakin menjadi. Air matanya bercucuran.

Bugh bugh

Fia pun tak sadarkan diri.
•••

"Fiaa kamu udah sadar?!" Ucap arka khawatir.

Fia membuka matanya. Tercium bau obat obatan. Ternyata ia di rumah sakit.

"Lah arka? Kok lo disini?" Tanya fia bingung. Padahal ia mengharapkan radit.

"Tadi lo di godain preman" kata arka. Terlihat mukanya yang lebam lebam

"Sori ya gara gara gu-"

"Bukan gara gara lo. Tapi tugas gue sebagai cowok" ucap arka lembut.

Via pov

Lah kok gua jadi deg degan gini?! Ahh sadar fiaa kamu udah punya radit. Tapi dia juga gak peduli sama gue! Udah lah bodo

"Fi?"

"Eh apa?" Tanya fia.

"Lo ngelamun" kata arka.

"Kapan gue pulang?" Tanya fia.

"Besok. Eh udah malem. Gue pulang dulu ya! Ortu lo udah gue telpon. Tapi katanya mereka minta maaf gabisa jenguk lo. Soalnya lagi dinas luar lota katanya." Ucap arka

'Selalu gitu. Udah biasa' batin gue.

Fia mengangguk

"Arka, makasih ya" kata fia tersenyum tulus. jika tidak ada arka, mungkin ia sudah di 'apa apa kan' oleh preman tadi.

"Sama sama" arka pun pergi
••••
"Bi!" Panggil fia ketika ia sudah di rumah.

"Non fia? Akhirnya non pulangg! Bibi khawatir" kata bibi.

Fia pun mengangguk. "Bi, tolong buatin minum buat temen fia" ucap fia

Mereka pun mengobrol ngobrol.

"Fi gue pamit ya. Ada urusan" ucap arka.

"Okey. Makasih yaa!" Kata fia.

Arka pun pergi.

Tok tok tok

"Siapa ya?" Gumam fia. Saat ia membuka pintu, tidak ada siapa siapa. Namun ada sebuah kotak berwarna hitam.

Fia pun membawanya ke kamar. Lalu ia membuka kotak itu. Dan satu tetes air mata nya jatuh.

'Enggak enggak gue gak peduli! Ya gue pacaran sam radit cuma tantangan! Buat apa gue sedih?' Batin fia menghapus air matanya

Sekarang ia tau. Mengapa radit tidak datang pada malam itu.

Karena radit tidak memilihnya

Tbc

Apa yaaa isi kotaknyaa... bakal diceritain di part selanjutnya okayyyyy!

[GLS-1] Feeling [HIATUS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang