Kamu masih mematung atas sikap manisnya yang ia lakukan kepadamu, hingga perkataannya mulai menyadarkanmu.
“(y/n), ayo pergi. Nanti kamu sakit kalo kehujanan” ujarnya sembari merangkul pundakmu.
“Eh? A.. Ayo oppa..” pikiranmu mendadak blank karena semua perlakuannya yang sangat tidak terduga. Baru dua langkah kakimu melangkah, tiba-tiba ada sebuah payung yang memayungimu dan Jiyong.
“Kalian itu kalau mau ngedrama jangan sekarang. Lihat, baju kalian sudah basah semua” ya, ternyata yang memayungimu dan Jiyong adalah Seungri yang mendapatkan payung itu entah dari mana.
“Padahal aku sudah memayunginya dengan jaketku..” gumam Jiyong lirih namun masih terdengar.
“Hyung bodoh. Jaketmu itu kan tidak anti air, jelas saja tetap basah” ujar Seungri yang mulai tidak tahu diri(?).
PLETAKK
Jiyong baru saja menyentil jidat Seungri.
Kamu hanya terkejut melihat pertikaian antara dua makhluk tampan itu(?).
“Tadi kau sebut hyung mu ini apa? Coba kau ulangi lagi, aku ingin dengar” ujar Jiyong sedikit sarkastik.
“Aku tidak bilang apa-apa hyung” elak Seungri. Kamu hanya terkekeh melihat tingkah mereka berdua.
“Sudahlah oppa, lebih baik kita segera berteduh” ujarmu yang mulai menengahi.
“Kajja! ” seru Seungri sembari menggandeng tanganmu.
Namun tanganmu yang sebelah ditahan oleh Jiyong, sehingga tragedi tarik-tarikkan pun terjadi.
“Hey, untuk apa kamu menggandeng (y/n)? Gandeng saja payung itu” ujar Jiyong.
“Aku kan hanya menggandengnya untuk pergi berteduh, memangnya tidak boleh?” sanggah Seungri.
“Oh ayolah.. Aku tidak ingin kalian sakit nantinya karena kehujanan seperti ini” ujarmu yang mulai khawatir.
Tapi tidak ada satupun yang menggubrisnya, dan mereka tetap melanjutkan perdebatan yang ada.
“Kau itu kenapa hyung? Kalau (y/n) itu temanmu, berarti dia temanku juga. Jadi tidak masalah kan kalau aku menggandengnya” bantah Seungri.
“Pokoknya kali ini berbeda. Kau tidak boleh menyentuh (y/n), bahkan menyentuh sehelai rambutnya pun tidak boleh” tegas Jiyong.
“Eh ini pada ngerebutin gue? Kyaaaa.. Dia posesif banget sama gue” batinmu.
“Kenapa? Memang dia siapamu? Kekasihmu juga bukan kan hyung?” ucapan Seungri kali ini sukses membuatmu dan Jiyong terdiam. Kamu menunggu-nunggu apa yang akan Jiyong lontarkan untuk membalas ucapan Seungri. Sekitar satu menitan, dia tetap tidak membuka suara.
“Iyya gue kan emang bukan siapa-siapa lo bang. Lebih baik ga usah dijawab, daripada gue yang sakit ntar gegara denger langsung dari lo” batinmu mulai mencurahkan apa yang dirasakannya.
“Sudahlah, hyung. Hujannya semakin deras. Ayo (y/n) ikut oppa. Terserah hyung mau hujan-hujanan atau sepayung dengan kami, aku tidak peduli” ajak Seungri yang kembali menggandeng tanganmu dan perlahan mulai meninggalkan Jiyong yang masih terdiam dibawah guyuran hujan.
Sejujurnya kamu sangat tidak tega meninggalkannya seperti itu, bahkan jika bisa, kamu ingin berlari menghampirinya dan memeluknya atau hanya sekedar melindunginya dari derasnya air hujan.
“Tunggu..” ujar Jiyong yang masih berdiri ditempatnya. Dengan refleks kamu dan Seungri menoleh secara bersamaan.
“Seungri, (y/n) memang bukan kekasihku saat ini...” ujar Jiyong dengan keras karena suara hujan yang berisik.
“Hanjerrr.. Udah ngomongnya kaya gitu, kenceng lagi. Sakit bang” batinmu.
“Tapi, dia akan menjadi kekasihku nantinya..” sambung Jiyong yang membuatmu terkejut.
Dan perkataan Jiyong tersebut sukses membuat Seungri membulatkan matanya.
“Jadi, bisa kau lepaskan genggamanmu itu sekarang?” tanya Jiyong dengan senyuman yang terukir diwajah tampannya itu.
Seungri pun langsung melepaskan genggamannya dan masih sangat terkejut.
Jiyong pun mulai menghampirimu dan menggenggam tanganmu dengan erat.
“Mulai sekarang, tidak ada yang boleh menggenggam tanganmu kecuali oppa..” bisiknya dan kamu pun mengangguk dengan malu-malu sebagai respon atas ucapannya.
“Ayo kita pergi” ajak Jiyong yang masih menggenggam tanganmu dan sebelah tangannya merangkul pundak Seungri.
“Omong-omong mana Taeyang oppa dan Daesung oppa?” tanyamu yang menyadari bahwa mereka berdua tidak bersamamu.
“Mereka sudah kembali kedalam mobil” jawab Seungri.
“Lalu, payung itu kau dapat dari mana?” tanya Jiyong.
“Hehe anu, tadi aku melihat payung ini diatas sebuah gerobak. Masa gerobak aja dipayungin? Jadi, maknae pintar ini mengambilnya untuk kita pakai” jawab Seungri dengan bangganya.
“Bentar, kok gue curiga ya” batinmu.
“NEENGG~ ITU PAYUNG AKANG MAU DIBAWA KEMANAA?” ujar seseorang dari kejauhan yang tengah memanggilmu. Karena teriakannya itu, banyak orang yang melihat kearah kalian.
“Jangan bilang oppa tadi ngambil payung ini diatas gerobak tukang bakso itu..” ujarmu sambil menunjuk gerobak bakso milik seseorang yang tadi berteriak.
“Sayangnya iya.. Hehehe” balas Seungri cengengesan.
“Kok kzl yaa.. Gimana member bigbang yang lain dah bertahun-tahun deket sama nih orang” pikirmu.
Kamu dan Jiyong menatap tajam Seungri karena telah membuat malu.
“Maaf kang, ini payungnya kita balikin. Maaf ya kang” ujarmu seraya mengembalikan payung tersebut.
Alhasil kalian bertiga berhujan-hujanan hingga tiba ke tempat yang bisa digunakan untuk berteduh.
“Hyung, apa mungkin orang tadi adalah saudara Daesung hyung?” tanya Seungri dengan polosnya.
“Kenapa kau berfikir begitu?” tanya Jiyong.
“Soalnya tadi (y/n) memanggilnya dengan sebutan yang sama dengan marga yang dimiliki oleh Daesung hyung”
“Maksudmu Kang?” tanyamu memastikan.
“Iyaa..” jawab Seungri.
Kamu menahan tawa karena kepolosannya.
“Benar juga katamu, Ri. Jadi kemungkinan mereka itu bersaudara. Poninya juga terlihat hampir mirip.. ” ujar Jiyong seraya menganggukkan kepalanya seolah setuju dengan ucapan Seungri.
Kamu hanya tertawa mendengar pembicaraan mereka.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf garing banget 😂😂😂
KAMU SEDANG MEMBACA
Imagine Your Bias [GD]
Fanfiction-Gimana jadinya kalo kamu ketemu sama bias, ngobrol sama bias, deket sama bias, jalan bareng sama bias, atau bahkan sampe di sayang sama bias. Ahh itu pasti harapan terbesar buat seorang fangirl. Tapi, itu bisa aja terjadi kok di khayalan mu. Jadi...
![Imagine Your Bias [GD]](https://img.wattpad.com/cover/102647146-64-k787220.jpg)