Gengsi

508 49 16
                                    

Nadine dan teman-temannya terlihat menikmati hangout mereka di Cafe bertaraf internasional di kota ini, dan seperti biasa semua mata tertuju pada mereka yang selalu menjadi pusat perhatian bagi para pengunjungnya, terutama pada posisi leader yang tak lain dan tak bukan Nadine sendiri yang memang cukup di kagumi oleh beberapa pemuda yang sering melihat gadis itu disini.

"Nad lo kok manyun mulu sih dari tadi, lihat tu cowok-cowok ganteng disana pada ngeliatin lo"

"Bener tu, mana cakep-cakep banget mereka berempat, bisa gak ya gue dapetin salah satu diantara mereka"

"Tapi sih menurut gue yang paling cakep itu tetap James si Jenius Tampan guys, duh kapan coba gue bisa jadi pacarnya ya"

"Dinaaaa, kenapa sih masih aja bahas cowok sok tau itu. Lo tau gak apa yang sudah dia lakukan ke gue seharian ini, dia sok pahlawan dan ceramahin gue gak jelas, nyebelin banget.

"Maaf Nad, gue....gue gak bermaksud untuk mengungkit tentang dia, beneran deh"

"Tapi yang di bilang Dina itu bener loh Nad, James tu cakep banget. Iya kan guys ?"

"Iyaaa" jawab teman-teman Nadine bersamaan hingga wajah gadis itu kembali di tekuk.

"Lo semua lihat ya, jangan panggil gue Nadine kalau gue gak bisa kasih pelajaran sama tu cowok nyebelin, awas aja kalau nanti Daddy pulang bakal gue aduin tu semua sikap ngeselin tu cowok. Berani banget dia ngelawan gue, dan lebih nyebelin lagi dia malah bantuin si Karine. Apa gak makin ngeselin kan, gue gak bakal lupa apa yang sudah Karine lakukan ke gue, dasar pengkhianat. Dia sama James....James itu satu level, mereka sama aja noraknya"

"Duh Nadine yang cantik sabar ya, jangan marah-marah terus, mending sekarang kamu minum jus strawbeerry nya, ini masih segar loh"

"Iya Nad, lihat tu muka kamu yang di tekuk. Oh no nanti ada kerutan yang muncul, kan gak lucu Nad"

"Iya tu Nad, kita harus selalu tersenyum dan bahagia, yang gak penting di lupain aja"

"Hmm bener juga ya, sayang banget sama wajah cantik gue kalau harus marah-marah gak jelas, duh amit-amit deh jangan sampai ketemu lagi sama tu cowok ngeselin, bisa badmood mulu gue. Hhh tenang Nad tenang, gak usah memikirkan kejadian tadi. Sekarang waktunya kita have fun, iya kan guys ?" Nadine mulai semangat

"Ayooo toosss dulu dong" ucap mereka berempat dengan bahagia, tingkah mereka pun menarik perhatian dari kursi para pemuda tampan di sebelah mereka, deheman dari mereka pun cukup mengagetkan Nadine dan teman-temannya, saat salah satu dari mereka menghampiri meja yang Nadine tempati.

"Hmm boleh gue dan teman-teman gue gabung sama kalian ?, sebelumnya kenalin dulu, gue Kevin mahasiswa dari Universitas Swasta, kalian kayaknya dari Universitas elit di kota ini kan ?"

"Oh iya....iya, kita anak-anak kampus sana"

"Aku Stefani"

"Aku Dina"

"Dan aku Tara"

"Senang berkenalan dengan kamu kevin" ucap mereka bertiga ramah

"Dan Mbak ? hmm maksud saya kamu, siapa nama kamu cantik ?" tanya Kevin seraya mengulurkan tangannya, yang membuat teman-teman pemuda itu tersenyum dengan usaha sahabat mereka.

"Gak usah sok akrab sama gue, hhh ayo guys lebih baik kita cabut dari sini. Kalian jangan mudah terpancing dengan cowok mata keranjang" dengus Nadine beranjak dari kursi yang membuat Kevin menatap tajam gadis itu

"Apa maksud lo bilang kayak gitu, Hey Nona gue cuma mau kenalan kok sama lo, kok malah sinis banget"

"Kalau gue gak mau, terus lo mau apa ? hhh sudah ya jangan SKSD sama gue, lo fikir gue gak tau tampang kayak lo dan teman-teman lo itu cowok macam apa. Lo bukan level gue, jadi jangan berharap gue mau temanan atau sekedar akrab dengan cowok gak jelas model lo itu, minggir sekarang !" Ketus Nadine segera mendorong pemuda itu

Cinta Di Langit SenjaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang