Dark fantasy. Kisah dua pangeran antagonis dari negeri bernama Sisi Buruk. Negeri tempat para penjahat dari seluruh dunia dongeng dibuang.
=Cerita ini didedikasikan untuk Silan Haye (harap membaca bab Pembuka untuk penjelasan setting...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cinta selalu dituhankan di Sisi Baik. Konon katanya kekuatan cinta dapat menggagahi benci dan lebih perkasa daripada kejahatan. Itulah sebabnya Kashchei memburu yang dicinta oleh musuhnya ketimbang membunuh musuh itu sendiri. Sebab kehilangan seseorang yang kaucinta lebih sakit dari mati.
Sisi Buruk dan Sisi Baik. Hitam dan putih. Dunia dengan kekontrasan masing-masing yang tak bisa disamakan dari setiap sudutnya, kecuali satu hal; bahkan antagonis paling jahat pun memiliki hati. Bila tidak mencintai sesiapa pun, minimal punya hati untuk mencintai dirinya sendiri, atau pedangnya, atau hewan buas yang dijinakkannya, rumah, gundik, tongkat sihirnya, apa pun.
Pagi buta, Liveo berdusin dan keluar dari penginapan, langsung disambut wajah penduduk Sisi Buruk yang teramah. Lemparan senyum dan tingkah laku keseganan. Semua itu palsu. Wajah-wajah ramah di hadapannya akan menjadi superberingas saat langit dipecah rekahan. Mali mungkin mudah membalas senyum, tapi tidak Liveo. Dia tak bisa berpura-pura.
Apa yang mereka temukan di dalam lubang kerak itu? Liveo mengetuk rumah ke rumah untuk bertanya, dan penghuninya angkat bahu pura-pura tak tahu. Memori mereka seakan terhapus bersih dari kejadian di malam sebelumnya.
"Pembohong!" Liveo menggertak lelaki tua renta yang selalu menjawab pertanyaannya dengan kalimat "Tidak tahu." Lelaki itu menampakkan muka sakit hati, lalu menutup pintunya keras-keras. Lentera di sisi pintu terjatuh pecah, minyak parafin menggenangi beranda. Liveo tinggal menjatuhkan api di sana dan rumah itu akan terlalap.
Pintu rumah berikutnya ia ketuk dengan kasar, dan yang membukakan adalah gadis kecil bermata seperti katak. Semula Liveo ingin mengorek informasi tentang kerak, namun sebelum ditanya, gadis itu sudah menggeleng datar dan tutup pintu. Melakukan investigasi tanpa Mali—sungguh merepotkan!
Semula Liveo agak sanksi bila ia harus meninggalkan Mali di dusun misteri ini, namun membawa Mali ke kerak itu—sebaiknya tidak.
Liveo sudah memutuskan untuk pergi sendiri ke selatan. Alasan pertama; dia ragu apakah kerak itu bener-benar menyambungkan mereka ke sarang Kashchei di selatan. Tidak ditemukan jejak Beast Master dan pemburu setelah mereka pergi dari dusun, yang berarti adalah sesuatu. Bila Mali ikut bersamanya, mereka mati berdua. Hanya seorang dari mereka yang harus mem-pertaruhkan nyawa untuk pergi mencoba; Liveo orang yang tepat. Terutama bila Beauty melompat masuk dengan lebih gagah berani darinya.
Alasan yang kedua—adalah firasat buruk yang sudah bersamanya sejak meninggalkan desa pemburu. Bila dugaannya benar, rekahan itu adalah tempat yang harus Liveo sembunyikan rapat-rapat. Mali tak boleh menginjakkan kaki di sana.
Sekarang ia mesti mencari pintu rumah mana yang akan diketuk oleh Kashchei.
Hal baiknya, meski penduduk menyembunyikan keberadaan kerak itu, mereka masih mau bercerita tentang Kashchei. Menurut mereka, korban yang didatangi Kashchei adalah para perempuan yang dicintai oleh Beast Master. Secara satu malam, sungguh konyol. Investigasi Liveo mulai dari kedai, tempat pelacur-pelacur itu paling banyak berkumpul.