Sia menemani david ke ruang kerjanya dan david sejak tadi menggemgam tangan sia dengan eratnya seakan enggan untuk melepasnya barang sedetikpun, di ruangan david sia berencana menceritakan pekerjaan barunya saat ini "dave aku boleh minta pendapat kamu tidak?" Tanya sia sambil menyibak rambut caramelnya yang panjang itu "kenapa sayang?" Sahut dave sambil menatap mata sia dalam dalam "kalau aku bekerja di RS juga apa kamu akan marah padaku?" Tanya sia dengan senyum menggodanya "kamu.. kenapa harus di RS juga memang kamu harus bekerja ? kalau nanti kita sudah menikah kamu masih boleh menjadi model sia tapi bukan di RS ya? Aku tidak mau kamu masuk ke dunia yang bukan dengan keinginan kamu sayang" sahut david lalu ia dengan cepat melumat bibir sia dengan lahapnya sia pun merespon ciuman itu serta membalasnya juga sampai mereka seakan kehabisan nafas mereka.
Sia hanya mengandaikan tetapi sebenarnya dia sangat ingin tahu lebih jauh tentang RS jadi sia fikir dengan dia bekerja di RS sia akan lebih bisa memahami pekerja david dan fungsi posisi david seperti apa namun sejujurnya sia juga tidak ingin meninggalkan posisi yang saat ini sia banggakan hilang sia sia.
David menghentikan kegiatannya saat terdengar telfon di meja kantornya "akhhh mengganggu saja" teriak david yang membuat sia tertawa lalu david mengangkat telfonnya dan sia mengambil tasnya di sofa untuk bergegas pergi dengan berbisik sia berpamitan ke david "aku pergi dulu ya" sia melambaikan tangan ke david namun david yang masih menelfon seakan mengatakan jangan pergi dulu dengan tangannya namun sia malam tersenyun lalu meninggalkan david sendiri di ruangannya baru beberapa langkah sia keluar ruangan david dengan cepat menyusulnya "sia.. kamu aku sedang angkat telfon kenapa di tinggal pergi" tanya david sambil menarik tangan sia namun sia terus berjalan "aku ada janji dave sore ini, sampai jumpa nanti malam ya muacch" sahut sia lalu mencium pipi david sehingga membuatnya malu dan tidak menyangka sia akan melakukan itu padanya "sayang biar aku antar ke bawah" david segera berlari menyusul sia ke lift dan david mengantar sia sampai sia memasuki mobilnya tidak lupa david membukakan pintu mobil untuk sia "hati hati ya sayang jangan ngebut" david menasehati sia karena ia tahu sia selalu membawa mobil dengan kecepatan lebih dari 60km/jam.
Sia dengan segera menuju ke RS papanya karena disana ia akan menemui hrd RS , sia tidak tahu apakah harus jujur atau harus menutupi semuanya dari david karena bagi sia apa yang sedang ia lakukan saat ini demi kebaikannya.
Termaksud dengan perasaan sia yang belum seutuhnya menerima david bahkan ini realistis menurut sia karena wanita mana yang akan percaya 100' kepada pria yang telah membohonginya sejak awal bertemu, saat ini pun tidak ada yang tahu bahwa sia akan sekerja bekerja di RS termaksud ridwan dan gisella yang orang terpenting dalam hidup sia selama ini.
Setelah menempuh perjalan sekitar 45 menit sia akhirnya dapat memarkirkan mobilnya di parkiran RS mawar putih , sia dengan segera menuju hrd dan membahas tentang kontraknya "tok.. tok.. permisi" ucap sia sambil mengetuk pintu bagian hrd RS perlahan "ya silahkan masuk, oh nona orchia ya silahkan duduk" sahut sang hrd dengan antusiasnya "terima kasih bu, saya ingin membahas pekerjaan dan kontrak yang anda tawarkan pada saya" "ahh iya nona orchia begini.." selah sia yang merasa janggal saat seseorang memanggilnya dengan pemenggalan kalimat yang terasa aneh baginya "sorry mungkin ibu bisa panggil saya sia saja" "oh oke sia, saya sangat tertarik dengan cv anda sunguh hal yang jarang kami temukan disini" "terima kasih bu, tapi satu hal yang ingin saya tanyakan " "ya apa itu apa ada kesalahan?" "Tempo hari saya melamar sebagai manager pelaksana tetapi saya dapat info kalau saya di terima sebagai kepala? Apa saya salah dengar?" Sia yang merasa heran dengan keputusan hrd berusaha mengkonfirmasi "tidak sia kami memang memasukan kamu sebagai kepala pelaksana yang baru nantinya karena menurut Kami kamulah yang paling masuk di kualifikasi tersebut di bandingkan hanya sebagai manager saja" sia merasa bahagia bukan main karena ia benar benar di terima bekerja disini "terima kasih sekali lagi bu, namun saya ingin menanyakan untuk bagian back office itu kan office hours ya jadi seperti yang saat ini ibu tahu saya ini model" sahut sia berusaha menjelaskan namun wajah sang hrd terlihat seperti sudah mengetahui apa yang akan di katakan sia saat ini "saya mengerti sia apa yang kamu maksud" "jadi maksud anda saya tetap di perbolehkan menjalankan profesi saya yang lain selama itu di luar jam kerja saya di RS?" "Ya selama itu tidak menggangu dan kamu tetap harus memprioritaskan pekerjaanmu disini ya sia serta saya harap kamu bisa menjaga kepercayaan kami pada mu ya" sia dengan sangat senangnya karena tidak harus melepas impiannya selama ini " terima kasih banyak bu saya tahu tidak semua tempat pekerjaan memperbolehkan ini" sia langsung menjabat tangan sang hrd dan iapun tersenyum ke sia.
malam ini pertama kalinya sia menolak ajakan dinner dengan dave setelah mereka bertunangan namun sia mempunyai alasan kuat yaitu ia berusaha menyiapkan diri untuk beberapa projectnya karna sia merasa sedang sangat lelah setelah perjuangannya yang panjang kemarin.
Pagi ini sia pertama kalinya bersiap dengan pakaian formal karena ia mulai bekerja di RS, hari ini sia dibalut dengan dress putih setinggi lutut serta blazer biru laut serta di tunjang dengan heels biru senada dengan blazernya serta handbag putih sia great look by sia yang selalu sia tampilkan sangat sederhana namun dapat membuat semua mata tertuju padanya.
Sia berangkat dengan mobil BMW hadiah dari papanya kemarin saat ulang tahunnya menuju ke RS dengan semangat, dan sesampainya di RS sia langsung menuju ruang HRD dan di sambut dengan hangat lalu sia di arahkan ke ruang rapat management .
Sang hrd memperkenalkan sia sebagai kepala yang baru dan sia berlenggok berjalan memasuki ruangan tersebut "miss orchia silahkan masuk" "selamat pagi semua, saya orchia giselle yang mulai hari ini akan bekerja bersama kalian" sia menundukan kepalanya berharap semua dapat bekerja sama dengannya nanti , dan bahkan ridwan sendiri tidak mengetahui bahwa sia mulai bekerja di RS.
Sia memasuki ruang kerjanya yang luas dan nyaman dimana pertama kalinya sia duduk di meja kantoran sebagai karyawan "ini sangat diluar ekspetasi ku sangat rapi dan nyaman" "sia kenapa kamu tidak beritahu papa mu ini" sia terkejut saat ridwan memasuki ruangan "papa, maaf maksud saya pak direktur" sia tersenyum dengan bangganya karena dapat sampai ke level ini "sia sayang selamat ya, papa harap kamu bisa menyesuikan diri disini sayang" sahut ridwan dengan memeluk sia.
Hari pertama sia bekerja dengan giatnya dan berusaha menyesuaikan diri dengan cepat sampai sampai seharian ini sia tidak memberikan kabar ke david yang sedang menunggu kabar darinya namun akhirnya david yang berusaha menghubungi sia terlebih dahulu kemudian handphone sia bergetar karena sia menggunakan mode silent agar sia tidak merasa terganggu dengan telfon yang tidak penting serta di saat bersamaan pula sia ada pertemuan mendadak .
Setelah rapat sia tidak sengaja bertemu dengan bryan di lobby RS "sia.." bryan sangat mengenali calon menantunya itu walau hanya melihat bagian belakang badannya saja dan sia menoleh ke sumber suara itu "om bryan apa kabar?" "Baik sia, kamu sedang apa di sini? Bertemu papa mu?" Sia tersenyum meledek ke bryan "sia kerja om, ini hari pertama sia disini?" Bryan tampak terkejut karena david sendiri selalu berkata bahwa dia tidak boleh bekerja saat ia menjadi istrinya kelak "apa dave tahu kamu bekerja disini sayang?" "Ya ampun dave,,, sorry om aku belum kabarin dia dari pagi, nanti kita ngobrol lagi ya om see you" sia berlari meninggalkan bryan termenung di lobby yang heran dengan tingkah sia hanya menggelang gelang kepala sambil tersenyum.
Panggilan di handphone sia lebih dari 10x yang tak lain dari david "halo dave??" "Sia ya ampun kamu selalu membuat ku khawatir saja, kamu kemana saja sayang" "hehehh maaf Aku terlalu sibuk bekerja dave, kamu sudah makan siang?" "Jangan bilang kamu belum makan si?? Ini sudah jam 6 sore bahkan orang bekerja kantor sudah kembali ke rumah sedangkan kamu?" "Iya aku akan jaga diri baik baik pak dokter, jangan marah ya"david merasa geram karena sia selalu melewatkan waktu makannya sendiri maka tak heran jika sia memiliki riwayat asam lambung kronis "kamu dimana biar aku kesana? Memastikan bahwa calon istriku yang nakal ini makan dengan benar?" "Di RS mawar putih" "kamu sedang apa disana ? Kamu sakit lagi? Ok aku segera datang" tanoa mendengar penjelasan sia terlebih dahulu david langsung mematikan handphonenya dan segera meluncur ke tempat sia berada.

KAMU SEDANG MEMBACA
I'M HERE...
Любовные романыDimana rasa sayang dan cinta harus di pertanyakan keberadaannya... By : s08eight