"Makanya jangan pernah buat janji kalau LU SENDIRI belom tentu bisa nepatin itu"
Satu kalimat Derry yang sangat menohok Kevin. Iyaa kali ini Derry benar, tidak seharusnya Kevin membuat janji yang belom tentu ia bisa tepati. Buktinya hanya dalam dalam hitungan malam, dengan lancangnya ia sudah menyium Nilla dan dalam hitungan hari, hatinya pun mulai ragu dengan janji itu.
Entah apa yang dipikirkan Kevin saat membuat janji itu. Ia hanya takut kehilangan Nilla, ia takut Nillanya berubah dan menjauhinya. Ia tidak mau kehilangan lagi.
"Aarrgghh", Kevin berteriak frustasi di kamarnya dan tiba- tiba saja
'praanngg' suara pecahan kaca memenuhi ruangan itu.
"Den Keviin, den kenapa atuuhh", teriak Bi Ijah pembantu rumah tangga di rumah Kevin sambil berlari menaiki tangga untuk melihat keadaan majikannya itu
"Astaga Den, khilaf den", ucap Bi Ijah panik melihat kondisi tangan Kevin yang mulai mengeluarkan darah segar
Tak lama Kevin pun terduduk di lantai dan mulai mengeluarkan air matanya, Bi Ijah pun mendekati Kevin dan memeluknya, "Den Kevin kenapa ? Cerita sama Bibi". Kevin pun membalas pelukan Bi Ijah dan menangis di dalam dekapannya. Nyaman, itu yang Kevin rasakan. Sudah lama ia tidak mendapatkan kasih sayang seperti ini sejak mamanya meninggal.
Bi Ijah pun meyanyikan lagu lullaby, lagu favourite Kevin saat ia kecil, karena ia tau, hanya dengan lagu ini Kevin akan bisa terlelap dan melupakan masalahnya untuk sesaat. Walau ia tau Kevinnya sudah besar, tapi ia masi Kevin akan slalu meminta mamanya untuk menyanyikan lagu lullaby sebelum ia tidur, atau ketika Kevin sedang gusar atau banyak masalah.
Tanpa sadar Kevin pun terlelap dengan mimpi yang meningatkannya akan masa lalu.
FlashBack
'plaaak' sebuah tamparan yang sangat keras terdengar oleh Kevin kecil yang sedang menunggu mamanya datang untuk menyanyikan lagu lullaby sebelum ia tidur .
Tak lama suara tangisan mamanya pun terdengar, "hiikss mas, selama ini aku sudah sabar dengan setiap prilaku kamu. Tapi berani- beraninya kamu menampar saya", Kevin kecil yang mendengar mamanya menangis pun segera keluar
"Makanya jangan pernah campuri urusan saya"
"Mamaaa.., mama kenapa nangis ?? Papa apain mama sampe mama Kevin nangis ?", ucap Kevin kecil sambil memeluk mamanya di lantai dan mengusap air mata mamanya pelan
"Kevin sini kamu ikut papa, dan kamu tinggalkan rumah ini segera. Aku akan urus perceraian kita secepat mungkin", Papanya pun menarik tangan Kevin dengan kasar dan menjauhkannya dari mamanya
"Mama mau kemana ? Kevin mau ikut mama", ucap Kevin sambil berlari mengejar mamanya yang sudah beranjak meninggalkan rumah
Mamanya yang mendengar langkah Kevin pun berbalik dan bersujud untuk mensejajarkan tingginya dengan Kevin "Kevin sayang, kamu harus jadi anak yang pintar yah, turuti apa kata papa jangan nakal. Kamu harus ingat kalau mama sayaang banget sama kamu, mama akan sering- sering pulang untuk ketemu sama kamu", ucap mamanya sambil mengelus rambut Kevin kecil dan mencium puncak kepalanya dengan penuh sayang.
"dan ini", tambah mamanya sambil memberikan sebuah ipod kecil kepada Kevin. "mama udah rekam lagu lullaby untuk Kevin", air matanya tak dapat di bendung lagi, "kalau kamu kangen sama mama cukup di puter aja yah, mama akan slalu ada di sini", mamanya menunjuk hati Kevin. Berat rasanya ia harus meninggalkan Kevin, tapi ia harus menepati kesepakatan yang telah dibuat dengan papa Kevin. Ia pun segera bangkit berdiri dan pergi meninggalkan rumah.
