Hyungseob masuk kelas dengan wajah lesu. Teringat kejadian kemarin sore, dia menjadi tidak semangat seperti biasanya. Dia langsung duduk dan meletakkan kepalanya di meja, menutupnya dengan tas.
"Seob,"
Suara Hyunmin --teman sebangkunya-- terdengar. Hyungseob tak bergeming, memilih untuk membuat Hyunmin diam. Namun nihil, justru anak klub taekwondo itu semakin berisik, bahkan memukul-mukul punggungnya seperti sedang berhadapan dengan lawannya.
"Apa sih, Hyun?" Hyungseob mengangkat kepalanya, terlihat kantong matanya yang hitam.
"LAH LO KENAPA, SEOB?!"
Hyunmin mengeraskan suaranya. Padahal Hyungseob sendiri yakin, jika Hyunmin bertanya dengan nada biasa saja sudah terdengar, mengingat mereka yang duduk bersebelahan.
"Nggak bisa tidur semalem. Udah jangan ganggu dulu, oke?"
Melihat anggukan Hyunmin, ia mengembalikan posisinya seperti semula. Belum sampai lima menit ia beristirahat dengan caranya sendiri itu, sebuah suara memaksanya bangun kembali.
"HYUNGSEOBIE HYUNG~"
"JANGAN BERISIK!"
Bukan Hyungseob yang menjawab.
Tapi Donghyun, ketua kelas yang menjadi idaman. Sayang, hatinya sudah terikat dengan kakak kelas berwajah imut tapi sekilas mirip kambing (baca: Im Youngmin).
Hyungseob berdiri, menggandeng orang yang memanggilnya itu keluar kelas setelah melirik jam di lengannya. Masih 15 menit sebelum bel masuk berbunyi.
"Hyung udah bilang, jangan teriak-teriak di kelas. Donghyun sensitif soal itu, Woong,"
"Iya-iya, paham Hyung," lelaki di hadapan Hyungseob --Lee Euiwoong-- menunduk, berakting sedih mungkin?
"Nah, ada apa?"
"Nanti sore jangan lupa ke klub vokal, ya?"
"Lah kok? Kan jadwal di klub udah kemarin,"
Euiwoong menepuk dahinya pelan, "oiya lupa ngasih tahu hyung, nanti kita berdua disuruh piket, gara-gara minggu lalu bolos cuma buat nyari pokemon,"
"YAH KAN ITU YANG NGAJAK KAMU WOONG, KOK HYUNG YANG DIHUKUM JUGA?"
"Ssst hyung, jangan teriak-teriak," Euiwoong nyengir, "pokoknya nanti nggak boleh lupa! Dah hyung~"
Bzzz. Kalau saja Euiwoong bukan sahabatnya, ia sudah memaki-maki orang yang tengah berlari menghindarinya itu.
Hyungseob kembali ke tempat duduknya, mengambil handphone di sakunya, berniat untuk bermain game, sekedar menghilangkan kantuk supaya tidak dihukum (lagi) hanya karena tertidur di kelas.
Belum sampai ia membuka kunci handphonenya, sebuah notifikasi muncul.
Park Woojin
Bukannya gue udah peringatin lo? Masih berani deketin Euiwoong?
06.51
Ahn Hyungseob
Ini apaan lagi coba.
Seseneng itukah lo bentak2 gue sampe nyari id gue segala?
06.52
Park Woojin
Lo jangan main-main sama gue.
06.54
Ahn Hyungseob
Dih, malesin juga main sama lo.
06.57
Park Woojin
Inget lo!
06.57
(read)
Hyungseob mematikan handphonenya. Tidak peduli lagi dengan balasan si Park Woojin itu. Manusia tidak jelas.
♡♥♡
"Seobie hyung~! Ayo ke kantin!"
Hyungseob sudah menebak. Itu suara Daehwi. Dia juga menebak, pasti dia datang dengan Euiwoong dan Seonho. Tebakannya tidak meleset sedikitpun.
Sekedar informasi, Hyungseob, Euiwoong, Daehwi, dan Seonho adalah teman sejak kecil. Bisa dikatakan sahabat memang. Mereka berteman karena rumah yang memang dekat, saling berhadapan. Hanya saja, Hyungseob yang paling tua di antara mereka, satu tingkat lebih awal dalam sekolah.
"Iya, ayo."
Mereka beriringan menuju kantin, namun suasana sangat canggung, tidak seperti biasanya.
"Seobie hyung kenapa?" Seonho mencolek-colek punggung Hyungseob.
"Ah? Kenapa? Gak kenapa-kenapa, Ho."
"Jangan bohong, kita udah hafal kali hyung itu gimana."
Belum sampai Hyungseob menjawab, mereka sudah dihadang oleh lima siswa lain yang Hyungseob tahu adalah semuanya kelas XI. Ia melihat satu persatu yang menghadang mereka.
Lai Guanlin,
Kim Samuel,
Itu umm, Bae Jinyoung, bukan?
Joo Haknyeon, dan satu lagi
Sial, Park Woojin!
"Halo manis, mau ke kantin? Bareng kuy."
"Apaan sih Guanlin hyung! Minggir ih ngalangin jalan aja!" Seonho menjawab ketus, namun justru terlihat lebih imut.
Woojin mendekat ke arah mereka. Menarik lengan Hyungseob paksa, meninggalkan yang lain.
"HEH ITU SEOBIE HYUNG MAU DIBAWA KEMANA GINGSUL?!"
"Biarin aja. Hei, kalian bertiga, ke kantin bareng abang-abang ini kuy," - Joo Haknyeon, suka ngardusin orang, tapi hanya menetapkan pilihan pada Lee Euiwoong.
♡♥♡
Chapter 1 is up!
Aku yakin ini ff tergaje seperdunia ffan :(
Gaje tidak apa-apa asal jinseob anti karam yeay!♥♥♥♥
Vote & comment juseyo~!
KAMU SEDANG MEMBACA
Every Single Day +jinseob
Fanfiction[COMPLETED] Park Woojin, lelaki yang emosional, tidak romantis, namun memiliki rasa sayang yang besar pada satu orang. Ahn Hyungseob, tidak pernah menyangka mendapatkan hati seseorang yang bahkan terlihat membencinya di awal. [Wanna One's Park Wooji...
