“(y/n) kamu kedinginan ya?” tanya Jiyong yang melihatmu menggigil.
“Engga kok, kan ada matahari di sini hehehe” ujarmu sembari melirik Taeyang.
Taeyang hanya tertawa mendengar ucapanmu.
“Mwo? Lihat? Dia baru saja menggoda Taeyang hyung” seru Seungri yang sangat heboh.
PLETAKK
“Aaaakkk!! Aish.. sakit, hyung” ya, Daesung baru saja menjitak kepala Seungri.
“Kau itu berisik sekali, Ri” ujar Daesung.
“Sudahlah ayo kita antar (y/n) ke rumahnya, kasihan dia kedinginan” ujar Taeyang sembari menyelimuti tubuhmu dengan jaketnya yang kering.
Jiyong yang berada disampingmu hanya diam, tidak bereaksi apa-apa.
“Kirain dia bakal cemburu kalo gue diginiin sama orang lain, taunya biasa aja..” pikirmu.
Tiba-tiba ide jahilmu keluar.
“Terima kasih, oppa. Ini sangat hangat” ujarmu dengan nada yang sedikit manja(?). Taeyang membalas ucapanmu dengan eyesmile nya. Sesekali kamu melirik Jiyong untuk melihat reaksinya.
Jiyong masih tidak bereaksi, bahkan ia tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari kaca jendela disebelahnya.
“Wah senyuman oppa membuatku lebih hangat. Pasti kekasih oppa sangat bahagia, karena memiliki kekasih seperti oppa yang bisa membuatnya selalu merasa hangat saat berada didekat oppa” ujarmu dengan polos.
“Hahahaha benarkah? Pantas saja ia selalu memelukku” balas Taeyang sembari tertawa.
Jiyong yang mendengar ucapanmu tadi langsung bereaksi.
Tiba-tiba dia memelukmu, matamu membulat karena terkejut melihat reaksinya yang tidak terduga.
“Aku juga bisa menghangatkanmu” ujar Jiyong lirih tapi masih terdengar oleh yang lain.
“Maksudnya apa? Kok ambigu ya?” pikirmu.
“Woahh,, Seungri.. Apa yang sudah aku dan Taeyang lewatkan?” tanya Daesung sambil menepuk-nepuk pundak Seungri.
“Omo. Omo. Omo” seru Taeyang dan Seungri heboh tidak menanggapi ucapan Daesung.
Jiyong masih memelukmu, bahkan pelukannya semakin erat. Sesekali ia juga membelai lembut rambutmu.
“Jantung bersabarlah sebentar lagi.. Kayanya muka gue udah merah banget ini” batinmu.
“Gimana sudah hangat kan?” bisiknya tepat ditelingamu.
“U..udah o.. Oppa..” ujarmu sedikit terbata karena terlalu gugup.
“Hyung, sampai kapan kau memeluk (y/n)? ” tanya Seungri.
“Kenapa bertanya? Mau juga?” balas Jiyong.
“Aish.. Kita sudah sampai dirumah (y/n), hyung” ujar Seungri.
“Jinjja? Kenapa cepat sekali?”
“Aish kau ini, belum cukup dunia seperti milik kalian? Sekarang ingin juga waktu menjadi milik kalian?” ujar Taeyang sembari menepuk pundak Jiyong.
Akhirnya Jiyong pun melepaskan pelukannya. Dan melihat wajahmu yang memerah.
“Wajahmu kenapa? Kkkkkk~” ledek Jiyong padamu.
Dengan refleks kamu pun menutupi wajahmu itu dengan kedua tanganmu.
“Sudah ayo kita keluar, atau mau oppa gendong” ujar Jiyong sembari mengeluarkan senyum evilnya yang membuatmu semakin gugup.
Kamu pun segera keluar dari mobil dan memasuki rumahmu.
“Kenapa kalian basah-basahan gini? Ibu ambilkan handuk dulu. Kalian tunggu disini saja ya..” ujar ibumu yang langsung melesat pergi mengambil handuk-handuk kering.
“Ini, untuk mengeringkan rambut kalian. Ah, atau kalian ingin mandi sekalian disini?” tanya ibumu.
“Terima kasih, Bu. Ini saja sudah cukup, kami tidak ingin merepotkan, Ibu” ujar Jiyong mewakili yang lainnya.
