Sayup-sayup terdengar kicau burung hantu di alam bawah sadar Oliver Diartaga. Gadis itu pun merubah posisinya dari terlentang menjadi meringkuk saat sepoi angin menghembus menegakkan bulu kuduknya. Alis Oliver makin mengerut tatkala kulitnya merasakan suatu keganjalan yang tidak biasa. Terutama ketika cipratan air mulai berjatuhan menyentuh indera perabanya. Dingin dan semakin menumpah.
Seperti hujan, mungkin?
Apa ini pertanda gue bakal nemu tambang berlian? kiranya dalam mimpi. Seperti sedang bermimpi indah, gadis itu tersenyum penuh drama.
ZRASSS....
Seketika Oliver membuka mata lebar-lebar. Mimpi indahnya menguap begitu saja, bersamaan dengan guyuran air yang menerjangnya tanpa ampun. Oliv langsung terbangun dan beranjak duduk.
"Oh my! Tambang berlian pala gue kotak?!" Pandangannya kemudian beralih ke sekitarnya. Kosong. Gelap. Deras. Tubuhnya menggigil, basah kuyup bersama sang kasur tercinta.
"I-ini dimana, sih?!" Bangun dari tidur membuatnya mengalami amnesia sementara. Apalagi tumpahan air hujan membuat penglihatan Oliver semakin kabur. Setelah beberapa saat mengumpulkan nyawa dan mengusap mata menajamkan pandangan, barulah Oliver sadar dimana dia sekarang.
Lapangan.
Sial! Padahal gue pobhia hujan!
***
Dua ratus tiga puluh tiga notifications dari grup chat 'Pejantan Bekicot' cukup membuat Jeremy langsung terduduk. Kelopak mata yang tadinya berasa seperti lem itu menjadi seringan kertas. Apalagi ketika sosok mungil yang ia cari sudah hilang bersama dengan kasurnya.
Shit! Gue lengah.
Jeremy bergegas keluar kamar sembari membaca satu per satu chat tersebut.
*Grup Chat*
Pejantan Bekicot (7)
Kenan Brianka : Kita pindahin kasurnya ke tengah lapangan jaa
Youland Kenzo : Gue gak sudi nyentuh kasurnya
Mas Tristan : Idenya lumayan. Tumben otak lo encer, Nan. Habis minum bensin?
Kenan Brianka : Kutu kupret -_-'
Kenan Brianka : Lo dendam kesumat amat ama gue, Tan
Youland Kenzo : Gak usah cerewet
Youland Kenzo : Keburu Jery Ali bangun
Kenan Brianka : Zozo jahat :'(
Mas Tristan : Elo sih
Mas Tristan : Lan, gue tau lo masih hidup @Alano Sendrika
Alano Sendrika : ?
Reon Aldebara : Bls nya anjir
Mas Tristan : Lo juga anjir, Yon :')
Mas Tristan : Dari tadi kita rapat besar, eh lo baru muncul sekarang
Reon Aldebara : Oh
Kenan Brianka : :')
Mas Tristan : :') (2)
Reon Aldebara : Pindahin kasurnya sekarang aja
Reon Aldebara : Sebelum gue berubah pikiran
Tanpa membaca chat secara keseluruhan, Jeremy kembali memasukkan ponselnya dalam saku celana dan mempercepat langkah tatkala air mulai menumpah deras membentur rerumputan di sekitaran halaman asrama SMA Putra Bangsa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Maskulinable (TAMAT)
RomanceVERSI LENGKAP DI KARYAKARSA You are the most beautiful boy I have ever seen -- He(s) Demi mencari kakaknya, Sabina harus menyamar menjadi laki-laki dan hidup di kandang singa. Tentu bukan hal mudah baginya, menutupi sisi feminim yang sebelumnya berg...
