11. Hilang

1.3K 208 39
                                        

Pagi ini mulutku sudah nggak pahit lagi, badanku juga sudah nggak panas. Aku bangun tidur langsung celingukan mencari Bunda, soalnya Bunda tiba-tiba hilang. Kayaknya, sih, Bunda lupa, atau ngumpet. Soalnya Bunda kadang-kadang suka main petak umpet. Dia ngumpet lama banget, terus biasanya baru ketemu besok paginya.

Pertama, aku membuka pintu lemari, (aku biasa ngumpet di lemari) tapi ternyata Bunda nggak ada. Bunda mungkin ngumpet di kamar mandi juga, aku coba buka pintu kamar mandi, Bunda masih nggak ketemu.

"Bunda," panggilku, tapi Bunda nggak nyahut. Aku memutuskan untuk mencari Bunda ke kolong kasur, Bunda nggak ada juga disana. Hm ... mungkin Bunda ngumpet di ruangan lain? Bisa jadi, sih. Aku memutuskan untuk keluar kamar sambil memanggil Bunda. Tapi, ternyata yang muncul malah Eyang Putri.

"Eyang, Bunda kemana? Dia lagi ngumpet, ya?"

"Ngumpet?"

Aku mengangguk, "iya, Bunda suka main petak umpet. Kadang, Bunda ngumpet di rumah orang, atau dimana aja. Bunda kalo ngumpet susah dicari."

"Bunda nggak ngumpet, Bunda balik lagi ke Jakarta."

Aku diam sejenak. Jadi, Bunda ngumpetnya di Jakarta? Apakah itu jauh?

"Bunda ngumpet di Jakarta, Yang?"

"Bunda pulang sebentar ke Jakarta."

"Loh? Kok pulang, sih? Kan, kita lagi main petak umpet, Eyang."

Eyang Putri malah diam saja. Dia menggandengku menuju dapur dan memberiku sarapan pancake dengan mapel sirup.

 Dia menggandengku menuju dapur dan memberiku sarapan pancake dengan mapel sirup

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kalo lagi ngumpet, Bunda suka makan pancake juga nggak, Yang?"

"Bian, dengar Eyang, ya ... Bunda lagi pulang ke rumahnya, sebentar. Dia nanti balik lagi."

"Kapan balik laginya, Eyang?"

Eyang Putri menggelengkan kepalanya, "sampai urusannya selesai, mungkin,"

"Kalo aku sakit kaya kemarin, Bunda mau jengukin aku lagi nggak, Yang?"

Eyang Putri lagi-lagi nggak menjawab pertanyaanku. Eyang Putri malah mendekat, lalu memelukku erat-erat. "Kamu nggak boleh sakit. Kalau sakit nggak bisa main sama Bunda. Bunda nanti kesini kalau Bian nggak sakit."

"Sekarang aku sudah nggak sakit lagi, tapi kenapa Bunda hilang?"

******

Hari ini Eyang Putri diam terus. Kadang dia nangis juga. Aku nggak paham kenapa Eyang Putri menangis. Bi Yah yang biasa membantu Eyang Putri masak juga nggak banyak bercerita hari ini, padahal dia biasanya suka cerita tentang Ciung Wanara atau Lutung Kasarung saat kami memasak.

Aku memutuskan untuk keluar rumah dan duduk di gazebo. Aku kangen sama Chruz, Skylar, Gaeli dan Gordon. Mobil-mobilanku itu kadang bisa bicara. Kalau aku sendirian di rumah, Chruz suka bercerita tentang jalanan, Skylar tentang cuaca, Gaeli tentang mobil dan Gordon tentang polisi lalu lintas. Sayangnya, mereka berempat nggak ada disini. Disini cuma ada aku sendirian.

Strawberry CheesecakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang