4. Bu Guru Eli

1.6K 269 68
                                        

Aku senang hari ini Bunda nggak lupa seperti kemarin lusa. Bunda hari ini masak sarapan, menyapa dan menciumku.

Bunda bikin omurice. Itu lho, nasi goreng yang di tutup pakai telur dadar. Enak banget. Aku makan dengan lahap. Dan sekarang perutku kenyang.

Hari ini Bu Guru Eli akan kerumahku karena ini hari Sabtu. Kata Bunda, Bu Guru Eli akan kerumah tiap hari Sabtu. Dan sekarang sudah hari Sabtu.

Sementara Bunda beres-beres di dapur, aku duduk di ruang tengah sambil membaca buku. Aku biasa menunggu Bu Guru Eli sambil membaca. Jadi, kalau di tanya apa yang ku lakukan hari ini, aku bilang, aku baca buku. Buatku, baca buku itu keren. Axel Si Nakal nggak suka baca buku. Dia suka mencuri mangga Bu Risol. Tidak suka baca buku.

Di dalam buku yang kubaca, aku mendapati beberapa gambar menarik dan istilah-istilah aneh yang nggak ku pahami. Aku akan menulisnya di halaman akhir buku tulisku. Dan menanyakannya pada Bu Guru Eli nanti.

Ini daftar kata-kata aneh yang aku dapat dari buku yang kubaca :
- Santa Claus
- Natal

Aku juga akan menambahkan daftar kata yang nggak ku mengerti dari hasil mendengarkan omongan Tante Irma, Om Ghani dan Bunda.

- Down
- Mania

Sepertinya cukup. Aku punya empat pertanyaan buat Bu Guru Eli nanti.

*****

"Halo, Brian. Sudah menunggu Ibu dari tadi, ya?"

Aku mengangguk. Bu Guru Eli ini suka memanggilku dengan nama Brian. Padahal namaku itu Bian. Nggak tahu deh, kenapa dia suka mengganti namaku.

"Hari ini kita belajar menghitung, ya, Brian," aku lagi-lagi mengangguk. Bu Guru Eli tersenyum. Ia mengeluarkan sebuah benda yang berbentuk persegi panjang. Di dalam benda itu ada garis dan biji berwarna-warni. Seperti permen!

Aku jadi suka belajar menggunakan benda yang Bu Guru Eli bawa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku jadi suka belajar menggunakan benda yang Bu Guru Eli bawa. Sementara aku sibuk belajar dengan Bu Guru Eli, Bunda menghampiri kami dan membawakan satu piring cookies dan jus jambu.

"Ini, camilan buat nemenin belajar, Bu."

Aku mengerutkan dahiku heran. Memang cookies bisa diajak belajar? Cookies bisa jadi teman belajar? Hft. Lagi-lagi orang dewasa bertindak aneh. Tapi aku kali ini pura-pura tak tahu. Soalnya aku sedang senang belajar pakai benda dari Bu Guru Eli.

"Ah, iya. Terimakasih, Bu. Merepotkan sekali sampai bikin cookies,"

"Nggak apa-apa kok. Saya senang buatnya. Silahkan di coba, Bu."

Bu Guru Eli lalu mengambil cookies itu lalu mengobrol dengan Bunda. Tuh, kan. Orang dewasa kalau bertemu selalu mengobrol.

"Oh, iya. Ini Brian sudah mahir pakai sempoanya, Bu. Kayaknya dia suka."

Strawberry CheesecakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang