Part 25

1.3K 111 0
                                        

"Masih marah?".Tanya jeno.

"Masih!".Jawabku ketus.

"Masih kurang ciumannya?,gue cium lagi nih" .Godanya.
Aku langsung memukul lengannya keras yg membuatnya mengaduh kesakitan.

"Yakk!!!,Apo!,kau ini cewek tapi tenaganya gede juga ya!".Ucap jeno sambil mengelus lengannya yg sakit akan pukulanku barusan.

"Biarin!,salah siapa jadi cowok nyebelin!".Jawabku ketus.

"Oh....gitu!,ya udah kita nggak jadi pergi aja,mending gue balik dan latihan sama anak dream".Jawabnya yg mulai marah.

"Kok gitu sih...,gue kan udah susah-susah minta ijin ke mark oppa buat jalan sama kamu,trus kamunya nggak jadi,sia-sia donk perjuangan gue!" Jawabku dgn emosi yg menggebu-gebu.

"Biarin!,salah sendiri marah-marah nggak jelas!".Jawabnya dan berlanjut menJalankan mobilnya.

Akupun langsung sebel ngelihat sikap jeno yg begitu menyebalkan hari ini,akhirnya aku memilih tidur saja karena kepalaku mulai pusing.

*******

"Rin....bangun!,kita udah sampai!".Ucap jeno berusaha membangunkan tidurku.

Aku menggeliat bangun sambil berusaha mengumpulkan sedikit nyawaku yg masih belum genap.

Aku membelalak kaget katika melihat sekelilingku yg begitu asing dimataku,terlihat gunung yg tinggi menjulang,Pohon yg tumbuh lebat nan hijau,lingkungan yg begitu asri.

"Lho?,ini dimana?,Perasaan dorm SM nggak seperti ini eoh?".Ucapku terkejut masih sibuk melihat sekelilingku.

"Emang siapa yg bilang ini dorm SM?".Ucap jeno.

"Terus ini dimana?".Tanyaku bingung.

"Lihat sekeliling deh!".Ucapnya beranjak turun dari mobil.

Aku ikut turun dari mobil bersama jeno dan melihat sekelilingku,tiba-tiba terlintas sesuatu diotakku.

"PUNCAK!!!!".Teriakku kegirangan.

"Tenang aja!,Apa sih nggak buat pacar kesayanganku ini!".Ucap jeno sambil mengelus kepalaku pelan.

"Makasih chagiaaaa".Ucapku seraya memeluknya.

"Masih marah?" .Bisiknya pelan ditelingaku.

"Masih!" .Jawabku.

"Kok masih sih?".Tanyanya melepas pelukannya.

"Siapa suruh nggak bilang dari awal!,kan nyebelin!".Jawabku sambil memanyunkan bibirku kedepan.

"Iya deh....maaf ya chagia and sorry sengaja!".Ucapnya sambil terkekeh.

Aku langsung mencubit perutnya pelan dan namja disebelahku ini malah semakin tertawa ngakak.

"Ih....nyebelin!,gue gigit tahu rasa loe".Ucapku kesal.

"Nggak papa deh,tapi maunya digigit dibibir gimana?".Godanya dan langsung ngibrit lari.

"Ih...LEE JENO JOROK!!!".Teriakku dan langsung ngejar jeno yg udah lari duluan.

Saat ini kita sedang kejar-kejaran dipuncak, padahal itu jalannya naik-turun,bikin capek.tapi itu tak mengganggu aksi kita karena saat ini kita tengah bahagia.

Aku mulai kecapean berlari lagi pula kakiku yg sakit belum pulih sepenuhnya.

Tiba-tiba aku kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh kedlm jurang sebelum ada seseorang yg menarik tanganku,dia adalah Lee Jeno.

"Yak!!! Pabo!,kenapa kau tak hati-hati eoh?" Ucap namja tadi memarahiku.

"Cerewet!,cepat tarik tanganku sebelum aku benar-benar jatuh!".Ucapku.

Jeno pun menarik tanganku keatas,sesampai diatas dia langsung menjitak kepalaku.

"Yak!!!.....apa yg kau lakukan eoh?".Protesku sambil mengelus kepalaku yg sakit.

"Cerewet!,Cepat naik kepunggungku!".Perintahnya sambil berjongkok didepanku,aku hanya diam dan menuruti perintahnya naik kepunggungnya.

Jeno menggendongku menaiki puncak gunung yg tinggi menjulang,walaupun jalan yg dilewatinya tidak begitu berat,namun aku tahu namja ini sangat kecapekan menggendongku sedari tadi

"Jeno ya!".Panggilku.

"Hemmm!" .Jawabnya masih berjalan.

"Cepat turunkan aku eoh!,Biarkan aku berjalan saja!" .Ucapku.

"Anii!,diamlah kau berat!".Jawabnya dgn nafas memburu.

-o0o-

To be continue.....

Pacar Idol [Lee Jeno]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang