David tertidur di sofa kamar rumah sakit dan sia akhirnya terbangun dari tidur panjangnya " aku dimana?" Sia bertanya pada dirinya sendiri dan ia melihat infus di tangannya "akh d*mn kenapa harus di rumah sakit?" Dan sia melihat david tertidur di sofa "akhhhh... "sia menutupi mukanya dengan selimut rumah sakit "hemmm sia kamu sudah sadar ternyata" tanya david yg terbangun dari tidurnya karna teriakan sia yg menggelegar itu "kamu.. dave kenapa ada disini? Aku di jakarta atau? " tanya Sia pada david yg membuka jas dokternya " kamu di rumah sakit ku sia, kamu lupa kalau semalam kamu pingsan di mall?" Jawab david sambil menatap wajah sia dengan seksama "aku semalam? " sia tampak berfikir keras namun tidak mengingat apapun "lalu mama dan papa ku apa dia tahu aku disini?" Tanya sia karna ia tidak ingin membuat papa dan mamanya khawatir "semalam mereka datang tetapi aku suruh mereka pulang" sia tampak bingung sekali dengan apa yg david maksud saat ini "dave sorry tapi aku ada pemotretan hari ini, aku harus pergi" dan sia langsung melepas infus di tangannya lalu bergegas pergi sambil memakai high heels nya dan membawa tasnya pergi "sia tunggu" david tiba tiba menarik tangan sia dengan cepat " kamu" sia termenung karna tiba tiba wajahnya dan david sangat dekat bahkan hanya berjarak 2cm "kamu , boleh aku antar? Sekali saja" entah kenapa sia hanya menganggukan kepala dan mengiyakan perkataan david dengan cepatnya .
david berjalan keluar rumah sakit bersama sia dan mereka menjadi sorotan di antara para dokter yang lainnya sesampainya di lobby RS vallet sudah siap membukakan pintu mobil untuk mereka "pagi pak, silahkan" mobil porsache merah yg terparkir di depan lobby ternyata adalah milik david , dalam hati sia bergumam sungguh sangat beruntung wanita yg dapat memiliki pria ini dave sudah tampan, baik, pintar apa yang kurang darinya sungguh sempurna dan sia terbangun dari lamunannya karna suara david yg memanggilnya "sia..sia.. kita mau kemana? " tanya david ke sia dengan sedikit menepuk pundak sia " emm iy kita ke GI ya dave" sahut sia dengan cepat lalu david dengan cepat melajukan mobilnya ke arah GI.
Di perjalanan david bertanya karena penasaran ke sia "si aku boleh tanya sesuatu padamu?" "Silahkan" jawab sia dengan cepat "apa kamu punya pacar?" Sia bingung karna pertanyaan david sangat membuat sia kaget "tidak ada, memang kenapa dave? " "baguslah kalau begitu" sahut dengan tersenyum ke arah sia , kurang lebih 1 jam di perjalanan dan akhirnya mereka sampai di lobby GI lalu dengan cepat dave berusaha membukakan pintu untuk sia "terima kasih dave" ucap sia sambil melempar senyum ke arah dave "it's ok baby" sahut dave yg membuat sia tertawa lalu saat sia hendak masuk ke dalam mall tiba tiba dave menarik tangan sia dengan cepatnya dan mengecup tangan sia dengan lembutnya "have a nice day" sia yang terkejut hanya terdiam memperhatikan david melakukan itu kepadanya tanpa sadar ia sudah membuat semua mata tertuju pada mereka dan dengan cepat david langsung meninggalkan sia yg masih termenung di lobby mall saat david mulai menjauh barulah sia seakan sadar dari dunia khayalnya "dave it's crazy huftt" sia menarik nafas dengan kasar dan langsung memakai kacamata hitamnya kembali.
Entah kenapa jantung sia berdebar dengan kencangnya dan ia merasa malu di perlakukan seperti namun ia sabar ini tidak seharusnya terjadi kepadanya dan sia menjalani hari ini dengan penuh pesona yang baru entah kenapa aura sia mulai berubah selama pemotretan sia berekspresi dengan lugas nya tanpa perlu di arahkan sedikitpun oleh sang fotographer selama pemotretan ini memakan waktu 3 jam lalu setelah semua usai dan berjalan lancar sia langsung pulang ke rumah dengan menggunakan mobil agency yg sudah menunggunya di lobby , namun sia melihat pemandangan porsache merah yg mendekat ke arahnya dan membunyikan klakson "tin.. tin.." keluar david dari dalam mobil dengan kemeja hitam yg di gulung setengah lengan di tambah celana jeans serta kacamata hitamnya david terlihat sangat tampan bahkan sia menangguhkan ketampanan david "dave? Kenapa disini?" Tanya sia ia merasa tidak bilang akan schedullenya ke david tadi pagi "aku mau jemput kamu tuan putri" sahut david dan sia hanya tertawa malu akibat perkataan david barusan "aku sudah di jemput dave kamu tidak perlu repot repot melakukan ini " ucap sia yg berusaha menghindar dari david "apa aku tidak boleh menjemput tuan putri ku?" Pertanyaan david membuat sia terdiam "maksud kamu" tanpa menjawab david lalu menarik tangan sia dan menyuruhnya masuk ke dalam mobilnya dengan halus serta dengan anehnya sia Hanya mengikuti saja apa yg selalu di katakan david bagaikan disihir.
Di dalam mobil david memasangkan safety belt untuk sia lalu membisikan kata kata ke telinga sia "aku akan memberitahukan mu tuan putri" dan mereka melaju dengan cepatnya di perjalanan sia hanya terdiam saja "kamu sakit si?" tanya david yg membuyarkan lamunan sia namun sia tetap terdiam hanya menggelengkan kepalanya saja bertanda tidak apa apa , tiba tiba david berhenti di salah satu boutique designer ternama dan david menyuruh sia turun dari mobil "mari tuan putri" david membukakan pintu mobil untuk sia "kita mau apa kesini dave?" Tanya sia yang tidak mengerti apa apa namun tangan kekar david hanya menggandeng sia masuk ke dalam boutique lalu menyuruhnya berganti pakaian "silahkan nona sebelah sini" ucap salah satu pegawai boutique dan sia langsung berganti pakaian long dress merah formal dengan bagian pundak siluet V neck panjang sia terlihat sangat anggun dan berkelas sekali di tambah rambut sia yg di buat senatural mungkin serta heels silver dan clucth silver sungguh sia sangat cantik sekali bagaikan miss universe saat sia keluar dari ruang make up david terkejut melihat sia lebih cantik dari biasanya "you're very beauty my princess" ucap david sambil memandang sia dari ujung kaki sampai ujung kepala dan ternyata siapun mengagumi ketampanan david yg terlihat sangat gagah menggunakan stelan jas berwarna dark grey "you too dave" ucap sia malu malu "btw kita mau kemana dengan pakaian ini tanya sia dengan penasaran " bertemu orang penting sia" dan sia hanya mengikuti kemana david pergi tanpa tahu kemana mereka pergi setelah kurang lebih satu jam mereka sampai di salah satu hotel bintang 5 di sekitar sudirman sia di bukakan pintu mobil oleh seorang vallet yg ada tepat di samping pintu mobil david "selamat malam nona" ucap sang valet sambil mempersilahkan mereka masuk ke dalam , sia dan david menjadi pusat perhatian di hotel karna mereka bagaikan barbie dan ken di dunia barbie .
Sia terkaget saat david menarik tangannya dan meletakannya di lengan david bagaikan seorang pasangan "kamu gugup sia?" Tanya david ke sia yg sejak tadi hanya terdiam saja "sedikit" ucap sia dengan pelan berbisik ke telinga david , mereka menaiki lift menuju sky lounge hotel tersebut sesampainya di lounge sia terkejut karena mereka melihat papa serta mamanya yg sedang duduk di sisi kanan lounge tersebut bersama om bryan dan tante amira menanti mereka "kenapa mereka disana dave? Apa tamu penting ku itu mereka?" Tanya sia yg sedikit bingung dengan situasi saat ini namun david hanya terdiam dan tersenyum kepada sia " mari sayang duduk disini" ucap amira menyuruh sia duduk di dekatnya lalu sia hanya tersenyum dan duduk di antara mereka "kamu sudah membaik sayang?" Tanya gisella pada anaknya itu "ia mah sia sudah sehat" sia tersenyum dengan lebarnya , situasi menjadi kurang menyenangkan bagi sia saat ini karni sepertinya hanya dia yang tidak mengerti situasi saat ini seperti apa .
Makan malam berjalan dengan sangat tenang saat semua sudah menyelesaikan makan malam kami ridwan berusaha berbicara dengan sia " sia sayang kamu kenal dengan nak david dimana? Nak david bilang kaluan sudah saling mengenal satu sama lain sayang? Tetapi kenapa kamu bilang tidak mengenal nak david sayang?" Tanya ridwan dengan panjang lebar kepada sia "david siapa pah? Anaknya om bryan ia om?" Sia berfikir dengan keras dan bertanya kepada bryan yg berada di depannya "ia si david anak om masa anak tetangga hahahh" ucapan bryan membuat semua tertawa namun sia masih memikirikan siapa david yang ridwan tanya " papa kan sia sudah bilang sia tidak kenal david pa? Ini teman sia namanya dave bukan david" jawab sia sambil memegang lengan david yg berada di sampingnya "aku david yg mereka maksud si, dave hanya nama panggilan ku saja dan.." david belum menyelesaikan pembicaraannya dan sia langsung melepaskan tangannya dari david " sia kamu kenapa" wajah sia berubah menjadi pucat sia merasa sangat di bodohi selama ini oleh david " aku baik baik saja" sahut sia dengan datar dan mereka semua langsung memulai pembicaraan serius "jeng mas gimana karena mereka sudah saling mengenal apa kita akan memburu buru mereka menikah?" Ucap amira yg sangat menyayangi sia seperti anaknya sendiri "akhhh si jeng bisa saja, sia masih kuliah tunggu sebentar lagi ya nak david" sahut gisella yg sambil meledek david namun sia hanya terdiam saja "sia kamu apa masih mau menolak nak david lagi sayang? Kan papa sudah bilang nak david ini tampan dan pintar sayang hahahh "tanya ridwan ke anaknya yg sedari tadi hanya terdiam saja " sia.." sia belum menyelesaikan ucapannya tiba tiba david berlutut di hadapannya dan berkata " sia will you marry me?" David berlutut dan memberikan sebuah cincin berlian sedangkan sia yg terkejut dengan ini semua " dave kamu.. tetapi?" Sia tidak bisa memungkiri perasaannya sendiri karena sia sudah menyukai david saat pertama kali bertemu dengannya manun sayangnya david sudah memiliki maria "kamu boleh menyimpannya sampai kamu yakin akan perasaan kamu ke aku si" ucap david lalu mencium kening sia dengan lembut.

KAMU SEDANG MEMBACA
I'M HERE...
RomanceDimana rasa sayang dan cinta harus di pertanyakan keberadaannya... By : s08eight