Beside You

557 51 11
                                        


"Gimana keadaan (y/n)? Baik-baik aja kan?" tanya seorang wanita paruh baya yang terlihat sangat khawatir. Wanita itu adalah ibumu yang baru saja tiba di rumah sakit dimana kamu dirawat dan ditemani oleh ayahmu yang dengan sabarnya menenangkan ibumu.

"Aku harap begitu. Sudah hampir satu jam dokter bedah itu belum keluar" ujar Jiyong sambil menggigiti ujung kukunya.

Mereka menunggu dengan gelisah. Bahkan Jiyong sampai berjalan mondar-mandir karena sangat gelisah.

KRIEEETT

Terdengarlah suara pintu yang terbuka dan memperlihatkan seorang pria yang dapat dipastikan adalah dokter bedah. Mereka pun segera menghampiri dokter itu dan memberondonginya dengan banyak pertanyaan.

"Bagaimana kondisi anak saya, Dok?" tanya ibumu dengan suara paraunya.

"(y/n) baik-baik saja kan? Iya kan? Aku ingin menemuinya" ujar Jiyong.

"Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi pasien.." belum selesai fokter itu berbicara, Seungri memotong ucapannya dan membuat suasana menjadi sangat mengharukan.

"Huaaa.. Hyung..." tangis Seungri pecah dan memeluk Jiyong.

"Kenapa harus berakhir seperti ini? Huaaaa.. padahal.. aku.. aku baru saja akrab dengannya.." ujar Seungri disela-sela tangisnya.
Karenanya banyak tangisan yang pecah disana. Terutama ibumu, tangisannya menjadi-jadi dan membuat ayahmu semakin sulit untuk menenangkannya, bahkan untuk menenangkan dirinya sendiri saja sulit.

Sedangkan Taeyang masih berusaha menahan tangisnya, ia tidak ingin ada yang melihat tetesan air matanya. Dan Daesung berusaha menenangkan Jiyong dan Seungri.

Melihat keadaan yang seperti itu, dokter bedah itu pun kembali melanjutkan kata-katanya.

"Maaf, tapi pasien..." lagi-lagi ucapannya terpotong. Kali ini yang memotongnya adalah Daesung.

"Kenapa kau tidak bisa menyelamatkannya, Dok? Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi" tanya Daesung dengan suara paraunya.

"Ekhm.. Maaf, tapi pasien yang bernama (y/n) itu tidak meninggal, dia hanya mengalami koma" ujar dokter itu dengan cepat, takut kalau ucapannya akan dipotong lagi.

"Eh? Apa, Dok?" tanya ibumu yang tidak begitu mendengar ucapan dokter itu.

"Operasi ini berjalan lancar, hanya saja pasien mengalami koma. Dan sekarang akan kami pindahkan ruangannya" jawab dokter itu dan pergi setelahnya.

"Ri, kenapa tadi kau mengatakan hal yang aneh-aneh?" tanya Jiyong dengan sorot matanya yang tajam ke arah Seungri.

"Eh? Mian, hyung.. a.. aku semalam menonton tv dan ada adegan seperti ini. Yang aku tonton, saat Dokter berkata 'maaf', berarti ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada pasien, Hyung" jawab Seungri polos.

"Ahh.. maknae pabo. Itu kan hanya di tv.. Ahh karenamu kita semua menjadi histeris seperti tadi" ujar Taeyang.

"Sudah, jangan bertengkar disini. Ingat, ini rumah sakit" ujar Daesung menengahi.

------

"Bu, boleh aku masuk menemui (y/n)?" tanya Jiyong kepada ibumu.

"Tentu"

Jiyong pun segera melangkahkan kakinya memasuki ruangan dimana kamu dirawat. Jiyong merasa sesak melihatmu terbaring koma diatas ranjang dengan banyak selang yang menempel ditubuh mungilmu.

"Maafkan, Oppa" ujar Jiyong lirih sembari mendudukkan dirinya dikursi yang berada tepat disebelah ranjangmu. Tangannya terulur dan bergerak membelai surai rambutmu dengan lembut.

"Bagaimana bisa aku melihatmu dalam keadaan seperti ini? Aku selalu ingin melihatmu. Tapi untuk saat ini, aku tidak bisa" monolog Jiyong sembari memejamkan matanya.

"Oppa tahu, kamu tidak ingin Oppa melihatmu yang lemah. Jadi, bagaimana kalau seperti ini? Oppa tidak melihatmu sekarang, jadi bangunlah" Jiyong terus membelai rambutmu, sesekali seulas senyuman terukir diwajahnya yang sendu dan beberapa tetesan air mata keluar dari matanya yang tengah terpejam.

"(y/n), apa kamu dengar?" tanya Jiyong. Ia pun mendekat ke arah telingamu dan berbisik disana.

"Oppa akan selalu disampingmu, oppa tidak akan membiarkanmu sendiri lagi, oppa akan menemanimu disini, oppa akan menjagamu"

Masih dengan mata terpejam, Jiyong mencium keningmu, cukup lama. Hingga tiba-tiba Taeyang masuk menghampirinya untuk memberitahukan sesuatu.

"Ji, Hyun Suk appa meminta kita untuk segera kembali" ujar Taeyang.

"Ada apa?" tanya Jiyong.

"Tidak tahu" jawab Taeyang sambil menggelengkan kepalanya.

"Aku tidak bisa, aku ingin menemani (y/n) disini. Kau tahu kan? Dia seperti ini juga karena aku" ujar Jiyong.

"Baiklah, Ji. Kami bertiga akan kembali. Jadi jaga dirimu disini dan jangan menyalahkan dirimu sendiri" ujar Taeyang sembari menepuk-nepuk punggung Jiyong.

Setelah itu Taeyang keluar dan menyisakan Jiyong yang masih setia menggenggam tanganmu.

"Hey.. kau dengar kan barusan? Apa kamu masih tidak mau bangun?"

"Oppa tahu, pasti kamu sengaja kan biar bisa ditemenin oppa terus" Jiyong terkekeh karena ucapannya sendiri.

CEKLEK

Pintu terbuka dan masuklah kedua orangtuamu.

"Kamu istirahat saja, biar Ibu yang menjaga (y/n) disini" ujar ibumu.

"Tidak, aku tidak lelah kok. Sebaiknya Ayah dan Ibu saja yang beristirahat" balas Jiyong dengan sopan.

"Iya, kamu istirahat saja. Ayah tahu, kamu pasti sangat lelah. Jangan terlalu memaksakan diri."

"Tidak kok. Aku tidak lelah, Ayah dan Ibu pulang saja, biar aku yang menemani (y/n) disini" ujar Jiyong yang masih bersikukuh untuk tetap menemanimu.

"Baiklah, kami pulang dulu. Kalau butuh apa-apa, telpon kami saja ya" ujar Ayahmu.

"Tentu" balas Jiyong sambil tersenyum dan mengantarkan kedua orangtuamu hingga kedepan pintu ruang rawatmu.

.
.
.
.
.
.
Seungri korban sinetron banget ya? 😂😂😂

Imagine Your Bias [GD]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang