Sia yang merasa tidak enak dengan bibi akhirnya hanya melihat bibi menyelesaikan masakannya "bi jangan bilang ke dave ya soal yang tadi" "iya nyah siap... bibi bisa jaga rahasia sesama wanita " bibi tersenyum menggoda sia membuatnya tertawa bersama, sekarang saatnya david pulang kantor dan sia bersiap menyambut david dan tak lama mobil david terdengar memasuki garasi rumah mereka .
David sangat menyayangkan kejadian kemarin namun ia berharap sia akan memaafkan dia karena itu, saat memasuki rumah mata david langsung menyusuri setiap sudut mencari keberadaan sia "bi..bi.." david penasaran dengan keberadaan sia lalu ia berusaha mencari tahu pada bibi "iya tuan.. mau langsung makan?" "Nanti saja bi, oh iya bi sia dimana ya? Aku tidak melihatnya sejak tadi" "di dapur tuan sedang menyiapkan makan untuk tuan" "ok bi makasih" mata david seakan berbinar saat melihat sia keluar dari dapur membawa water picher "sayang kamu sudah makan? Kalau belum sini" david menarik bangku di sampingnya berharap sia ingin makan bersamanya "aku temani kamu saja ya , aku sedang tidak ingin makan ayam" "kamu mau makan apa?" "Tidak usah dave kasihan bibi capek seharian ini" ucap sia yang berusaha meyakinkan david.
Saat david sedang makan dengan lahapnya tiba tiba sia lagi lagi mual akan bau ayam "kamu kenapa sayang? Masih belum hilang pegarnya? Mau di buatin sup?" "Tidak usah dave sepertinya aku masuk angin saja" "kamu mau ke RS untuk di periksa sayang" "aku baik baik aja dave" lagi lagi sia berusaha meyakinkan david dengan keadaannya "ya sudah kamu istirahat saja ya sayang" tanpa basa basi sia langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya sedangkan david hanya melihat punggung indah sia meninggalkannya perlahan dari meja makan.
Sia berusaha tidur dan minum obat penghilang pegar serta es jeruk agar ia merasa lebih baik, selesai makan david menyusul sia ke kamar dan segera membersihkan diri lalu membaringkan diri di samping tubuh sia "sayang maafkan aku ya sudah emosi padamu pagi ini, kamu masih marah ya dengan ku?" Seraya membelai halus rambut sia namun sepertinya sia telah tertidur lelap hingga tidak mendengar perkataan david saat ini.
Sia terbangun saat tengah malam dan ia sangat mual dan ia baru teringat kalau ia sudah telat datang bulan beberapa minggu yang lalu namun karena belum pasti sia tidak ingin memberitahu david dahulu, sia memelih memendamnya dahulu sampai david benar benar tidak marah padanya.
"Dave seandainya memang aku mengandung anakmu apa kamu masih marah padaku, terkadang aku selalu berfikir apa kamu benar menyayangiku mencintaiku atau hanya terobsesi padaku" gumam sia dalam hatinya sambil menatap wajah tampan david yang sedang terlelap di sampingnya , sungguh pikiran sia seakan berkecambuk tiada arah bahkan ia pernah berfikit bahwa david menikahinya hanya semata mata ingin menikmatinya saja dan menjadikan ia boneka penghias rumah mewahnya saja.
Sis tidak kembali tidur melainkan memasak untuk david walaupun dia tidak bisa mencium bau masakan yang membuatnya mual namun ia berusaha menjadi istri sesungguhnya bagi david dan ia menyiapkan pakaian kerja david seperti biasanya , david yang terbangun kaget saat mengetahui sia sudah tidak ada di kamar "sayang .. sia kamu dimana sayang ku" david mencari di setiap sudut kamarnya namun sia tidak ada david langsung mencari sia di seluruh sudut rumah mereka dan ternyata sia sedang asik dengan bunga bunga yang ada di halaman belakang rumah mereka "sayang.. aku fikir kamu kemana ternyata disini" ucap david sambil memeluk sia dari belakang" "no dave aku sedang menyiram mereka nanti kamu basah" "lebih baik begitu bukan supaya aku bisa berdua dengan mu" senyum david nakal ke arah sia "kamu ya... nakal, dave boleh aku tanya satu hal Padamu?" "Apa sayang" sia membalikkan badannya mengahadap ke dada bidang david "apa kamu masih padaku?" David yang terkejut dengan pertanyaan sia karena ia fikir sia lah yang marah padanya "maafkan aku ya sayang karena tidak bisa menahan emosiku kemarin" seraya david mengecum lembut kening sia yang membuat sia memejamkan matanya.
David memeluk sia dengan eratnya seakan ia sangat merindukan tubuh mungil nan sexy milik sia "dave kamu mandi sana nanti kesiangan loh" "iya sayang ku" david langsung meninggalkan sia di halaman belakang dan bergegas untuk mandi dan pergi ke kantor karena pagi ini ia ada rapat penting, sia setelah selesai dengan bunga bunga pun menunggu david agar sarapan bersama "sayang hari ini kamu ada acara tidak?" Tanya sia pada david yang masih asik dengan roti di tangannya "aku,,, emmm tidak sayang kenapa? Kamu mau pergi ke suatu tempat bersama ku?" "Emm tidak dave aku hanya bertanya , oh iya nanti aku ingin ikut bibi ke supermarket belanja keperluan rumah boleh?" Tanya sia seakan mentaati semua perkataan david waktu lalu agar selalu izin padanya sebelum pergi "ohh iya ini card untuk mu sayang, boleh silahkan asal kamu jangan kecapean ya aku gak mau kamu sakit lagi" "makasih dave" sia hanya tersenyum manis pada david .
David berangkat bekerja seperti biasa dan sia pun pergi ke supermarket bersama bi desi dengan mobilnya "bi ayo nanti kesiangn antri lagi" sia berteriak dari dalam mobilnya di depan rumah "iya iya nyah ini bibi sudah selesai" bi desi yang terburu buru langsung berlari menghambur menuju mobil bmw sia "nyah kenapa gak pakai mobil yang lain saja?" "Memang kenapa bi?" Tanya sia heran "ini bagus banget nyah bibi sampe bingung haduhhh bibi norak ya nyah maaf ya" sia tertawa karena tingkah sang bibi "tidak sia malah senang kok, kita berangkat ya bi" "siap nyah" sia dan bibi belanja berbagai keperluan dapur dan segala sesuatu kebutuhan rumah.
Setelah selesai belanja sia melewati sebuah apotik 24h dan ia memutuskan untuk mampir membeli tespack ia ingin memastikan apa ia hamil atau tidak "nyonya mau beli obat apa? Kan tuan banyak obat di lemari tengah?" "Mau beli vitamin bi tadi sia liat disana habis" "ohh ok tapi bibi tunggu di mobil boleh ya nyah ademm hehehh" sahut bibi yang membuat sia tersenyum lalu ia segera melaju ke dalam apotik dan membeli vitamin serta beberapa testpack yang disarankan para apoteker disana, setelah sia mendapatkan apa yang ia cari lalu segera menghampiri bibi di mobil dan melajukannya ke rumah.
Sia memutuskan menyimpan testpacknya tanpa memberitahukan bibi dan david , ia ingin benar benar memastikan dahulu tanpa membuat mereka kecewa jikalau sia tidak hamil nantinya, sore ini sia seperti biasa membantu bibi masak dan menyiapkan makan malam untuk keluarga kecilnya "bi tadi beli mangga kan ya?" " mangga beli nyah , ada di kulkas tadi bibi taruh" sia menginginkan mangga untuk di rujak namun apa yang ia dapat tidak sesuai keinginannya mangga nya matang bukan mangga muda alhasil sia hanya merenungkan dirinya di kamar saja kali ini sambil menunggu david.
Sia tertidur karena ia merasa lelah sekali hari ini "sia sayang... sayang.." sua terbangun mendengar suara david memanggilnya di bawah sia langsubg berlari menghambur ke pelukan david lelaki yang dapat menaklukan hati nya kali ini "dave kamu sudah pulang" david yang tersenyum manja ke sia berharap sia menemaninya makan malam "sayang makan malam ya temani aku" "dave aku lagi pengen banget mangga tapi rujak" david terkejut melihat keinginan sia karena jarang sekali sia menginginkan hal yang tidak ada di sekitar sini "mangga rujak?" "Oh nyonya pengen rujak mangga maafken bibi kira mangga buah tadi nyah" sahut sang bibi yang terheran melihat sia saat ini.
Akhirnya sia hanya tertidur tanpa memakan rujak mangga yang ia dambakan "sayang kamu bener gak mau makan yang lain? Kalau mau kita keluar ya cari makan" david khawatir karena sia tidak mau makan apapun tadi saat makan malam kecuali minum es jeruk "gak aku mau istirahat saja dave" sia langsung menenggelamkan wajahnya di balik bedcover yang lembut itu "Sayang aku kan belum sayang sayangan sama kamu masa sudah di tinggal tidur " david berusaha merajuk sia walaupun sia merasa lelah hari ini tetap saja ia tidak bisa tahan oleh setiap sentuhan erotis david di tubuhnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
I'M HERE...
RomanceDimana rasa sayang dan cinta harus di pertanyakan keberadaannya... By : s08eight