Are You Ok?/

559 51 0
                                        

“Wey, kok loyo gitu sampe sini?” tanya Seungri padamu yang merasa mual karena tidak biasa naik pesawat terbang, apa lagi dengan waktu yang cukup panjang.

Kamu hanya tersenyum lemah menanggapinya. Sedangkan Jiyong pergi entah kemana.

Gini nih yang katanya mau jagain gue?” batinmu.

“Duduk sini dulu yuk, kasian (y/n)  mukanya pucat banget..” ujar Daesung sembari menunjuk bangku yang dimaksud.

Tidak lama kemudian, Jiyong datang dan menyodorkan sesuatu kapadamu.
Segera kamu mendongakkan wajahmu untuk melihatnya.

“Apa ini?” tanyamu yang masih belum menerima pemberian Jiyong.

“Ini untuk meredakan mual, minum lah” ujar Jiyong. Kamu pun menerimanya dan meminumnya.

“Gimana? Sudah enakan?” tanya Taeyang yang terlihat cemas.

Kamu hanya mengangguk lemah.

“Mau jalan sekarang apa nanti nih?” tanya Seungri.

“Yaudah sekarang aja” jawabmu.

“Beneran nih? Gapapa?” tanya Daesung memastikan.

Kamu hanya tersenyum menanggapinya.

----------

Tanpa terasa, kamu dan yang lainnya tiba dirumah sakit tempat TOP dirawat.
Kamu dan lainnya segera bergegas menuju ruang perawatannya.

“Yang masuk ga boleh banyak-banyak, maksimal dua orang” ujar Taeyang.

“Yaudah, (y/n) sama Jiyong hyung aja duluan aja yang masuk. (y/n) kan belum pernah ketemu TOP hyung” saran Seungri.

“Nah, yaudah kita duluan ya” ujar Jiyong sembari menggandeng tanganmu dan memasuki ruangan dimana TOP dirawat.

“Ji, kau datang?” tanya TOP dengan suara serak. Ya, kini dia memang sudah sadar. Tapi tidak terlalu banyak bicara.

“Mian hyung, aku baru menemuimu. Ah iya. Ini (y/n), hyung. Gadis yang waktu itu aku pernah aku ceritakan saat kau wamil” ujar Jiyong.

“Iya, aku masih ingat” balas TOP dengan tersenyum lemah.

Tanpa kamu sedari, bulir-bulir hangat menetes dari matamu, yang membuat TOP mengernyitkan dahinya.

“Kau kenapa?” tanya TOP.

“Tidak, mataku perih. Mungkin kemasukan sesuatu” bohongmu.

Tiba-tiba Jiyong merangkulmu dan membuatmu menghadap dada bidangnya(?). 

“Menangis saja. Kamu itu tidak pandai berbohong” bisik Jiyong sembari terkekeh.
Tangismu pecah didalam pelukannya.

“Uhm, sepertinya dia sedih melihatmu seperti ini hyung. Dia ingin melihatmu yang ceria seperti biasa, aku juga sama. Kami semua membutuhkanmu. Jadi tolong, cepatlah sembuh, hyung..” jelas Jiyong.

TOP tersenyum mendengarnya.

Tanpa ngomong pun, dia paham apa yang gue rasain batinmu.

“Aku juga ingin cepat sembuh, bagaimana dengan wine impor yang sudah ku beli? Ah kursi yang terakhir ku beli, tidak ada yang mendudukinya kan?”

“Kenapa kau malah memikirkan hal-hal itu hyung. Pikirkan saja kesehatanmu..” Jiyong dan TOP pun tertawa bersama'-'.

“Hei, mau sampai kapan memelukku?” tanya Jiyong padamu sembari terkekeh.

Mampuy, lupa kalo daritadi masih meluk doi.. Udah terlanjur nyaman sih. Eh?” batinmu.
Kamu pun melepaskan pelukannya dan mengelap sisa-sisa air mata di sudut matamu.

“Jangan nangis lagi ya, jelek hahahaha” ujar Jiyong. Kamu hanya diam tidak menanggapinya.

Tanpa dibilang jelek pun gue cukup tau diri mas hikseu batinmu.

“Mau ngomong sesuatu ga sama TOP? Gantian besuknya sama yang lain” tanya Jiyong padamu.

Kamu melangkahkan kakimu agar lebih dekat dengan TOP, ia masih saja tersenyum meski dalam kondisi seperti itu.

“Oppa?” panggilmu lirih.

“Hm?” Ia pun membalasnya dengan gumaman.

“Aku tidak tahu persis apa yang terjadi. Aku bahkan tidak mempercayai apa yang media beritakan mengenai oppa. Yang aku percaya, oppa tidak akan mengecewakan kami semua. Cepatlah sembuh oppa, kami semua mencintaimu” ujarmu yang menahan tangis.

“Terimakasih karena sudah mempercayaiku. Oppa akan segera sembuh, jadi jangan khawatir” balasnya dengan senyum yang mengembang diwajahnya.

Jangan nangis! Jangan nangis! Plis! Yaelaa cengeng banget gue ya” batinmu. Lagi-lagi tangismu tidak terbendung.

“Hyung, kami keluar dulu ya.. Ingat, kau harus cepat sembuh” ujar Jiyong yang merangkulmu dan membawamu keluar.

--------

Jiyong manangkup wajahmu dengan kedua tangannya dan membuat matamu dan matanya saling bertemu.

Asdfghjkl. Kalo jantung gue bermasalah masih tertolong kan ya? Kan lagi dirumah sakit pikirmu.

“Jangan nangis lagi, oke?” ujar Jiyong dengan lembut. Kamu hanya mengangguk.

“Hm, kalo oppa yang terbaring kaya gitu, kamu nangisnya dipelukan siapa?”

“Jangan aneh-aneh. Pokoknya oppa ga boleh sampe sakit. Kalo oppa sampe kaya gitu, aku peluk Seungri loh” jawabmu sambil melepaskan tangannya.

“Yaaaaaahhh, jangan Seungri dong. Ga rela. Pokoknya kamu ga boleh peluk siapa-siapa selain oppa” ujar Jiyong yang kini mulai memelukmu dengan erat.

Woi jantung gue mau lompat ini! Lah kok panas ya? Padahal dingin. Gue gemeteraaaannn.. Aaaaaaaaaaaa pekikmu dalam hati.

“Oppa juga ga akan macem-macem kok, asal kamu juga ga macem-macem” lanjutnya.

Maksudnya apa nih? Ah ga bisa mikir batinmu.

Lagi-lagi, kamu pun hanya menggangguk.

.
.
.
.
.
.
.
Karena kalo udah cinta, nalar dan logika udah ga main. Yang main hanyalah perasaan

Anjayyyy :v

Imagine Your Bias [GD]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang