“Wahh ada tukang es krim..” matamu berbinar melihatnya. Saat itu cuacanya memang lumayan panas, jadi pasti menyegarkan jika memakan ice cream.
“Ayo kita beli..” Jiyong menarik tanganmu menuju kedai ice cream itu.
“Hyung belikan kami es krim juga yaa..” teriak Seungri dari kejauhan.
“Oppa mau rasa apa?” tanyamu saat tiba dikedai ice cream.
“Samain kamu aja..”
“Terus mereka?” tanyamu sambil menunjuk Seungri, Daesung, dan Taeyang.
“Apa ya? Eung.. Vanilla aja deh, suka ga suka juga tetep dimakan kok sama mereka” Jiyong terkekeh pelan.
Kini masing-masing dari kalian sudah memegang es krim dan mulai melanjutkan perjalanan.
“Kok dari tadi jalan mulu sih? Capek nihh” Daesung mulai membuka suara.
“Iya hyung. Lihat noh, kaki Daesung hyung dan Taeyang hyung sudah membesar” Seungri ikut menimpali sambil menunjuk kaki kedua hyungnya itu.
“Nunjuk apa kamu Ri?” Taeyang menatap tajam Seungri. Seungri pun perlahan mulai menjauh dari hyung nya yang satu itu.
“Namanya juga jalan-jalan..” jawab Jiyong dengan santai.
“Aigooo.. (y/n) kamu pasti capek juga kan? Iya kan?” tanya Daesung padamu.
Jujur saja, sebenarnya kamu juga merasa lelah. Tapi entah kenapa kalau berjalan sejauh apapun dengan bias, rasa lelah itu tidak ada artinya.
Sebelum menjawab, kamu melihat Daesung yang kelelahan.
“Eh? Ya, lumayan oppa hehehe” jawabmu sekenanya.
Daesung melihat sepasang ayunan dan membuatnya tersenyum hingga matanya menghilang(?). Dia tiba-tiba menarik tanganmu menuju ayunan itu dan duduk diatasnya.
Melihat hal itu, Jiyong, Seungri, dan Taeyang menghampirimu dan Daesung.
“Aku juga mau naik ayunan hyung” rengek Seungri.
“Pergi sana” ujar Daesung yang sok cuek.
“Ayolah hyung.. Kau harus mengalah dengan maknae”
Seungri memasang wajah memelasnya yang membuatmu tertawa karena bagimu itu lucu.
“Pindahlah Dae. Aku ingin duduk disebelahnya” bisik Jiyong pada Daesung.
“Aishh, baiklah baik” Daesung mulai beranjak dari ayunan tersebut, kini Jiyong lah yang mendudukinya.
“Kalau itu permintaan leader, aku bisa apa?” batin Daesung.
“Yakkk!! Kenapa malah Jiyong hyung yang mendudukinya?” ujar Seungri yang tidak terima.
“Eh, Taeyang oppa kemana?” tanyamu karena tidak melihatnya sekaligus mengalihkan pembicaraan.
“Lagi videocall-an sama Min Hyorin” jawab Seungri.
“Loh dimana? Kok ga keliatan?” kamu masih bertanya karena kamu memang masih belum menemukannya.
“Itu tuh yang lagi duduk di perosotan” jawab Seungri sambil menunjuk Taeyang yang sedang asik berbicara.
Seungri yang melihat Daesung sedang duduk diatas jungkat-jungkit langsung menghampiri dan ikut menaikinya. Dan akhirnya mereka berdua pun bermain jungkat-jungkit. Sedangkan Taeyang, masih videocall-an dengan kekasihnya sambil sesekali bermain perosotan.
“Oppa..” kamu mulai membuka suara.
“Ya?” Jiyong menoleh kearahmu dan mulai memperhatikanmu.
Melihat hal itu kamu menundukkan wajahmu.
“Kenapa oppa tiba-tiba bisa datang kesini?”
“Kenapa?”
“Aishh.. Kenapa oppa malah balik bertanya?” kamu mendengar kekehannya.
“Sini lihat oppa.” titahnya. Dengan ragu-ragu kamu mulai mengangkat wajahmu dan perlahan menatap wajahnya.
“Menurut kamu, kenapa oppa kesini?” Jiyong menatapmu lekat-lekat sambil tersenyum jahil.
“Eung.. Tidak tahu”
Tiba-tiba dia mencubit pipimu dengan gemas.
“Ayolah tebak dulu..”
“Kangen gue kali yaa? Ahayyy” batinmu.
“Aku tidak tahu oppa.. Ayolah cepat beri tahu..” rengekmu yang dihadiai cubitan dipipimu.
“Jangan merengek pada oppa, oppa ga kuat” dia kembali tertawa.
“Dan oppa jangan mencubiti pipiku terus..” balasmu sambil memajukan kedua bibirmu.
“Makanya jangan bertingkah menggemaskan seperti itu”
BLUSH
Wajahmu langsung memerah dan detak jantungmu mulai tidak beraturan karena ucapannya. Sebenarnya sejak kamu melihatnya pagi tadi, jantungmu mulai bermasalah. Ya, detaknya mulai tidak beraturan dan sangat kencang.
“Oppa kesini karena ingin bertemu denganmu”
“Kenapa?” dengan refleks kamu menoleh kearahnya yang masih saja tersenyum.
Sepertinya melihat senyumnya akan menjadi kebutuhan baru dalam hidupmu.
“Oppa merindukanmu, (y/n)”
BINGO!
Tebakanmu tadi benar adanya. Kamu merasa terkejut sekaligus senang saat mendengarnya. Rasanya saat ini jantungmu akan meledak.
Tiba-tiba rintikan hujan mulai turun.
“Oppa, hujan.. Ayo kita pindah..” ujarmu yang dengan refleks menarik tangannya.
“Tunggu dulu” Jiyong tiba-tiba membuka jaketnya dan menutupi kepalamu dengan jaketnya itu.
Mendapat perlakuan manis darinya itu kamu diam mematung.
.
.
.
.
.
.
Taeyang kalem banget yaaa?? 😂😂😂
KAMU SEDANG MEMBACA
Imagine Your Bias [GD]
Fanfiction-Gimana jadinya kalo kamu ketemu sama bias, ngobrol sama bias, deket sama bias, jalan bareng sama bias, atau bahkan sampe di sayang sama bias. Ahh itu pasti harapan terbesar buat seorang fangirl. Tapi, itu bisa aja terjadi kok di khayalan mu. Jadi...
![Imagine Your Bias [GD]](https://img.wattpad.com/cover/102647146-64-k787220.jpg)