Jiyong pun mengeringkan rambutnya dengan handuk yang diberikan oleh ibumu. Kamu melihatnya begitu mempesona, ah bahkan kapanpun dia memang selalu terlihat mempesona.
“(y/n), wajahmu kenapa masih memerah seperti itu?” tanya Seungri padamu.
“Jinjja?” Seungri hanya mengangguk.
Tiba-tiba Jiyong menempelkan dahinya ke dahimu, dan itu membuat napasmu tercekat.
Tentu saja, ibumu juga melihat kejadian itu.
“Eh? I.. Itu mau ngapain?” ujar ibumu yang terkejut. Bukan hanya ibumu, yang lain juga tidak kalah terkejutnya, bahkan kamu pun sangat terkejut.
“Omo. (y/n) sepertinya demam, tubuhnya panas sekali” ujar Jiyong yang terlihat panik.
“Anti-mainstream banget ya meriksanya, bikin salah paham aja” pikir ibumu, Taeyang, Daesung, dan Seungri.
“Kayanya gue udah ga kuat lagi” pikirmu.
Tiba-tiba kamu pingsan, namun saat ingin terjatuh ada seseorang yang menahan tubuhmu agar tidak terjatuh. Dengan pandangan yang mengabur, kamu masih mengenali sosok itu. Benar, dia adalah Jiyong.
Ibumu terlihat sangat cemas melihatmu yang tiba-tiba pingsan. Jiyong dengan sigapnya langsung menggendongmu dan membawamu menuju kamarmu dan meletakkanmu diatas ranjang.
“Jiyong, kamu keluar dulu ya. Ibu ingin mengganti pakaian (y/n) yang basah” titah ibumu.
“Hm? Baik, Bu” Jiyong pun keluar dari kamarmu.
----
Matamu perlahan mulai terbuka dan mulai mencari seseorang.
“Akhirnya kamu bangun juga.. Kamu nyari oppa ya?” ujar Seungri dengan percaya diri. Kamu hanya terkekeh mendengarnya.
KRIEETTT
Pintu kamarmu terbuka dan memperlihatkan seseorang yang kamu cari. Jiyong yang melihatmu sudah bangun langsung menghampirimu dan memberi kode kepada Seungri untuk menjauh.
“(y/n), maafin oppa ya yang udah membuatmu seperti ini. Seandainya oppa tadi ga egois, pasti kamu ga akan kehujanan dan....” kamu memotong ucapan Jiyong.
“Sudahlah oppa, ini bukan salahmu. Sejujurnya aku sangat khawatir. Bagaimana kalau oppa nanti sakit?”
“Heyyy. Harusnya oppa yang mengkhawatirkanmu (y/n). Oppa tidak apa-apa kok, jadi jangan khawatir. Dan cepat sembuh ya..”
“Tentu saja, oppa”
Jiyong menatapmu dengan tatapan yang lembut dan sesekali tangannya mengelus kepalamu.
“(y/n)”
“Ya?”
“Maaf, oppa sekarang harus pergi” ujarnya tanpa mengalihkan pandangannya darimu.
“Kemana?”
“Korea. Kau tahu kan oppa mu ini sangat sibuk? Kkkk~” ujarnya disertai kekehannya.
“Yahhh, padahal pengen ketemu dia setiap hari..” batinmu yang mulai sedikit kecewa.
“Yasudah,pergi saja. Pokoknya oppa jangan lupa untuk beristirahat. Makanlah yang banyak, oppa” ujarmu.
Jiyong tersenyum dan memelukmu dengan erat seolah-olah tidak ingin melepasmu.
.
.
.
.
.
.
.
Lohaa!! Akhirnya update juga nih..
Ada yang nungguin ga? *krik krik*
😐😐
Yang mau ngasih kritik/saran boleh kok^^
KAMU SEDANG MEMBACA
Imagine Your Bias [GD]
Fanfiction-Gimana jadinya kalo kamu ketemu sama bias, ngobrol sama bias, deket sama bias, jalan bareng sama bias, atau bahkan sampe di sayang sama bias. Ahh itu pasti harapan terbesar buat seorang fangirl. Tapi, itu bisa aja terjadi kok di khayalan mu. Jadi...
![Imagine Your Bias [GD]](https://img.wattpad.com/cover/102647146-64-k787220.jpg)