Kevin yang ingin mengejar mamanya pun dihalang oleh papanya, "sudah kevin biarkan mama kamu pergi", kevin terus meronta- ronta ingin melepaskan diri dari papanya
"aarrghh anak kurang ajar !!", teriak papanya tiba- tiba menahan sakit akibat gigitan Kevin
Kevin yang melihat papanya menahan sakit pun segera berlari meninggalkan papanya dan berusaha mencari mamanya, "pasti mama belum jauh"
"MAMA, awaas", teriak Kevin dengan kencang karena ia melihat ada mobil yang melaju menuju mamanya
Namun air mata yang terus mengalir membuat matanya buram dan tidak melihat bahwa ada kendaraan yang sedang melaju ke arahnya.
'Braakk'
"Mamaaaaa"
End FlashBack
"Mamaaaa", Kevin pun terbangun dari mimpinya. Mimpi yang selama 11 tahun belakangan ini slalu menghantuinya.
"Kenapa mama harus tinggalin Kevin, sekarang Kevin sendirian ga punya siapa- siapa ma"
Kecelakaan itu menyebabkan Kevin harus kehilangan mamanya. Dan sejak saat itu, Kevin menjadi anak yang pendiam. Ia slalu mengurung diri di kamarnya, mendengarkan lagu lullaby dari mamanya dan tidak pernah menghiraukan panggilan papanya. Ia sangat membenci papanya. Karena menurutnya penyebab meninggalnya mama disebabkan oleh papa yang mengusir mama.
Papanya pun sudah tidak mau mengambil pusing lagi. Yang penting ia tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai ayah untuk menafkahi keluarganya yaitu Kevin. Selebihnya ia tidak peduli.
Selang 1 tahun sejak mamanya meninggal. Papanya menikah lagi dengan wanita simpanannya selama ini. Dan menetap di singapura.
Selama sebulan sekali ia akan mengirimkan uang kepada Bi Ijah untuk mengurus seluruh keperluan Kevin, dan berapa bulan sekali ia akan pulang untuk melihat keadaan Kevin.
Kevin sangat berkecukupan dalam segi materi namun ia sangat kekurangan dalam segi kasih sayang.
Itulah alasan dibalik sikap Kevin selama ini. Kevin yang playboy, Kevin yang jail, usil, suka mencari sensasi atau masalah.
Karena ia kesepian.
Tidak ada yang tau alasan dibalik sikap Kevin selama ini. Hanya Derry satu- satunya sahabat yang tau semua kisah Kevin. Itupun karena Bi Ijah yang menceritakan semuanya bukan dari mulut Kevin langsung.
Itu pulalah salah satu alasan kenapa ia membuat janji dengan Nilla agar mereka slalu bersahabat, agar Nilla kembali menjadi Nilla yang dulu ?
Karena ia kesepian, selama ada Nilla hidupnya lebih berwarna, Nilla slalu bawel dan memberikan perhatian kepadanya. Ia pun sudah mengurangi kadar playboynya. Saat SMP dalam sebulan ia bisa berpacaran lebih dari 3x, sejak mengenal Nilla hingga detik ini bahkan ia hanya berpacaran dengan Cindy.
Dan ia takut kehilangan lagi. Ia takut kehilangan orang yang ia sayang untuk kedua kalinya. Yah harus Kevin akui, ia mulai menyayangi Nilla. Dengan mengikat Nilla dalam sebuah janji persahabatan, maka ia tidak akan kehilangan Nilla kan ? Nilla akan slalu ada untuknya kan ? Biarlah Kevin egois.
Namun apa itu yang Kevin mau ? Hanya sebatas sahabat ?
Don't forget to vote and comment yah Enjoy and Happy Reading ^^ Ig : @slvia28
KAMU SEDANG MEMBACA
Putih abu - abu
Roman pour AdolescentsSedang proses revisi di beberapa part awal, jadi di unpublish dulu :D Dan bagi yang uda pernah baca cerita aku tolong baca ulang dibeberapa part yang aku republished yah karena ceritanya beda hehe thankyou 😊 Banyak orang bilang kalau masa-masa SMA...
